Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
175


__ADS_3

Setelah selesai bersenang-senang didalam kamar mandi dan sudah puas Devan dengan semangat mengendong Alin ala bridal style keluar dari dalam kamar mandi dan mendudukkan di atas kursi didepan meja rias , bukan hanya itu Devan juga inisiatif untuk membantu Alin mengeringkan rambut Alin. Ya Devan harus bertanggung jawab tahu berbuat tahu bertanggung jawab juga, karena gara-gara Devan dari semalam rambut Alin di cuci terus hehehe.


Kedua pelayan tadi yang membersihkan kamar pengantin sudah keluar sebelum Devan dan Alin keluar dari kamar mandi, mereka sudah menyiapkan makanan di atas meja dan tempat tidur juga sudah rapih namun Alin belum menyadari kalau Devan menyuruh kedua pelayan untuk membersihkan tempat tidur sekalian menganti sprei yang sudah kotor.


"Sayang sini mas bantu ngeringkan rambut kamu, setelah ini kita sarapan ya sebenarnya ini bukan sarapan lagi tapi sudah makan siang namanya karena sudah jam sebelas jadi sekalian makan siang kita ini hehehe, makasih ya sayang kamu sudah mau melayani mas, oh ya tadi bagaimana rasanya masih sakit atau sudah mulai terasa nikmat." Tanya Devan membuat wajah Alin merah merona kayak kepiting rebus karena malu.


"Sama-sama mas itu sudah kewajiban Alin untuk melayani mas sebagai suami Alin, ya masih sakit sih mas tapi sudah mulai terasa nikmat, karena tapi mas lakukan dengan lembut dan saat mas masukin kedalam pun tidak terlalu sesak kayak semalam mas" ujar Alin malu-malu.


"Ya begitu lah sayang namanya juga semalam baru pertama kali, ibaratnya sebuah barang baru yang masih di segel jadi pas buka segelnya penuh perjuangan, sama kayak kamu juga sayang ini baru pertama kali jadi tempatnya masih sangat kecil. Sedangkan kamu lihat punya mas segedeh ini kamu bisa bayangkan aja mas masukan kesana tidak tidak mungkin bukan tidak luka atau sobek pasti ada bekasnya, semalam mas juga setengah mati untuk menembus gawang kamu sayang makanya mas terpaksa mas tancapkan dengan agak sedikit keras supaya bisa tembus dan benar saja tembuskan walaupun sayang merasa sakit, tapi itulah resikonya sayang lama-lama juga terbiasa." ujar Devan.


"Mas apakah semua pria punya barang segedeh punya mas, ngeri tahu hehehe...gede benar Alin aja takut awalnya tapi sekarang ya nikmati saja." ujar Alin.


" Tidak semua sayang, ada yang lebih gede lagi dari ini ada juga yang agak sedang kalau punya mas ini ya bisa di bilang lumayan lah. Tapi kamu harus tahu sayang justru banyak wanita jaman sekarang sukanya paling gede katanya itu sangat memuaskan" ujar Devan sedangkan Alin yang mendengar penjelasan Devan bergidik ngeri.


"Tapi mas, kata teman Alin mereka sering berhubungan dan gonta ganti pasangan tidak perna sakit seperti Alin, bahkan dulu Alin perna di ajak untuk mencoba tapi Alin tidak mau, nustru katanya membuat mereka ketagihan" ujar Alin.

__ADS_1


"Ya karena mereka sudah sering kali melakukannya sayang makanya tidak sakit, kalau sayang kan baru pertama, untuk sayang tidak ikut ajakan mereka. Sudah ganti dulu bajunya sayang."


"Mas Alin pakek apa, kenapa baju yang sudah Alin siapkan tidak ada di koper dan hanya pakian kurang bahan, Alin kaget semalam lihat tidak ada baju padahal ini koper yang Alin titip ke mbak Yora masa salah sih" ujar Alin kesal.


