
Bu Ratna senyum bahagia ketika mobil berhenti di depan gedung yang megah nan mewah pencakar langit itu, " akhirnya nyampe juga semoga alin ada di dalam,"
Setelah parkir mobil dengan gaya yang sombong dan congkak, ia berjalan lengak legok masuk ke dalam gedung. Banyak karyawan yang menatap nya dengan tatapan tak bersahabat, karena waktu acara mereka sudah melihat bu ratna.
Bu ratna langsung menuju ke resepsionis, "selamat siang bu, ada yang bisa saya bantu, Dan ibu mau ketemu dengan siapa?" tanya sih mbak resepsionis dengan sopan.
"Siang, saya mau ketemu dengan bos perusahaan ini, apa orang nya ada?" tanya ratna masih ada sopan.
"Maaf sebelumnya, apa ibu sudah bikin janji"? Tanya sih mbak.
"Belum sih, tapi memang nya gak bisa kalau belum buat janji". Ujar bu ratna
"Iya maaf bu gak bisa ketemu kalau belum buat janji. Boleh ibu pulang aja dulu terus buat janji baru besok bisa datang lagi kesini." ujar sih mbak mengundang emosi ratna
"He kamu siapa enak aja nyuruh pulang, saya ini ibu nya bos kamu, masah mau ketemu anak sendiri harus buat janji dulu". Pengakuan bu ratna membuat sih mbak melogo.
"Ha, yang benar bu, tapi setahu saya, bos kami itu sudah gak punya ibu, dia hanya punya seorang ibu angkat yang pemilik perusahaan ini".ujar sih mbak heran
"Oalah ini karyawan rendahan ini juga mau ceramahin saya lagi, awas ya saya aduin ke bos mu nanti kamu di pecat." haahha pede banget sih bu ratna songong lagi.
Karena mbak resepsionis sudah malas meladeni ibu ratna, akhirnya iya hubungi langsung ke alin dan menanyakan apakah orang ini di biarkan masuk apa gak.
"Hallo bos, maaf ini ada ibu-ibu datang kata nya mau ketemu dengan bos , tapi belum buat janji dimana ini bos, apa biarkan ia naik". ujar sih mbak
"Cobak kamu tanya siapa namanya".jawab alin heran
"Ok bos bentar."
"Maaf bu, boleh tahu siapa nama ibu ya."
Dengan senyum kemenangan ratna merasa senang karena pasti alin mau ketemu dengan nya" nama saya ratna.
"Maaf bos katanya nama ibu ratna". Ujar sih mbak, membuat alin mengangkat satu alis nya binggung kenapa manusia gak tahu malu ini datang kesini.
ngapain istri pak Donal itu datang lesing perasaan aku gak ada urusan apa-apa sama dia.
"Yaudah biarkan aja disitu nanti boby yang jemput."
__ADS_1
"Baik bos". Sih mbak langsung mengakhiri panggilan nya.
"ibu tunggu disini aja nanti ada yang datang jemput.. Sontak bu ratna senang.
"Saya juga bilang apa, awas aja nanti kamu di pecat." ujar bu ratna
Tak lama pintu lift terluka dan muncul boby dari dalam" maaf bu mari ikut saya bos sudah menunggu di ruangan nya.
Bu ratna langsung berlengok masuk kedalam lift dan menujuh ke lantai atas dimana ruangan alin ada, setelah lift terbuka mereka keluar dari lift dan melangkah menuju ke ruangan alin m, tapi mata bu ratna menerawang ke seluruh sudut, wah kantor alin mewah banget, bedah jauh dari kantor papa.
Tok tok tok!!!
"Silakan masuk," ujar alin
Tak lama pintu terbuka dan masuk boby di susul ibu ratna dengan senyum mengembang. "Selamat siang sayang," ratna lantas mau peluk alin tapi sayang nya alin menghindar.
"Silakan duduk". ujar alin datar
Setelah duduk alin langsung bertanya tanpa embel-embel.
Ihsssss untung saya ada rencana kalau gak siapa juga yang mau kesini ketemu dengan anak sih laras ini.
"Nak gak sopan bicara dengan orang tua sendiri seperti itu, nak pecat ruh karyawan kamu teh gak sopan sama mama, kata nya mama belum buat janji jadi gak diizinkan masuk". Ujar bu ratna masih lema lembut
"Hahha memang nya anda siapa mau main pecat karyawan saya. Memang benar yang di katakan karyawan saya itu. Kalau orang yang gak buat janji gak bisa masuk.
