Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
83:83 Batal Nikah


__ADS_3

Alin menatap bu ratna dengan tajam dan berkata." pergi lah dan tunggu di hotel bintang lima nanti saya datang jenguk anda, karena tempat itu pantas buat manusia berhati iblis seperti kalian berdua, dan kalian gak pantas hidup enak disini, sudah cukuk waktu enam tahun saya berikan untuk kalian berdua", setelah berkata demikian alin menyuruh ke empat polisi itu menyeret bu ratna dan saras keluar.


"He kamu juga gak ada hak lagi disini yang berhak disini saras bukan kamu anak iblis, kamu itu sudah di depak dari sini jadi gak ada hak kamu lagi disini" ujar ** ratna.


Prakkk....!


"Mulut licik anda bisa di hancurkan agar jangan asal bicara, anda pikir anda siapa besok saya akan datang ke butik besar peninggalan ibu saya, yang sekarang anda rampas dan saya akan ambil kembali." ujar alin seolah-olah bu ratna gak yakin kalau benaran alin mau ambil butik itu karena hanya iti yang bu ratna bangakan sekarang.


"Haaha silakan ambil anak bod*h kalau kamu berani, karena sertifikatnya gak ada jadi itu namanya penipuan, kalau berani saya akan laporkan kamu ke polisi.


"Haahha ya pantas di katakan bod**h iti siapa aku atau anda, asal anda tahu sertifikas asli butik itu ada di tangan saya bahkan sertifikat rumah inj juga ada sama saya. Kalau saya jahat mungkin dari kemarin sudah saya usir kalian benalu ini dari sini" ujar alin seketika baik bu ratna maupun pak donal terkejut, ternyata semua sertifikat ada sama alin pantas aja selama ini hilang sertifikat itu.


"Tapi pak donal merasa tenang karena bendah berjarganya jatuh ke tangan alin, itu juga yang pak donal inginkan, namun sayang ia gak bisa memeluk putrynya sendiri


"Dasar anak ular kembalikan sertifikat itu, itu hak saras bukan kamu." ujar bu ratna tapi gak di hiraukan oleh orang-orang disana


Teriakan dari saras dan bu ratna mengemah seluruh ruangan, mereka minta tolong sama pak donal juga parcuma karena pak donal tak menghiraukan mereka. Sedangkan mau minta tolong sama alin pun gak mungkin itu mustahil, karena alin gak akan melepaskan mereka begitu saja.


Polisi menyeret saras dan ratna keluar dari dalam rukah dan di ikuti iringan dari rombongan alin kehalaman rumah, namun pas tiba di pekarangan rumah, belum juga mereka masuk ke dalam mobil, ada satu buah mobil memasuki gerbang, dan baik alin maupun yang lain disana sangat mengenal siapa pemilik mobil itu.

__ADS_1


Saras yang melihat pemilik mobil keluar ia berteriak histeris meminta pertolongan "Sayang tolong aku, aku gak mau masuk penjara sayang tolong aku bilang sama polisi biar mereka melepaskan aku sayang." ujar saras namun sayangnya gak di tanggapi sedikitpun sama jhovan.


Ternyata yang datang itu bukan hanya jhovan, tapi bu anita beserta suaminya pak roy. "Mereka binggung kenapa ada polisi dan dan devan beserta keluarga dan yang buay mereka terkejut tangan bu ratna dan saras sudah di borgol tinggal di bawa pergi.


Jhovan santai saja seperti gak ada iba sedikitpun, tapi hanya karena penasara ia bertanya" Maaf pak ada apa ini, kenapa tante ranta dan saras di borgol begitu." ujar jhovan begitu juga dengan bu anita yang penasaran langsung bertanya.


"Iya pak ada apa sebenarnya, kenapa calon mantu saya dan besan di perlakukan seperti ini". Tanya bu anita.


