
Tiga hari sudah berlalu sekarang waktunya saras dengan jhovan bertunangan, di sebuah kamar hotel mewah berbintang lima seorang gadis di dandanin oleh seorang perias yang handal.
"Wah... Cantik banget nona sperti bidadari".pujih sang perias, iya dong seorang perias itu selalu bikin kesan yang bagus untuk pelangan seperti pujian agar pelangang nya merasa puas dengan hasil yang di berikan, salah satu ke ahlian mereka juga.
Karena mendengar pujian dari sang perias, seutas senyuman terpancar di bibir gadis itu, namun senyum itu menunjukan gak ada ketulusan.
Karena ia hanya memaksakan agar orang yang melihat nya gak berpikir kalau saras terpaksa, dalam pikiran nya kenapa bukan yang dia inginkan, seharus nya hari ini ia tunangan dengan laki-laki idaman nya bukan laki-laki yang sudah gak ia cintai.
"Seharus nya kemewahan hari ini adalah acara bahagia aku dan devan bukan bersama jhovan, tapi gapapa lagian ini baru tunangan, semoga nanti devan datang sendiri gak perlu dengan mbak alin biar aku leluasa mendekati devan." guman dalam hati
Gak isa banyak berharap daras takutnya kamu gantung diri gara-gara obsesi kamu itu, bersyukurlah dengan apa yang sudah Allah kasih.
"Ya ampun anak mama cantik bangat hari ini seperti bidadari," ujar sang mama memuji kecantikan sang anak namun bukan nya senang tapi mala masang muka asam.
"Loh kamu kenapa sayang, seharusnya kamu bahagia dong di puji cantik, kamu tahu gak sebentar devan pasti datang ," ujar bu ratna
"Issshh ma, gimana saras mau bahagia cobak seharus nya mama sudah mengerti kan maksud saras, ma, daras tuh sebenarnya malas loh tunangan sama jhovan." ujar daras emosi
"Sthhhh, sayang dengarin mama ya, kamu tanang saja, ini kan baru tunangan, orang sudah nikah aja masih cerai apa lagi baru tunangan. Malam ini devan datang kamu tenang saja, kalau berani batal ko tahu sendiri kan papa seperti apa nanti papa kamu, kita gak bakal tidur nyenyak".
"Iya deh ma, kalau begitu, tapi benaran ya ma, om adam bantu kita ma"? tanya saras berbisik
"Iya sayang om kamu itu sudah janji akan membantu mama."
"Ok baik lah mama ku yang paling cantik sedunia," putih Saras dengan senyum lebar
__ADS_1
"makasih sayang, mama nya siapa dulu dong?."
Ya jadi hari ini acara pertunangan Saras dan jhovan jam tujuh malam , yang di adakan di hotel milik keluarga Wijawa, karena itu permintaan saras dari dulu pengen caranya di hotel itu. Namun daras dan keluarga besar nya gak tahu kalau hotel itu ternyata milik devan.
Sekalian seluruh keluarga nya juga nginap di sana, sedangkan di tempat yang berbeda seorang laki-laki tanpa dengan stelan jas berwarna nafi, mondar-mandir gak karuan di dalam kamar, seperti memikirkan sesuatu karena sangking gugup nya.
"Dulu aku pengin cepat-cepat nikahin saras karena aku begitu mencintainya, setelah batal perjodohan dengan alin, namun kenapa sekarang tinggal sebentar lagi kami akan tunangan.Tapi rasa nya hambar gak ada rasa bahagia di dalam diri ini, yang ada hanya rasa takut terjadi sesuatu nanti di acara, semoga ini hanya perasaan aja."
Jhovan dan keluarga besar nya juga gak bedah jauh mereka juga nginap di hotel yang sama agar mempermuda nanti acara nya, sebenarnya baik saras maupun jhovan sudah meminta orang tua mereka.
Khusus sang mama agar bicarakan ini dengan ayah masing-masing agar perjodohan ini do batalkan tapi sayangnya, para istri juga takut sama suami masing-masing jadi terpaksa di lanjutkan.
Sekarang semua keluarga besar dari kedua belah pihak lagi siap-siap karena sebentar lagi acara akan di mulai, namun hati jhovan gak tenang karena memang malam ini akan ada pertunjukan. Yang pasti seumur hidup mereka tak akan melupakan.
Sehingga ia merasa takut dalam diri nya tapi ia pun gak tahu apa yang terjadi. Jhovan terduduk di ranjang dalam lamunan nya.
Ia melangkah mendekati putra nya yang terduduk di atas ranjang itu dengan wajah yang gelisa entah apa yang membuat nya gelisa.
"Nak kamu sudah selesai kan, sebentar lagi acara akan di mulai kita harus segerah turun, tapi kenapa muka kamu seperti itu nak, mama lihat seperti nya kamu gelisa sekali ada apa"?
"Hmmm iya mam, gapapa mam mungkin hanya perasaan mama aja, jhovan baik-baik aja karena sebentar lagi mau tunangan jadi rasa gigi mam." ujar jhovan terpaksa bohong pada hal bukan itu yang di pikirkan.
"Yaudah sayang kalau begitu siap-siap ya, mama mau pergi cek saras dulu dan keluarga besan sudah selesai belum".
"Maaf ya mas jhovan terpaksa bohong karena gak tahu kenapa dari tadi jhovan merasa akan ada sesuatu yang terjadi".
__ADS_1
Bu anita melangkah pergi meninggalkan kamar anak nya, karena sebentar lagi acara akan di mulai jadi harus di periksa semoga semua sudah selesai.
Kita pindah ke tempat alin, sekarang devan sudah di apartemen milik alin, setelah orang tua mereka kembali ke kota A devan kembali ke apartemen nya sedangkan leo yang menggantikan posisi devan untuk menjaga alin.
bukan devan gak mau bertanggung jawab untuk menjaga alin, tapi degan takut khilaf kalau tinggal satu apartement sama alin.
Sekarang devan datang jemput alin karena nanti mereka akan berangkat ke acara tunangan saras, sebenarnya alin sih malas mau kesana apa lagi waktu itu ia sudah mengusir ratna, jadi malas lihat wajah mereka tapi karena devan punya rencana, jadi ia harus memohon sama alin agar ikut dengan syarat nya yora juga harus turut hadir.
Akhirnya devan setuju yora sama leo satu mobil, boby dengan dimas dan alin dengan devan. Malam ini mereka ber enam pergi.
Biar saya berikan penjelasan sedikit tentang leo dan yora, semenjak leo pindah ke apartement alin, yora dan leo mulai dekat bahkan yora merasa nyaman kalau ada di dekat leo, begitu juga leo, sudah berapa kali ngajak yora makan di luar namun belum ada ungkapan baik dari yora maupun leo.
Jadi gak salah kalau devan menempatkan mereka berdua satu mobil karena memang diam-diam devan dan alin sepakat untuk menjodohkan mereka berdua.
Devab mengambil hp nya dari kantong celananya dan segera menelepon seseorang.
"Hallo mas, kamu dengan boby sudah dimana, datang aja kesini baru kita berangkat bersama.
"Ok bos nich sudah mau sampai juga.". ujar dimas
"Semua sudah siap kan"? tanya devan mastiin
"bos tenang aja aman semua kok tinggal nikmati malam ini." ujar dimas
"Bagus". ucap devan
__ADS_1
Devan langsung matikan telpon nya.