"Tapi bukti nyakamu injinkan mama masuk, itu artinya kamu masih sayang sama mama.
" Hhhh jangan bangga dulu, karena saya izinkan anda masuk itu karena saya hanya pengin tahu apa tujuan anda kemari."
"Katakan saja apa mau anda, jangan buang-buang waktu, lagian saya sudah gak punya orang tua, cuman punya bunda aja jadi sampai kapan pun hanya bunda Neska gak ada yang lain."
"Bu ratna menyodorkan bekal yang ia bawa, nak ini mama bawain makanan untuk mu, mama tahu jam segini pasti kamu belum makan kan."
"Anda tak perlu repot-repot karena saya juga gak butuh. Jadi sekarang jelaskan lah apa tujuan anda kemari."
"Baik lah kalau begitu mama langsung aja, kedatangan mama kesini ingin meminta maaf soal enam tahun lalu, waktu kamu di usir dari rumah, sebenarnya mama pengen belain kamu, tapi mama rasa kamu memang salah makanya mama diam aja takut papa juga usir mama."
__ADS_1
Astaga ini manusia mau uji kesabaran saya ini, dia kesini bukan tujuan minta maaf tapi ada mau nya kita lihat aja nanti, mendingan aku ikut permainan nya aja deh.
Karena alin masih diam bu ratna lanjut lagi bicara nya. "Lagian kamu juga salah nak kenapa kamu bisa lakukan itu hanya karena iri sama saras seharus nya kalian saling menyayagi. Bukan kah dulun kamu selalu mengalah, apa yang kamu punya, selalu kamu berikan ke adek mu."
"Hahaha gak usa bertele-tele, silakan apa yang anda mau karena saya tahu maksud ada datang kesini."
"Iya mama datang kesini karena atas kemauan mama sendiri, mama ingin kamu pulng ke rumah."
"Hahaha lucu ya, dulu waktu saya di usir dari rumah terkutuk itu anda disitu kan waktu itu, tapi saya lihat anda begitu bahagia melihat saya diusir.
Bukan kah anda sudah menang, karena sudah berhasil menyingkirkan ibu sekalian anak nya dan juga sudah menguasai semua yang anda inginkan, kenapa sekarang baru anda datang dan minta saya pulang, apa anda gak takut nanti saya akan rebut kembali semua yang ada." ujar alin
Seketika raut wajah bu ratna beruba dari senyum tiba-tiba jadi masam.
"Ok lah kalau kamu gak mau pulang gapapa tapi mama minta kamu harus berikan pekerjaan untuk saras di tempat ini lagian kamu bos nya jadi pasti tempat yang peting kamu berikan untuk adik kamu dan satu lagi kalau kamu mau kembali sama jhovsn juga gapapa".
"hahaha kalau dasarnya orang gak punya urat malu itu gitu ya, memang nya anda siapa ngatur-ngatur saya, untuk kasih jabatan penting untuk anak anda yang bukan siapa-siapa dan asal anda tahu, sampah ya cocok juga sama sampah, barang yang sudah saya buang gak sudih lagi saya untuk pungut kembali.
"Oh ya apa anda juga lupa kalau sekarang calon suami saya jauh lebih dari segala nya Tuhan berikan jadi untuk apa saya harus capek -capek punggut yang sudah kotor."
Sekarang juga saya minta anda keluar dari ruangan saya dan jangan perna kembali ke sini lagi.
"He anak kurang ajar berani sekali kamu bicara begitu sama saya, memang sih kamu gak bedah jauh dari mama kamu larasati." ujar ratna emosi
Sontak perkataan ratna mengumdan emosi alin, iya bangun dari duduk nya dan lantas mau menampar ratna namun di urungkan.
"Diam.... tutup mulut busuk mu itu gak pantas menyebut ibu saya yang terhormat itu.
"Untung saya masih punya hati, dan anda masih beruntung hari ini kalau gak saya pastikan hari ini menjadi mimpi buruk bagi anda."
Pergiiiiiii..........
Pergiiiiiiiii.....
Boby yang dari tadi berdiri disitu meminta bu ratna keluar tapi ia masih belum beranjak.
Boby seret perempuan ink keluar dari ruangan saya dan pastikan ia gak perna datang lagi kesini.
__ADS_1