
Keesokan hari nya alin dan yora bagun bersamaan, dan seperti biasa mereka menyiapkan sarapan pagi untuk mereka, karena pagi ini alin ada pertemuan penting dengan klien, jadi alin meminta devan untuk gak usa jemput ia mau bawa mobil sendiri aja, awal nya devan menolak tapi karena alin pintar merayu makanya devan langsung luluh hati nya.
Sedangkan yora sekarang ia masih kerja di perusahaan asing, alin sudah minta berulang kali agar yora resign dari perusahaan itu, karena yora sering keluar negeri karena tuntutan pekerjaanya.
Namun yora kata nya bolum bisa jadi sementara waktu ia masih tetap kerja di sana, "Yor lo di antar kan sama kak leo? Kalau begitu gue duluan ya ini udah jam tujuh gue ketemuan dengan klien jam delapan takut macet".ujar alin
"Ha jam delapan, pagi banget, apa gak bisa di undur sedikit gitu jam sembilan ke masa jam delapan orang masih tidur hahahaha" ujar yora heran.
"Hmmm begitulah yor klien yang minta ya kita nurut aja" ujar alin pasra
" Yaudah kalau begitu soalnya, gue gak di antar sama mas leo lin , kata nya ada keperluan mendadak tapi gue gak tahu keperluan apa, gue pergi dengan mobil sendiri aja lin jadi lo duluan aja, tapi uda sarapan kan lo." tanya yora.
"Iya yor gue udah sarapan, lo juga jangan lupa sarapan nanti kalau lo sakit kan bisa barabe nanti, kak leo mala marahin gue katanya gue gak perna perhatikan jantung hatinya".ujar alin terkekeh
"Oalah lo ya lin, bikin jantung gue gak nyaman aja, lagian mana berani mas leo sangup marahin adik kesayangan nya yang agak sedikit manja itu, dan kadang susah di atur haahhaha." ujar yora ngejek alin sedangkan yang di ejek memajukan sedikit bibir nya kedepan bikin mayun.
Ya biar saya perjelas di bab ini ya kalau yora dengan leo sudah fiks pacaran.
waktu malam pertunangan saras dan jhovan, pas pulang dari sana leo ngajak yora dinner nanti jadibesok malam nya, yora dengan leo pergi dinner romantis saat itu lah leo lamar yora di tempat dimana sudah leo persiapkan dengan matang.
Dan yora juga terimah lamaran dari leo karena yora gak sanggup menolak lamaran dari leo, apa lagi diam-diam yora juga sedikit menyampan hati dengan leo, hal itu yora sampaikan ke alin, makanya alin senang tapi juga selalu jailin yora.
" Yauda deh gue duluan ya kak ipar yang cantik tapi juga yang paling cerewet, semoga setelah menikah kak leo menyuruh berhenti bekerja ya di perusahaan itu ahahaha". Ujar alin Setelah selesai bicara alin langsung kabur takutnya yora balas lagi jadi makin panjang cerita.
__ADS_1
"Hummm tingkah nya, kadang menjengkelkan tapi kadang lucu, pantas aja mas leo mau jadi kak nya, yupss alin kan sudah lama berteman sama gue, kok jadi ngaur gini sih kayak gak tahu tingkah nya aja, haahha" yora bicara sendiri katawa sendiri.
Alin turun ke bawa dengan lift setelah sampai di bawa, alin langsung bergegas masuk kedalam mobilvnya dan menghidupkan mesinnya ia langsung melaju ke jalan raya, alin melihat jam di tangan nya.
"Hummn ini semua gara-gara jailin yora jadi sekarang sudah setegah delapan semoga gak terlambat, apa lagi klien kali ini sangat penting sampai perjanjian jam delapan aja saya setujui, apa lisa udah nyampe belum ya, gue telpon lisa dulu.
Drtttttt drrrtttttt!!
Lisa yang baru nyampe di kaffe kanget hp nya berbunyi kencang, dengan cepat lisa mengambil dari dalam tas, ternyata ali."Hallo bu"
"Lis kamu sudah dimana, sudah nyampe belum"? Tanya alin
"Ni baru nyampe bu di caffe tapi belum datang orangnya, ibu sudah dimana sekarang". Tanya lisa.
" Oh, ok baik bu hati-hati, nanti kalau lrang nya sudah sampai tapi ibu belum nanti saya kabarin bu". Ujar lisa langsung putuskan panggilan nya dengan alin, lisa langsung masuk ke dalam caffe, dan cari tempat duduk yang tepat dan nyaman.
"Oh baik lis, jangan lupa kabarin kalau, klien sudah sampai" ujar alin
Sedangkan alin masih kesal karena macet banget pagi ini," hummm pake macet segala lagi semoga, gak terlambat deh."
Akhirnya tak lama alin sampai di parkiran caffe, ia keluar dari mobil nya dan masuk kedalam caffe, matanya menelisik mencari sosok lisa, yang duduk tak jauh dari situ lisa melambaikan tangan nya ke alin, alin mengambil langkah seribu menuju ke lisa, sampai ia langsung di persilahkan duduk oleh lisa.
"Selikan duduk bu" ujar
__ADS_1
"Bagaimana lis, semuanya sudah siap kan tinggal tunggu pak lim kan lis? untng saya gak terlambat".ujar alin
"Udah semua kok bu, gak terlambat lah bu, ini aja masih pagi kita aja yang kecepatan datang, kita janji kan jam sembilan sedangkan ini baru jam delapan lewat lima belas".ujar lisa
"Ha, jam sembilan? Bukan nya semalam kamu kirim pesan bilang kalau ketemu jam delapan, kenapa tiba-tiba beruba jadi jam sembilan lis?" tanya alin heran sedangkan sekretarisnya sudah gak tahan dengan ekspresi wajah alin dan lisa mala ketawa
"Hahaha sorry bu keceplosan katawa nya, cobak ibu baca lagi pesan itu apa benar, saya bilang jam delapan bu". Lisa benar-benar menaha tawa melihat kelucuan bos nya.
Karena alin juga penasaran akhirnya ia mengambil hp nya tiba-tiba tawa nya pecah, karena memang semalam lisa lupa kasih jadwal nya ke alin jadi memang sekitar jam sepuluh baru lisa kirim ternyata alin sudah ngantu jadi gak fokus baca.
"Sorry lis saya baru lihat" ujar alin jadi malu sendiri
Tak lama kemudian seorang laki-laki tinggi putih, gak kalah tanpan dari devan datang menghampiri mereka.
"Selamat pagi bu alin, bu lisa, maaf saya sedikit terlambat karena macet" ujar laki-laki tersebut sopan.
"Tak masalah pak lim kami juga baru sampai, lagian masih kurang lima belas menit lagi jam sembilan" ujar alin
Akhirnya mereka berempat membahas kontrak kerja sama antara perusahaan pak lim dan perusahaan alin, pak lim dengan sekretaris nya dan alin bersama lisa.
Gak lama dalam pertemuan mereka hari ini hanya memakan waktu sekitar tiga puluh menit akhirnya pak lim setujuh, dan akan tanda tangan kontrak nanti.
"Makasih pak atas kerja sama semoga kita saling menguntungkan." ujar alin.
__ADS_1
"Sama-sama bu alin" jawab pak lim sekalian berpamitan undur diri karena masih ada miting.