Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
26:26 Persiapan


__ADS_3

Dengan kesal, hati yang dongkol, oliv pasang muka tebal asal dapat mobil dan antar sampai dibandara, oli terpaksa menahan mobil yang lewat, sampai akhirnya ada mobil yang tiba-tiba terhenti di dapannya, "mbak, mau kemana?"


" Mau ke bandara pak, bisa antar saya? gapapa saya bayar dua kali lipat," ujar oliv, syukurlah masih ada orang baik yang mau nolongin gue. Kenapa juga hari ini apes bangat hidup gue. "


"Ya, udah deh mbak, kalau gitu, sebenarnya saya ada kepentingan tapi saya lihat mbak, jadi kasian." ujar pak sopir ogah lihat oliv.


"Makasih, banyak ya pak, sudah mau nolongin saya. Dan mau antar saya. Semoga Allah memberikan Rejeki yang melimpah, pak sopir melihat ketulusan dari ucapan oliv dan ia tersenyum.


"Makasih Mbak. "


Saat ini, oliv bersyukur, bisa ketemu pak sopir taksi yang baik, yang mau nolongin dia, walau bayar dua kali lipat gapapa. Pikirnya Asal sampai bandara, kali ini oliv diam aja gak serewel tadi. karena memang jalanan agak sedikit rengang, jadi sang sopir agak sedikit ngebut.


Gak sampai tiga puluh menit ditempuh perjalanan, akhirnya nyampe juga dibandara, oliv langsung turun dari dalam taksi dan memberikan tiga lembar uang merah, membuat pak sopir melogo, "Ini benaran nich mbak,? banyak sekali," tanya pak sopir gak percaya.


"Iya benar pak, ambil aja itu rejeki buat bapak karena dengan tulus, sudah mau antar saya. Sekalih lagi makasih pak,". Kalau di pikir-pikir sih oliv baik juga orangnya hanya sedikit bar-bar.


"Makasih banyak mbak, ".


"Sama-sama".


Oliv, sebelum melangkah masuk ke dalam bandara, ia berusaha telpon devan, memastikan devan tunggu Dimana. Karena dari tadi oliv mencari kesan kemari tapi tak ketemu juga. , tapi ternyata HP devan sudah gak aktif.


Ia berulang kali hubungi tapi tetap sia-sia, Akhhhh sial, "devan kamu kenapa sih pak HP gak aktif lagi." Akhirnya oliv menyeret kakinya melangkah, ke bandara untuk memastikan, soal penerbangan kekota B.


"Mbak saya mau tanya, ada penumpang pesawat atas nama devan, sudah berangkat belum ya. " Oh, maaf Mbak, penumpang, atas nama devan sudah take off, tiga puluh menit yang lalu mbak.

__ADS_1


Dengan jet pribadi, jawaban si mbak, seketika pertahanan oliv runtuh, kakinya gemetaran seolah sudah tak ada kekuatan dan tubuh olvin tiba-tiba luruh ke lantai.


"Jahat bangat kau devan, kamu bisa meninggalkan aku dsini, padahal aku sangat mencintaimu, sampai kapan kamu mengerti perasaanku devan kamu tega ninggalin aku".


Akhirnya dengan berat hati, oliv dengan sekuat tenaga bangun dari lantai, dengan langkah gontai ia kembali keluar dari bandara, dan pulang ke rumah dengan hati yang sedih, kasian juga kamu oliv.


Satu minggu sudah berlaru, sekarang Yora juga sudah pulang dari luar negeri. Dan tinggal bersama dengan alin di apartement, setelah kepulangan yora, membuat suasana kembali menghangat, dan berbeda karena setiap hari ada warna tersendiri menurut alin, berteman dengan Yora itu seru, karna yora gadis yang ceria.


Sekarang devan, juga sudah ketemu dengan yora, dan yora juga sudah tau kalau sebentar lagi alin akan tunangan.


"Lin jujur gue, senang bangat lihat sohib gue sebentar lagi ada di persunting pria kaya. dan ganteng semoga lu bahagia ya lin, gue selalu mendoakan lu tunjuki ke orang-orang yang pernah menyakiti ku, kalau ku bisa bahagia tanpa mereka. "


"Makasih banyak ya Yor, lu shabat terbaik gue, pas gue gak punya apa-apa, dan putus asa, lu orang yang pertamana bantuin gue. Walaupun pada akhirnya kita berpisah juga waktu itu, Tapi sekarang, gue sudah kembali bersama lu disni. Itu suatu kebahagiaan buat gue Yor, dan semoga lu juga menemukan jodoh terbaik dari Allah, Amin."