Karena gak ada satu pun yang menjawab akhirnya seorang anggota polisi yang buka suami," Maaf pak, bu dari laporan yang kami terimah, bawah bu ratna dan nona saras telah melakukan pembunuhan berencana".ujar polisi tersebut


Jawaban polisi tadi membuat ketiga orang itu tercengang, mereka benar-benar gak percaya.


"Memangnya mereka membunuh siapa pak kok bisa sih aduh seram, punya besan dan mantu yang jahat, takutnya nanti pas jadi menantu dan besan mereka rencana membunuh kita lah pah," ujar bu anita


Namun gak ada lagi jawaban dari baik polisi maupun yang lain, namun bu ratna kali ini yang berteriak," Besan jangan percaya ini hanya fitnah saya tidak melakukan apa-apa, Jhovan nak tolong bantu saras keluarkan dia dari penjara nanti kalia gak menikah."ujar bu ratna.


"Sayang tolong aku, aku gak salah, ini hanya fitna masa kamu gak percaya sama calon istri kamu sendiri." ujar saras memohon kepada jhovan.


"Hehe...saras maaf saya gak bisa keluarkan kamu, dan biar kamu tahu satu hal, tujuan kami kesini untuk membatalkan pernikahan kita, jadi mulai sekarang kita gak punya hubungan apa-apa lagi, kareka saya gak mau punya istri pembunuh seperti kamu.

__ADS_1


"Dan kamu harus tahu satu hal sebenarnya saya sangat menyesal menerima perjodohan ini." ujar jhovan membuat ratna dan saras terkejut, apa lagi saras histeris karena ia gak mau batalkan pernikahan...


"Sayang jangan begitu kita kan sudah sepakat akan segerah menikah, bahkan kita sudah tunangan gak bisa batalkan sepihak begitu dong, tante om tolong bilang sama jhovan." ujar saras


"Gak saras yang di katakan jhovan mamang benar, kami kesini hanya mau kasih tahu kalau pernikahan kalian batal aja karena jhovan sudah punya wanita lain yang jauh lebih baik dari kamu maafkan saya pak donal dan bu ratna, karena kami kesini sebenarnya tujuan membatalkan pernikahan ini". Ujar pak roy


Mendengari itu saras teriak sekeras-kerasnya.


"Argh....gak mungkin.... Pokoknya aku gak mau pernikahan batal, ini semua gara-gara mama, mama yamg merencanakan ini semua." ujar saras menyalahkan bu ratna.


"He besan gak bisa seenaknya saja membatalkan pernikahan itu, ingat saras dengan jhovan sudah tunangan". Ujar bu ratna marah.


" Ya ampun bu ratna, orang sudah menikah aja masih bisa cerai apa lagi belum ada ikatan yang sah, bisa kapan aja tuh batalin jadi mulai sekarang kita gak ada ikatan apa-apa lagi, kami parmisi dulu." ujar bu anita santai


Setelah selesai bicara baik jhovan maupun kedua orang tuanya masuk kedalam mobil dan berlalu pergi, sedangkan saras menangis sejadi-jadinya, kalau seandainya tanganya gak di borgol atau gak di tahan sama polisi mungkin saras sudah larih mencegah kepergian jhovan, tapi sayang nasi sudah jadi bubur jadi gak mungkin kembali menjadi nasi.


"Pak, bawa mereka pergi ke pos polisi saya tak mau melihat mereka lagi disini", akhirnya bu ratna dan saras di bawa pergi oleh polisi, begitu juga alin dan yang lain, pergi meninggalkan kediaman pak donal, sedangkan pak donal sendiri masih duduk mematung di sofa ruang tamu, entah apa yang di pikirkan hanya pak donal yang tahu.


Pak donal pasti sangat terpukul dengan kejadian buruk yang menimpah keluarganya dan bahkan, pak donal sediri gak percaya kalau ternyata kedua perempuan yang ia sanyangi selama ini adalah perempuan ular.

__ADS_1


__ADS_2