"Oh ya, lupa mas kalau pakian kamu tidak ada disini semalan mas menyuruh pelayan untuk menyaipkan pakian untukmu, tapi ya yang di bawah kayak gini semua sama kayak semalam juga. Sepertinya ini kerjaan mama dan bunda deh memang kedua orang tua ini ngerjain kita berdua mereka menyaipkan baju kurang bahan begini tapi ya mas sangat suka sayang itu artinya setiap detik atau menit mas selalu melihat gunung mas disini. Mereka takut kamu pake baju mas samoai mereka hanya menyediakan dua baju untuk mas"


Jadi bu Asta dan bu Neska sepakat untuk tidak memberikan pakian yang sudah di sediakan oleh Alin dan di titipkan ke Yora, Alin berencana setelah selesai acara nanti pakian itu di pakek, namun ternyata bu Neska dan bu Asta menukar pakian itu dengan satu koper Lingerie dan memasukan kedalam lemari di susun oleh pelayan.


Sehingga semalam saat Alin dan Devan keluar dari kamar mandi dan hendak ganti baju ternyata hanya baju Devan aja yang ada namun baju Alin tidak ada, dengan terpaksa Alin mengambil salah satu lingerie dan memakainya.


"Sayang pakek aja dulu sementara ya hari ini kamu jangan keluar dulu karena kamu juga masih sakit biar mas aja yang keluar nanti minta Dimas belikan" ujar Devan.


Terpaksa Alin kembali memilih salah satu baju kurang bahan itu dan memakainya sehingga semua tubuh putih mulus Alin terekspos. Jejang lehernya mengodah jiwa Devan kedua gunung kembar yang terlihat jelas, setelah selesai ganti baju Alin dan Devan mulai sarapan.


"Sayang duduk di pangkuan mas biar mas suapin kita makan satu piring aja" ujar Devan so sweet banget pengantinnya. Alin juga menurut saja dan duduk di pangkuan Devan membuat barang yang di bawah menengang karena di duduki oleh Alin.

__ADS_1


Alin merasakan kalau ada sesuatu yang didibawah sangat keras, karena Alin penasaran sontak memengangnya membuat Devan berkeringat dingin karena hasratnya kembali bergejolak.


"Astaga sayang kenapa sayang memengang dia lihat deh dia kembali tenang lagi kamu mau di hukum, kalau mau terus lah pengang biar satu harian suruh dia berendam didalam" ujar Devan.


Devan tidak tahu kalau Alin juga sudah mulai terangsang juga, padahal baru selesai mandi dan sudah satu kali di kamar mandi pengantin baru ini benar-benar deh tidak ada puas-puasnya.


"Mas kalau Alin menginginkan lagi apa mas tidak mau" ujar Alin dengan suara parau sudah menahas hasratnya awalnya pengen makan jadi gagal endingnya kembali bercinta di tempat tidur, kali ini Alin sudah benar-benar mengila sampai keluar erengan-erengan halus yang tidak berhenti dari bi**rnya, tidak sampai disitu Devan juga melu**t kedua kembar Alin membuat Alin histeris karena merasakan surga dunia.


Kali ini Devan agak lebih cepat dari sebelumnya, karena dari semalam sampai tadi mereka bercinta di kamar mandi tapi kali ini di atas ranjang jadi Alin benarnya menikmatinya.


Hahaha...kedua pasuntri ini harus mandi berulang kali, ya itu salah mereka berdua baru keluar dari kamar mandi harus masuk lagi karena ula mereka bersama.


Devan membuang tubuhnya disamping Alin sambil memeluk Alin mereka berdua saling pelukan sebelum mandi lagi.


Krukkkkkk....krukkkkkkk!

__ADS_1


Mereka yang asyik berpelukan tiba-tiba bunyi perut Alin membuat Alin sontak menutup matamya kenapa perutnya tidak bisa di ajak kompromi bikin malu aja. Mendengar bunyi perut Alan sontak membuat Devan bangum dari tidurnya dan mengendong Alin membawahnya ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


__ADS_2