
Karena Oliv takut dengan ancaman tersebut akhirnya dengan terpaksan Oliv menyetujuinya, dari pada masuk penjara dan gak bisa dekat lagi dengan Devan mendingan ia berikan aja toh, kalau nanti jadi nikah dengan Devan uang segitu gak seberapa pikirnya.
" Hahaha tak masalah kalau kamu minta segitu, karena nanti saya jadi menikah dengan Devan dua meliyar itu kecil. Jadi baiklah saya akan kirim satu miliyar dulu nanti satunya miliyar lagi kalau kamu sudah lakukan tugasmu." ujar Oliv
"Gak bisa begitu nona, saya lagi butuh uang banyak untuk bayar hutang saya, jadi gimana kalau satu setegah miliyar aja nona transfer. Nanti sisahnya belakangan aja."
Oliv kamu kok bod**h banget sih, mau di manfaatkan sama orang itu padahal kamu hanya di kerjain dan mau memoroti kamu aja, tapi ia gak bakal melakukan pekerjaan yang kamu suruh. Habislah semua uang kamu di porotin.
Setelah berdepat panjang akhirnya kembali Oliv mengalah dan sesuai persetujuan Oliv mengirim uang sebanyak yang di sepakati. Oliv gak memikirkan imbasnya kedepan kalau ketahuan ia juga akan masuk penjara karena berani membayar orang untuk mencelakai orang lain.
Setelah selesai laki-laki itu segerah pergi, dan Oliv juga kembali kedalam mobil dan melajuh meninggalkan tempat tersebut, sekarang tujuannya adalah kantor Devan, sementara laki-laki yang tadi masih berdiri agak jauh dari tempat itu sambil tertawa.
"Hahaha....dasar perempuan licik. Awas aja kalau berani mencelakai Alin aku akan berikan perhitungan untukmu, heran perempuan secantik dia tapi hatinya busuk mau mencelakai orang hanya karena mememuhi keinginannya."
Laki-laki itu masuk kedalam mobil dan pergi meninggalkan tempat tersebut.
Oliv sekarang sudah dalam perjalanan menuju ke kantor Devan, sedangkan Devan yang sementara lagi memimpin miting penting hari ini di ruangan, jadi Devan sama sekali gak tahu kalau Oliv datang ke kantornya tanpa kasih kabar. Hampir satu jam Devan di ruang miting senentara ruangannya kebetulan gak terkuncin jadi siapa aja bisa masuk.
Setelah selesai miting Devan keluar dari ruang miting dan gegas masuk kedalam ruangan, namun baru aja Devan buka pintu, betapa terkejutnya ia melihat Oliv duduk didalam ruangannya.
__ADS_1
"Oliv......kamu ngapain didalam ruangan saya, dan siapa yang berani mengijinkan kamu masuk kesini ha?....sejaka kapan kamu datang bukannya kamu di kota A?" ujar Devan membentak.
"Devan....kamu gak kangen sama aku, aku kangen banget tahu sama kamu, aku sudah jauh-jauh dari sana hanya untuk menjumpai kamu disini." namun bukan hanya bicara aja, tapi Oliv juga segerah bagun dari duduknya dan berjalan mendekati Devan.
Devan yang masih berdiri menahan emosi, Oliv punya nyali yang kuat juga ia melingkarkan kedua tangannya pinggang Devan, biarpun Devan sudah berusaha menghindar tapi kali ini Oliv berlaku agresif semakin devan berusaha melepaskan tapi pelukan Oliv sekamin ia memperkuat pelukannya.
"Oliv...kamu apa-apaan sih lepaskan atau saya akan bertindak kasar sama kamu, kamu gak mau kan saya kasar, jadi mendingan kamu lepaskan tangan kamu dari pinggangku" bentak Devan.
"Devan Aku sangat mencintaimu, bukankan dari dulu kamu juga mencintaiku, terus kenapa kita gak nikah aja."
