Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
74:74 Kebaikan leo


__ADS_3

Hampir empat puluh menit devan menyetir, karena devan melihat alin baik-baik saja jadi devan merasa tenang, tak lama kemudian mobil devan membelok masuk kedalam parkir apertemant, devan keluar dan membuka pintu untuk alin ternyata boby dan leo juga sudah keluar dari mobil dan berdiri menunggu alin dan devan, "kak tadi kak kemana kok tadi pagi alin gak lihat kak, kata yora kak ada keperluan."


"Dek sekarang kondisi kamu dimana baik-baik aja kan, dan soal tadi pagi nanti lah kamu tahu, yuk kita masuk kedalam"? Ujar leo dengan lembut.


Mereka berempat melangkah masuk kedalam lift" loh sayang dimas mana, biasa nya ngekor aja sekarang gak kelihatan" tanya alin heran


"Dimas ada urusan, nanti juga kamu tahu sayang". tak lama bunyi lift tandanya mereka sudah sampai.


Ting tong!!!!


Masing-masing menyeret kaki mereka melangkah masuk kedalam kamar alin, tapi pas alin mau buka pintu apertement kok gak terkunci apa yora sudah pulang, tapi gak mungkin juga, karena ini baru setegah dua.


Baru juga alin dorong pintu kamar apertement sudah cium wangi masakan, alin memandangi wajah ke tiga pria itu satu persatu kalau devan dengan boby biasa aja, sedangkan leo hanya senyum-senyum sendiri.


"Kak, ada apa ini kenapa kak seperti menyembunyikan sesuatu." alin minta jawaban


"Dek sampai kapan kita berdiri di depan pintu ini masuk dulu napa, kaki kak sudah mau patah tahu" ujar leo di sambut anggukan dari devan dan boby.


Dan mereka masuk ke dalam alin langsung menuju ke dapur mini nya" baru juga berapa langkah betapa bahagia nya alin melihat ada dua wanita paru baya yang ia rindukan.


"Bundaaaaaaaaaa!"


"mamaaaaaaaaa!"


Teriakan alin membuat ketiga pria yang asyik duduk di sofa terkejut terutama devan, ia sendiri gak tahu sang mama datang ke kota B.


Devan langsung menatap leo dengan tatapan intimidasi membuat leo bergidik ngeri, leo tahu devan minta penjelasan. Tapi leo hanya senyum.


Alin langsung berhambur ke pelukan kedua wanita paru baya yang ia rindukan berapa hari ini.

__ADS_1


"Sayang gimana kabar kamu, mama dengan bunda sengaja datang gak kabarin kamu, karena mau buat kejutan untuk kamu, bahkan bunda dapat laporan sekalian permohonan dari seseorang, karena kata nya anak bunda yang cantik ini rindu sampai menangis" ujar bu nesta


"Ha siapa yang meminta mama dan bunda kesini terus lapor kalau alin rindu sama bunda dan mama, mas devan ya ma, bund" tanya alin heran alin yakin antara devan kalau gak kak nya.


"Hahaha devan aja gak tahu kalau mama dengan bunda kamu datang kesini, cobak tanya sama devan pasti ia juga binggung" ujar bu asta


'Ya Tuhan kalau begitu ini pasti kerjaan kak leo, yang sampai meminta bunda dan mama kesini, memang aku gak salah memanggil nya kak, ia sampai berusaha untuk membuat ku bahagia'


"Makasih ya bund, ma. Alin kangen banget".


"Nak kamu gak ingin kan? Mama dengan bunda kamu cepat mati, karena kehabisan nafas, kamu kurus tapi pelukan kamu kencang banget sampai double mama sama bunda kamu".ujar bu nesta yang sudah mau kehabisan nafas gara-gara pelukan alin kuat.


"Haha maaf mam, bund. Soalnya alin senang banget bunda dan mama datang kesini berikan kejutan istimewa untuk alin" ujar alin dengan binar mata kebahagiaan.


Setelah selesai alin kembali ke ruang tamu dan langsung berhambur ke pelukan leo, membuat leo yang lagi duduk sambil bercengkrama dengan boby dan devan kaget.


"Hay, adik kecil kak kenapa," tanya leo


"Iya kak lakukan apa pun untuk mu, kamu bahagia dek kak juga bahagia"ujar leo sedangkan devan yang dari tadi duduk di situ merasa cemburu dengan leo" Aku kok gak di peluk sih" ujar devan masang muka cemberut. Sontak membuat yang lain ngakak.


