Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
27:27


__ADS_3

Alin, baru keluar dari kamar mandi, dan duduk di depan meja riasnya, dengan tubuh yang kelihat segar dan fres pastinya.


"Yor yor, kamu dimana, kenama anak ini." teriak alin, karena dari tadi pas bagun gak melihat yora, sedangkan alin melihat sarapan sudah terhidang diatas meja mininya, namun orangnya gak kelihatan.


Yora, yang mendengarnya suara cempreng alin, mengerutu "Idiiiihhh kebiasaan deh, pagi-pagi juga sudah teriak, kaya ibunya aja di tinggal pergi."


" Lin, lu tuh kenapa sih, masih pagi dah teriak gitu, teliga gue rusak tau gak Kayak anak di tinggal sama ibunya, terus dicari, in." Gerutu yora.


" Lagian lu dari mana? Selesai masak bukannya mandi, terus sarapa, mala naik ke atas ngapain? emang lu gak kerja hari ini"?


" Ya, sorry, gue cari angin pagi, di atas sejuk bangt tau lin, di tambah lagi lihat matahari terbit." perkataan yora, membuat alin hanya geleng kepala, tingkah anak ini kayak masih boca.


"Emang lu gak kerja hari ini"? Tanya alin memastikan.


" Gak gue cuti, soalnya selama di luar negeri, gue benar-benar gak dapat istirahat dengan benar, sedangkan sampai disini juga sama aja. jadi gue ambil waktu cuti gue, untuk istirahat, kalau gak bisa drop gue nanti."


" Yaudah kalau gitu mandi gih, selesai sarapan terus istirahat, gue mau masuk kantor dulu, gue udah sarapan makasih ya, enak nasi gorengnya."


" Emang devan gak jemput lu lin, biasanya juga datang.


" Astaga HP gue mana, hmmm gue lupa sama orangnya", ujar alin terkeke.


"Gapapa, sekarang kalau lupa masih bisa lah, secarakan belum sah, tapi jangan nanti setelah menikah, lu juga lupa kalau udah punya suami, itu gawat lin". hahaah. Ujar yora di sambut gelak tawa mereka berdua.


Tanpa Mereka sadari, ada dua mata memperhatikan mereka, karena pintu kamar sengaja gak di tutup, jadi devan datang sengaja diam-diam sudah duduk di sofa tamu apartement.


"Ahammm, suara deheman devan membuyarkan, tawa mereka seketika terdiam. Alin yang melihat tingkah devan langsung tersenyum.


" Loh, sayang, udah lama disini, kok saya gak tau, sudah sarapan belum," dasar alin, berikan jawaban yang bertubi-tubi gimana mau jawab.


"Sayang, boleh gak, kasih pertanyaan itu satu-satu, biar saya bisa jawab. Kalau pertanyaan seperti tadi dimana saya berikan jawaban."


Sedangkan pernyataan devan, mala membuat alin terkekeh geli, lihat tingkah sang pacar. "Ya maaf,"


"Hehe, maaf".


" Pagi mas devan, sudah mau berangkat ya, hati-hati kalian ya, "


" Pagi juga Yor, iya, makasih ya, emang kamu gak ngantor yor,"?

__ADS_1


" Gak mas, aku cuti, mau istirahat dulu ya, "


"Ok yor, kami berangkat ya." devan dan alin keluar dari apartement dan masuk ke dalam lift.


Ting tong!!


Alin, keluar dari lift diikuti devan, mereka berdua jalan beriringan ke parkiran mobil, devan membukakan pintu mobil untuk alin, dan disusul devan, duduk disampingnya.


Devan, menghidupkan mesin mobilnya dan menjalankan, Suasana jalan di pagi hari agak sedikit macet, disebabkan semua pencari nafkah pada pergi ke tempat kerja masing-masing.


" Sayang, kenapa setiap pagi dan sore macet gini ya, padahal kalau siang mala sepih, Oalah pertanyaan konyol alin keluar, ya jelaslah siang gak macet orang pada sibuk kerja.


"Siang itukan orang pada kerja sayang, biarpun istirahat satu jam, tak ayal membuat karyawan keluar karena satu hal, di perusahaan itu punya kantin tersendiri, bahkan ada juga yang punya restoran, biar karyawan gak keluar lagi cari makan di luar."


" Oh, begitu ya sayang, iya juga sih."


" Sayang, kamu kan tahu, berapa hari lagi kita lanaran, dan pas di ulang tahun perusahaan, otomatis banyak tamu terhormat datang, tak kala turut hadir itu pasti orang tua kamu, apa ada yang kamu rencanakan.


" Iya aku tau sayang, tapi aku kan bukan bagian dari mereka lagi, alin yang dulu sudah mati, jadi alin, yang sekarang ini adalah alin anastasya bratma, bukan adibrata.


