Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
25:25 Oliv vs Sopir.


__ADS_3

Delapan jam perjalanan, bagi kedua sejoli yang sedang mabuk cinta, yang baru saja turun dari pesawat itu, hanyalah sebentar. biasalah ya, bucin, jadi gak terasa seoalah dunia milik berdua.


Devan dan alin, keluar dari loby utama bandara, yang langsung di sambut oleh anak buah dimas, yang sudah menunggu loby bandara beserta mobil jemputan, pas dimas melihat anak buahnya, langsung dengan langkah cepat, ia membuka pintu mobil untuk kedua bosnya.


Selamat datang bos, silakan masuk, ujar jono.mempersilahkan bosnya masuk ke mobil, dan di sambut anggukan dan senyum, oleh kedua bos mereka.


Setelah di lihatnya semua sudah beres, jono menghidupkan mesin mobilnya, dan menjalangkan, menerobos bersama dengan kendaraan lainnya di jalanan.


Di tempuh sekitar satu jam perjalanan, akhirnya sampai juga di apartemen alin, Jono menakutkan minumnya dan membuka pintu untuk bosnya,.


"Sayang mau mampir dulu, apa gimana? Atau mau langsung aja,"tanya alin


"Maaf, sayang aku langsung aja ya, nanti besok baru mampir soalnya, lelah bangat gapapa kan sayang," tanya devan pastiin takutnya alin marah.


"Oh gapapa sayang, saya juga sangat lelah, pengen istirahat".


"Tapi kamu gak takut sendirian kan"? Tanya devan mastiin."


"Ya sayang, tenang aja karena besok Yora, teman aku juga pulang, mungkin sekarang sudah dalam perjalan."


"Ha, teman? Teman siapa, kok gak perna cerita sama aku, kalau sayang punya teman, cowok Apa cewek"? tanya devan. Namun pertanyaan degan disambut tawa oleh alin rasanya lucu aja.


" Hahaha, kamu lucu sayang, menurut kamu, Yora itu cewek apa cowok?"


"Ya siapa tau aja cowok,"


"Oh, iya maaf aku lupa cerita, jadi iya aku tinggal sama teman, di apartement ini tapi hampir dua minggu lebih dia itu ada tugas kerja di luar negeri. Makanya waktu kamu kesini, dia gak ada nanti deh, aku kenalkan sama kamu ya, kalau besok dia sudah pulang, hati-hati di jalan aku masuk dulu."


Alin, bergegas masuk kedalam apartement, sedangkan devan, degan dimas dan jono, melanjutkan perjalanan menuju ke apertement milik deva.

__ADS_1


Sesampainya alin, dalam kamar, ia langsung bergegas membersihkan diri, untuk istirahat karena tadi mereka sudah makan di pesawat, jadi masih kenyang.


Setelah selesai rutinitasnya di kamar mandi, alin duduk di meja riasnya, mengolesi wajah cantiknya dengan pelembab, dan krim agar kulitnya lebih terlihat segar. Setelah puas alin beranjak ke tempat tidur dan berbaring, gak berapa lama akhirnya ia tertidur.


Devan, juga sekarang sudah sampai di apartementnya" Dimas, kamu istirahat aja hari ini saya sangat lelah, jadi gak ada agenda pertemuan, terserah hari ini kamu bisa bebas, mau istirahat atau mau kemana itu urusan kamu."


Seketika dimas mengulum senyum lebar, makasih bos, tapi maaf saya juga sangat capek jadi mau istirahat,


Ok terserah kamu.


Mereka berdua, masuk ke kamar masing-masing, dan devan gak bedah jauh dari alin, ia langsung bergegas merampas handuknya. dan masuk ke kamar mandi, selang dua puluh menit ia keluar dengan rambut sedikit basah.


Wah... Gantengnya, makin nampak, ia berganti dengan baju kaos putih, dan celana pendek selutut, dan segera naik ke atas singgasananya. Tapi sebelumnya ia mengirim pesan ke pujaan hatinya.