"Selama ini gue sudah menganggap lu saudara gue Yor, jadi jika lu butuh apa- apa boleh lu bilang sama gue, Alin merangkul yora.


Jadi di asuh oleh neneknya, tapi setelah yora berumur 17 tahun neneknya juga meninggal. Jadi yora binggung, dimana caranya biar ia bisa kulia, sedangkan yora mau minta bantuan sama alin juga gak enak.


Padahal mereka berteman dari SD, terpakasa yora kerja di restoran paru waktu, suatu ketika alin melihat yora kerja disana dan diam-diam alin mendatangi pemilik kampus dan melunasi semua uang kulia yora, dan alin kerja sama dengan pihak kampus kalau yora tanya bilang aja dari kampus berikan baesiswa.


Yora begitu bahagia mendengarnya, dan dengan senang hati ia cerita ke alin, tapi alin hanya berikan semangat, Namun pas hari dimana yora mau wisuda disitu dosen, mengatakan yang sesunggunya ke yora.


Kalau selama ini, yang bayar semua biaya ulang kuliah itu adalah alin, bukan karena beasiswa, mulai dari hari itu, yora merasa berhutang budi sama alin. dan Yora berjanji akan selalu ada bersama dengan alin. mereka berteman sampai sekarang.


Satu minggu lagi, Aku akan di lamar resmi oleh devan, pas ulang tahun perusahaan jadi yang jelas, semua petinggih-petinggih yang kerja sama dengan perusahaan Wijawa grup, pasti di undang.

__ADS_1


Dan saya yakin bangat, kelarga Adibrata juga akan turut hadir, saya harus lakukan sesuatu untuk berikan mereka pelajaran ringan sebelum kehancuran terjadi.


Karena saya, tahu betul watak si perempuan ular itu dengan anaknya, ulat bulu kecil itu. Apa lagi kalau mereka datang pasti ketemu dengaku, aku harus minta tolong sama yora dan leo untuk melakukan sesuatu.


Kalau mereka berani macam-macam, saya gak akan segan-segan berikan pelajaran di muka umum, Apa lagi bunda juga hadir nanti bisa-bisa bunda murka.


Namun tanpa alin ketahui, diam-diam devan sudah mempersiapkan semuanya karena devan berpikir kemungkinan hal buruk yang tak diinginkan bisa terjadi nanti, jadi Devan sudah siapkan penjagaan ketat.


Karena ini juga menyangkut keselamatan keluarganya dan alin terutamah, ada sebuh kata mengatakan :Sedia payung sebelum hujan, nah, ini yang di lakukan devan siapkan keamanan yang memadai itu penting.


"Dimas, tolong sebarkan undangan ini, ke semua petinggi-petinggi, yang kerja sama dengan perusahaan ini. Dan tolong kirim undangan ini khusus ke keluarga Adibrata dan keluarga Arkan."


Jangan sampai lupa, pastikan undangan ini sampai di tangan mereka. karena saya ingin mereka menyaksikan kebahagiaan, calon istri saya, saya mau lihat reaksi Tuan donal.


Melihat putrinya yang sudah dia buang, bukannya menderita tapi mala hidup bahagia. senyum sarkas muncul di bibir devan, saatnya kita bermain.


" Baik bos, saya akan lakukan, semua sesuai dengan perintah dari bos, masih ada lagi?"


"Iya tolong perhatikan setiap keamanan, selama acara berlangsung nanti, jadi persiapkan mulai dari sekarang karena tinggal berapa hari lagi, saya gak mau ada manusia yang mengacaukan acara besar ini,"


"Baik bos, Kalau gak ada lagi saya parmisi bos." pamit dimas berlalu pergi.


"Silakan. "


Selepas dimas pergi, devan menghubungi alin. Sedangkan yang di hubungi lagi bersenandung di kamar mandi melakukan rutinitasnya,

__ADS_1


"Hamm kemana gadis nakal ini, kenapa gak di angkat ya, apa masih tidur,? Tapi gak mungkin, bukannya semalam katanya pagi ini ada miting penting.


Nanti aja deh, baru aku hubungi lagi devan menyimpan kembali, benda pipinya ke nakas dan beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri karena mau berangkat ke kantor.


__ADS_2