"Hahaha...mencintai mu? Sejakan kapan saya mencinta kamu, he Liv selama ini saya hanya menganggap kamu itu teman biasa jadi gak ada perasaan cinta sedikitpun untuk kamu jadi.
"Dev kamu kok berubah banget sih, kenapa Dev yang saya kenal dulu sangat beruba seperti ini, apakah pengaruh dari perempuan gak jelas itu"
Devan menatap Oliv dengan tatapan emosi," Apa kamu bilang, Calon istri saya perempuan gak jelas, seharusnya kata itu cocok sama perempuan seperti kamu, berani sekali ngatain calon istri saya seperti itu, sekarang saya minta kamu pergi dari sini sebelum saya emosi dan berbuat kasar sama kamu"
"Dev kamu kok jadi kasar gini sih kan memang kenyataan seperti itu, dulu mana perna seorang Devan itu kasar pada wanita. Kita ini sudah lama berteman Dev jadi saya sangat mengenal kamu. Tapi semenjak kamu kenal dengan perempuan itu humm lihat, kamu sangat berubah tahu gak"
"Iya memang saya berubah, jadi kalau kamu gak mau berteman sama saya juga gapapa. Itu lebih bagus agar saya lepas dari perempuan seperti kamu, kamu bilang kita teman, teman macam apa seperti kamu yang mau menghancurkan kebahagiaan saya, asal kamu tahu ya Liv sebelum saya kenal kamu, saya sudah terlebih dulu mengenal calon istri saya, jadi kamu gak berhak atas kehidupan saya."
__ADS_1
"Dev jangan salah paham, saya bicara begitu karena saya sayang sama kamu Dev, makanya saya belah-belain datang kesini hanya untuk ketemu sama kamu, masa kamu gak menghargai perjuangan saya Dev, boleh gak malam temanin saya makan malam saya sendirk Dev gak ada teman."
"Maaf ya Liv saya gak biaa menemani seorang perempuan makan malam, kecuwali calon istri saya jadi jangan berharap, lagian saya gak perna menyuruh kamu kesini bukannya kamu sendiri yang mau kesini jadi tak menghargai perjuangan apa yang kamu maksud"?
Devan dan Oliv berdebat, Oliv yang sudah di usir berulang kali, tapi tetap saja gak mau pergi mala masih nyosor aja didekat Devan membuat Devan makin emosi.
"Liv, saya katakan sekali lagi, kamu mau keluar sendiri dari sini atau kamu mau diseret paksa dari sini, nanti kalau tiba-tiba tunangan saya datang terus melihat kamu disini, bisa salah paham sama saya, sekarang saya minta kamu pergi dari sini kalau gak saya panggil Dimas dan satpam untuk menyeret kamu keluar"
"Haahha bagus dong kalau tunangan kamu datang Dev, bukankah itu kesempatan untuk kita berdua menunjukan ke perempuam itu kalau kita saling mencintai. Dan pasti ia akan melepaskan kamu Dev untuk aku."
Devan hanya gelengkan kepala, gak habis pikir dengan pikiran perempuan yang satu ini.
"Baiklah kalau memang kamu gak mau keluar biar saya panggilkan satpam untuk menyeret kamu keluar dari sini."
Oliv berpikir kalau dia diseret keluar pasti itu sangat memalukan, karena tadi dia sudah bohongi resepsionis kalau dia tunangan Devan, kebetulan resepsionis itu karyawan baru jadi Oliv gampang membohonginya.
Jadi kalau dia di seret berarti bukan hanya karena malu dilihat karyawan, tapi juga ia akan susa masuk ke kantor Devan lagi karena nanti wajahnya ditandain.
"Iya gak usa ngegas juga Dev saya akan pergi tapi nanti saya datang lagi ya."
__ADS_1
Dengan terpaksan Oliv keluar dari ruang Devan sambil berkata kalau ia akan kembali besok atau lusa.