
Setelah selesai makan Devan dan semua pengawalnya, bersiap mereka untuk berangkatkat ke wasata yang kedua, tempatnya agak lumayan jauh tapi karena memang Alin juga ingin ketempat itu agak sedikit sore supaya dapat pemandangan yang bagus di malam hari. Sehingga Devan juga tidak perna menolak permintaan istri tercintanya itu.
Alin rencana datang ke The Dubay Fountain malam hari karena sangat indah katanya jadi tidak masalah jika mereka sampai disana agak kesorean.
Sekarang sudah jam dua, sebenarnya mereka sudah selesai makan dari tadi tapi mereka masih duduk ngobrol lagi karena Alin pengen sampai di The dubay Fountain sudah sore, karena mengingat jarak dari restoran ke tempat wisata yang akan mereka kunjungi jauh sehingga mereka berangkat jam dua.
"Sayang kita berangkat sekarang saja, kita jalan pelan tidak perlu ngebut dan mas rasa tidak begitu buruk jika kita datang masih awal, kita cari oleh-oleh dari sana lagi untuk orang rumah. Nanti setelah belanja pasti sudah sore jadi kita berangkat sekarang saja." Ujar Devan.
"Iya mas, ada benarnya juga lebih baik kita belanja terlebih dulu baru kita menikmati keindahan malam hari disana, lagian mas jangan sampai tengah malam disanalah kita pulang ke hotel atau kita nginap aja malam ini di hotel dekat sana biar besok baru balik ke hotel tempat dimana kita nginap pertama, karena mengingat jarak jauh contoh kalau kita pulang dari sana jam sepuluh berarti kita bisa sampai hotel jam dua belas, habiskan waktu di jalan dan cape" ujar Alin.
Devan membenarkan perkataan Alin, sehingga Devan menyuruh sekretaris Dimas memboking kamar hotel di sekitar kawasan The Dubay Fountain, nanti besok mereka keluar dari hotel langsung pergi jalan-jalan lagi biar sore bari sampai di hotel. Itu rencana Devan dan Alin
"Sekretaris Dimas cari hotel di sekitar wisata yang kita datangi ini biar kita nginap aja disana tidak perlu pulang soalnya agak jauh" ujar Devan.
"Baik Tuan muda" ujar sekretaris Dimas.
Sekretaris Dimas cari hotel di sekitar dan langaung boking tujuh kamar hotel bintang lima, karena mereka ada bayak, setelah selesai boking akhirnya mereka berangkat.
__ADS_1
"Sayang yuk kita berangkat" ajak Devan memengang tangan Alin dan keluar dari restoran itu mereka langsung masuk kedalam mobil masing-masing Devan dan rombongan keluar dari restoran dan menujuh ke jalan raya....mobil melajuh dengan kecepatan sedang atas permintaan Devan, mobil membela jalanan berlombah dengan kendaraan lainnya.
Kalau di siang hari ternyata jalanan di kota agak sepih mungkin karena semua orang lagi sibuk kerja jadi tidak banyak yang berkendaraan pada siang hari, tapi kalau sudah mulai jam empat ke jam lima disitu sudah mulai macet kembali walaupun tidak semacet ibu kota kita ini kota jakarta.
"Sayang kalau kamu cape mau istirahat juga boleh, biar mas yang menjaga mu sayang soalnya perjalanan kita lumayan jauh takut saat sampai justru ksmu kecapean. Kamu ingat bukan pesan mama dan bunda tadi pagi saat mereka telpon, kamu harus banyak istirahat dan harus banyak makan nanti kalau kamu sakit mas bisa di telan hidip-hidup oleh kedua singa itu hehehe" ujar Devan terkekeh namun Devan tidak menyadari jika perkataannya membangunkan singa yang siap mau tidur.
"Apa mas bilang tadi? Kedua singa!? Oh...jadi mas memberikan julukan untuk mama dan bunda , mereka berdua singa begitu kah? Terus aku apa mas..cobak jawab aku apa, kalau mama dan bunda singa? Kalau mama singa berarti mas anak singa begitu"? Ujar Alin membuat Devan terkejut.