"Tuh lihat adik kecil, ada yang cemburu melihat adik peluk kak tapi gak kebagian" ujar leo sengaja memanas-manasin devan


"Kak ipar tunggu lah dulu, sekarang ini adik kecil masih milik kak nya, nanti kalau sudah sah jadi nyonya Wijawa baru saya sebagai kak lepaskan dia jadi kak ipar bebas peluk nya, ahahahah" ujar leo


Kalau yang di tempat alin sangat bahagia berbedah lagi dengan kondisi di rumah pak donal, saras sampai di rumah dengan kondisi berantakan dan memar di pipi nya, bahkan perut nya terasa nyeri, saras keluar dari mobil dan berjalan tertati-tati menyeret kaki nya dengan berat masuk ke dalam rumah. Pas sampai di ruang keluarga ternyata bu ratna dengan gaya santai lagi duduk wenak, sontak kanget melihat putry satu-satu nya babak belur.


"Saras.....kamu kenapa nak, kamu dari mana kenapa kondisi kamu seperti ini," tanya bu ratna tapi belum di jawab oleh saras hanya air mata yang mengalir dengan sendirinya.


Bu ratna meneluk saras dengan erat karena gak tega melihat kondisi anak nya, selama ini sebesar apa pun kesalahan saras gak sampai begini kondisi nya, jadi bu ratna syok lihat saras pulang dengan kondisi seperti ini.

__ADS_1


"Jawab mama sayang siapa yang memperlakukan kamu seperti ini, biar mama kasih pelajaran sama manusi gak punya hati itu" ujar bu ratna mendesak saras untuk jawab.


"Ma, sepertinya kita dalam masalah besar. Kita harus pergi dari sini ma," ujar saras membuat mama nya terkejut.


"Masalah besar bagiamana saras? mama gak ngerti deh, mama tanya kamu dari mana, bukan nya jawab mala menyuruh mama pergi, terus bilang masalah besar apa, ini kan rumah kita, ngapain cobak harus pergi". Ujar nya


"Ma saras dari kantor nya mbak alin, jadi tadi saras di siksa disana sama mbak alin ma." ujar saras


Saras mulai cerita semua nya dari awal kedatangannya dan permintaan saras ke alin, tapi alin menolak akhirnya pertengkaran terjadi, sampai alin menyiksanya dan mengatakan kalau ia akan menjobloskan mereka ke penjara.


Mendengar penjelasan dari saras seketika membuat bu ratna ketakutan, ia takut ancaman alin itu bukan main-main, apa lagi sekitar setegah empat katanya pak donal pulang ke rumah.


'Duh gimana ini kalau benaran anak sialan itu lapor polisi bisa masuk penjara aku dan saras, Ah tapi dari mana si cecunut itu dapat bukti, waktu itu saya suruh adam melenyapkan semua bukti jadi mungkin itu hanya gertakan aja, saya gak percaya anak kurang ajar itu lapor polisi'


'Sih adam juga kemana ya, di telpon juga gak bisa ah dasar, giliran minta uang baru nongol, sementara waktu masih aman lah karena bukti sudah gak ada itu hanya ancaman bod**h'


Bu ratna anda gak tahu kalau sebentar lagi tempat kamu bukan di rumah besar itu lagi, tapi di hotel bintang lima haahah. Nikmati aja dulu selagi masih bisa, jangan sampai hanya hitungan jam nasib anda beruba bu ratna, jangan anda meremekan alin, karena ancaman alin kali ini gak main-main dan anda juga jangan lupa nyonya ratna, siapa calon alin.


Bu ratna memapah saras ke kamar untuk membersihkan badan, dan mengobati luka yang ada di bibir dan memar yang ada.


"Dasar anak sialan berani sekali kamu menganiaya anak saya tunggu papa pulang saya kasih tahu dulu, biar buat perhitungan sama kamu"


Saras hanya meringis kesatikan ketika luka-lukanya kena air


********


Hay pembaca setia, jangan lupa mampir ya


dan jangan lupa tinggalkan jejak komen dan like,

__ADS_1


Akan membantuh autrhor. Dan mohon maaf,


Masih banyak kata- kata yang salah.


__ADS_2