Siapa lagi kalau bukan alin, seusai kirim pesan, ia meletakan benda pipinya di atas nakas dan berbaring, tak selang lama ada dengkuran harus keluar tandanya orangnya sudah terlelap.


Seusai oliv, telpon devan, dan mendengar kalau devan sudah di bandara, oliv panik dan segera memasukan pakian kedalam koper seperlunya aja, nanti bisa beli kalau soal pakian asal bisa bersama dengan devan pikirnya.


Padahal devan, sudah ingatkan kalau dia gak mau oliv ikut, jadi gak usa datang ke bandara, tapi dasar sih oliv aja yang ngeyel, jadi mau gak percaya.


Dengan senang hati, berangkat ke bandara, pikirnya mungkin devan hanya bercanda, tapi ia tetap menunggunya, setelah oliv pesan taksi tak lama taksi datang dan langsung berangkat ke bandara.


" pak bisa cepatan dikit gak, aku dha terlambat nich, nanti calon suamiku meninggalkan aku gara-gara terlambat, ckckckc sih oliv ge-er ."


"Mbak sabar ini juga sudah ngebut, kalau nanti, kita tabrakan dimana mbak mau tanggung jawab,"


"Bawel deh cepatan, saya nanti bayar lebih,"


"Mbak, gapapa, gak bayar lebih, aku masih mau hidup kasian istri dan anak saya. kalau saya mati mereka makan apa, kalau mbak kan masih sendiri, jadi mati juga gapapa" ups sorry mbak kecoplosan.

__ADS_1


"Apa kamu bilang, enak aja katain aku mati".


"Makanya kalau mbak gak mau mati, jangan nuntut, nih juga macet bangat tuh lihat depan, dimana kita mau cepat.


Oliv, dengan sih sopir aduh mulut, karena oliv rasa ada benarnya juga yang di ucapkan. sama pak sopir akhirnya dia diam aja, walaupun ngodok dalam hati.


Idiih sih pak tua ini, mulutnya pedes bangat. beraninya katain saya lagi, hmmm kenapa harus macet gini sih, semoga devan masih nungguin aku, di bandara.


Jangan sampai deh, devan sudah pergi, masa aku pulang lagi kerumah bawah koper dihhhhh malunya. Jangan sampai deh, "Pak gimana dha bisa belum jalannya? " dah telat nih.


"Ya, ampun, mbak, bisa sabar dikit napa, mbak, kalau memang calon mbak, itu cinta dan sayang sama mbak, percaya deh, selama apapun Mbak, datang dia pasti sabar nungguin mbak.


Tapi kalau dia gak cinta sama mbak, bisa jadi sekarang dia sudah berangkat, naik pesawat lepas dari cewek gila kayak mbak,


He, pak bisa gak sih, gak usa ngatain saya terus, masa bilang saya cewek gila lagi, lagian saya percaya kok pacar saya pasti nungguin saya secarakan dia sangat mencintai saya,.


Perkataan oliv, di sambut gelengan oleh sang sopir, seolah gak percaya. Semoga aja ya mbak, saya takut nanti aja kalau pacar mbak, sudah kabur karena takut sama mbak. Orang Mbak bawel goni. umpat dalam hati.


"Stopppp, bisa gak pak gak usa ngakatain saya terus, malas bangat deh,


Mbak turun".


"Loh, loh kok disuruh turun kan belum nyampe, kenapa nyuruh turun, tanya oliv heran.,


"Mbak, cari taksi lain aja deh, mbak, gak usa bayar, saya malas antar cewek gila, cepat turun.


"Dengan terpaksa, sih oliv di turunkan dijalan, padahal dari tempat ia di turunkan ke bandara masih jauh, Duh dasar pak tua, seenaknya turunkan aku dijalan.


Memang benar-benar gak punya hati, mala panas gini lagi, aduh hari ini nasib saya apes bangat. Cari taksi dimana lagi ya, cobak tau gini tadi bawa mobil aja.

__ADS_1


__ADS_2