Mampus kamu Devan dasar Tuan muda tidak tahu tempat saat ngomong udah tahu singa muda ada disampingnya tapi justru bicara begitu.
"Ma...kaaf sayang mas tidak bermaksud bicara begtu mas hanya, bercanda sayang jangan marah ya dan jangan bilang ke mama dan bunda, tadi mas bercanda" ujar Devan gelagapan mendengar pertanyaan Alin.
"Apa.....tidur diluar kenapa bisa begitu sayang jangan dong, kamu tahu semenjak menikah dengan kamu mas tidak bisa tidur sendiri masa mas harus tidur di luar sih jangan dong sayang, maaf minta maaf" Devan takut di suruh tidur di luar hal itu membuat sekretaris Dimas dan pengawal Boby tidak bisa menahan tawa akhirnya mereka tertawa. Namum justru mereka mendapatkan tatapan tajam dari Devan.
"Hahahaha.....kasian Tuan muda datang bulan madu justru disuruh tidur di luar oleh nona muda apes banget hidup Tuaa muda"
"Pokoknya mas harus pilih salah satu kalau tidal dua-duanya mas tidur di luar malam ini dan setelah pulang Alin lapor ke mama dan bunda, kalau anal laki-laki yang mereka bangakan memberikan julukan kepada mama dan bunda singa tua. Hahaha Alin tidak bisa bayangkan betapa murkanya mama dan bunda saat mendengar ini" ujar Alin menakut-nakuti Devan membuat Devan keringat dingin.
__ADS_1
Devan sampai memohon kepada Alin karena Alin kasian akhirnya Alin mau memaafkan Devan dengan syarat Devan jangan perna bicara begitu lagi karena kalau itu terjadi Alin tidak akan maafon Devan.
"Sayang mas mohon maafkan mas, mas janji mas tidak akan mengulanginya lagi. Tadi mas hanya salah ngucap aja kok maafin mas ya" ujar Devan sambil mengatupkan kedua tangannya
"Baiklah kali ini Alin masih berikan kesempatan untuk mas tapi tidak untuk lain kali, kalau Alin mendengar sekali lagi Alin tidak akan memaafkan mas ingat janjimu mas." ujar Alin membuat Devan bahagia dan langsung memeluk Alin.
"Serius sayang! Makasih ya sayang sudah mau memaafkan mas,mas janji tidak akan mengulaginya lagi" ujar Devan.
Karena Alin juga merasa cape sudah jalan-jalan dari pagi sampai jam setengah tiga mereka masih di jalan menujuh ke The Dubay Fountain.
"Mas, Alin merasa ngantuk sekali, Alin istirahat sebentar ya kalau sudah sampai mas bangunin Alin, masih lama bukan? " tanya Alin
"Iya nona muda masih lama sepertinya kita sampai disana setengah empat" ujar Sekretaris Dimas.
Alin tidur di pelukan Devan sambil menyadarkan kepadanya di dada bidang Devan, hampir tiga puluh menit Alin tidur karena Devan melihat sepertinya badan Alin sakit kalau tidak ganti posisi sehingga Devan memperbaiki tidur Alin dengan membuat kursi penumpang menjadi tempat tidur, lagian didalam mobil itu hanya empat orang Sekretaris Dimas dan pengawal Boby sedangkan pengawal yang lain di mobil lain.
Mereka tidak pake sopir dari hotel karena sudah ada pengawal jadi mereka yang mengemudi dengan sendirian, Alin tidur dengan pules sampai Devan mengelus kepalanya dan menutupi badan istrinya dengan selimut yang ada, mereka kemana-mana sudah persiapan.
__ADS_1
"Istriku pules banget tidurnya dasar anak bandel sudah cape juga bukannya pulang saja dia masih ngotot untuk datang ke tempat wisata lain, lihat sangking capenya nyenyak banget." gumam Devan dalam hati. Devan bersyukur Tuhan mengirimkan dia seorang wanita yang sanfat cantik dan baik walaupun adakalahnya ngeselin dan me gemaskan juga itu yang membuat Devan senang.