Adibrata sudah saya kuburkan, setelah saya keluar dari rumah terkutuk itu. Iya sayang, bukannya perusahaan Arkan, juga kerja sama dengan perusahaan kamu sayang,"


" Ah, biarin aja itukan anak kesayangan tuan donal, jadi biar dia sendiri yang merasa hancur."


"Sayang, dengarkan aku baik-baik, karena setelah aku putus kontrak, kerja sama dengan kedua perusahaan mereka, otomatis, banyak penanam saham lainnya juga, yang akan menarik kembali saham mereka."


Dan disitulah saatnya mereka datang meminta pertolongan kepadamu, karena mereka tau kamu sudah kaya raya, jadi semua nanti berbalik baik.


Tapi itu hanya bualan saja semoga kamu gak tergoda. karena saya yakin pas laki-laki itu sudah tau siapa kamu dia pasti akan berusaha mengambil hati kamu lagi.


Itu gak bakal terjadi sayang, jadi kamu tenang aja, ternyata obralan mereka gak terasa sudah sampai di depan kantor, alin segera turun dan melambaikan tangannya ke arah devan, sambil tersenyum.


Devan juga demikian, setelah alin masuk devan menjalakan mobilnya ke kantor, karena hari ini banyak pekerjaan, dimana ia dengan omnya akan merencanakan cara mendekor aula.


Yang pasti semua karyawan dilibatkan, untuk satu minggu ini mereka hanya sibuk persiapan acara aja. Jangan tanya lagi pekerjaan dimas gimana sudah menumpuk,


Jadi orang kepercayaan sih bos itu gak mudah juga ya, capeknya minta ampun deh, tapi gapapa yang penting gaji tetap oke, apa lagi sih bos sudah janji pada dimas.


Akan menaikan gaji dua kali lipat begitu juga dengan semua karyawan, siapa yang gaj senang cobak, gapapa capek asal ATM full. Pikir mereka.

__ADS_1


Setelah sesampainya devan, di kantor, davan disambut hangat oleh karyawan, yang selalu memberikan hormat kepada direktur mereka, devan melangkah masuk ke ruangannya. Dan segerah memanggil dimas, dan dimas segerah ke ruangan devan,


"Bos, memanggil saya",


"Ya, Apa, Om Aryo sudah datang, "


" Sudah bos, Pak aryo tadi juga baru dari sini nyari, in bos, mungkin ada di ruangnya, apa saya panggilkan bos,?"


"Gak usa mas, biar saya aja keruangan om".


" Terus, apa yang harus saya lakukan bos"?


"Ya, kamu tolong cari WO terbaik ya, untuk dekor tolong gerakan semua karyawan untuk bersihkan aula kantor."


"Siap bos" devan segera bagun dan pergi dari ruangnya menuju ke ruangan omnya,


Tok tok tok,


"Masuk" pas devan mendengar perintah dari dalam devan mendorong pintunnya dan masuk , "pagi om" sapa devan pada om Aryo, yang sedangk sibuk menatap leptopnya.


Membuat om Arya terkesima, "Hay ponakan om, kenapa gak manggil aja om kesana"


"Ah, gapapa kali om, ini om, devan mau nanya soal persiapan acara nanti."


" Oh, itu maaf kalau om gak melibatkan kamu, karena om pikir kamu juga pasti sibuk persiapan untuk lamaran nanti, tapi kamu tenang aja. Sudah beres semua. Undangan juga banyak yang sudah di sebarkan. Jadi kita tinggal nunggu waktu aja, oya kapan bapak dan mama kamu datang.


"Katanya dua hari lagi om".


"Oh ya om, saya rencana menarik kembali saham yang ada di Arkan grup dengan Adibrata grup.


" Oh itu om sudah tau, terserah kamu mana yang terbaik menurutmu, tapi om yakin setelah kamu menarik saham, mereka pasti panik karena investor yang lain juga akan menarik saham mereka, jadi jalan satu-satunya, ya mereka datang sama Bu Nesta dan calon istri kamu."


"Kalau soal itu saya sudah mendunga om, kita lihat aja nanti. Ok om kalau begitu saya keruangan dulu."


Devan keluar dari ruangan omnya, dan masuk ke ruangannya. Untuk kembali berkutak dengan berkas, yang ada hingga tak terasa sudah sore, saking sibuknya devan hanya minum kopi gak makan siang. Sekarang ia bersiap untuk menjemput alin dan sekalian mereka makan malam berdua.


*****


Assalamualaikum, pembaca setia, maaf kalau banyak kata yang salah, karena author juga masih belajar, jadi tolong kita saling membantu ya, tolong tinggalkan jejak luka dan komentar, ini sangat membantu author. Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2