
Sedangkan di tempat lain Alin dan Devan, sudah mempersiapkan diri untuk berangkat berbulan madu ke dubai untuk berlibur disana, sebenarnya yang memilih kesana adalah Alin awal perencanaan bukan kesana tapi pada akhirnya Devan hanya mengikuti Alin aja kemana Alin ingin pergi berbulan madu.
Alin mengatakan jika dari dulu Alin ingin jalan-jalan ke dubai tapi belum kesampaian jadi ini kesempatan untuk kesana bilan madu sekalian jalan-jalan kata Alin.
"Mas apa yang harus kita bawah dari sini biar Alin siapkan semuanya pesawat kita berangkat sore juga jadi masih banyak waktu untuk mempersiapkan semua ini," ujar Alin.
"Sayang ngapain kamu sibuk ngurus semua itu tidak perlu kamu cukup bawah pakian di badan kamu saja, tidak perlu memikirkan semua itu karena nanti di sediakan disana, sekarang kamu hanya cukup temani mas aja, dan siapkan dirimu karena setelah kita sampai disana kita akan lembur, kita harus bekerja keras supaya pulang dari sana sudah ada hasil hehehe...." ujar Devan.
Alin masih malu-malu mendengar perkataan Devan....sekarang mereka masih tinggal di hotel jadi Alin dan Devan pergi bulan madu langsung dari hotel aja, Devan dan Alin rencana mereka pergi dengan naik jet pribadi aja.
"Ah...mas kamu makin hari makin genit gini sih dulu tidak seperti ini kenapa sekarang jadi begini, tidak masalah Dinda bawah beberapa potong pakian aja masa sama sekali tidak bawah apa-apa." ujar Alin.
"Iya sayang tidak perlu biarkan Dimas yang menyiapkan semuanya, sekarang urus diri sendiri aja jangan mikirkan yang lain" ujar Devan
Alin juga nurut aja akhirnya dia siapkan pakian untuk di pake sebentar lagi.
Tidak terasa sudah sore mereka sudah bersiap untuk berangkat ke bandara, karena mereka akan berangkat dari bandara ke dubay jam enam sehingga mereka dari rumah setengah lima. Di antar oleh keluarga besar ke bandara.
__ADS_1
"Sayang hati-hati disana ya kalau sudah sampai kabarin bunda, jaga kesehatan" ujar bu Neska.
"Iya bunda makasih ya, tunggu ya bunda sampai Alin dan mas Devan pulang baru bunda dan mama balik ke kota A Alin dan mas Devan juga rencana ke kota A tapi pulang dulu dari dubay bunda, mama papa..jaga kesehatan biar Alin dan mas Devan pulang semua baik-baik saja....kakak Leo mbak Yora" ujar Alin.
Setelah selesai berpamitan Alin dan Devan terus rombongan lainnya, seperti asisten pengawal dan petugas lainnya ikut masuk kedalam bandara karena jet sudah siap.
"Tuan muda silahkan masuk kedalam pesawat karena sudah siap, sebentar lagi kita akan lepas landas." ujar Dimas.
Alin dan Devan masuk kedalam pesawat...
"Iya benar mas memang ini keinginan Alin dari dulu dan akhirnya tercapai juga setelah menyandang status nyonya Devan, sekarang kemana-mana tidak sendiri lagi karena sudah ada pengawal abadi di setiap aktifitas ku, dari tidur makan mandi selalu ada, oh ya mas, Alin baru ingat kemana teman setia mas itu, apa kabar dengan kehidupannya? Alin takut dia frustasi dan akan menjadi gila setelah videonya viral dimana-mana, bahkan Alin baca loh di komentar para netizen banyak hujatan kalau mentalnya tidak kuat bisa bunuh diri dia mas.
Sebenarnya Alin penasaran loh mas, sejauh apa hubungan mas dengan dia sebelum mas ketemu dengan Alin, kok dia merasa sangat tersakiti sekali dan malam itu dia datang bahkan dia bilang punya bukti kalau anak yang ada didalam kandungannya adalah anak mas, dia juga bilang kalau Alin menjadi duri dalam hubungan mas dengan dia, apa sebelum mas ketemu dengan Alin mas ada hubungan special dengannya"
"Hahaha....sayang kamu ngomong apa sih, mas tidak ada hubungan apa-apa dengannya apalagi hibungan special, memang dulu mas dengan dia itu teman baik, dia sering kali ke rumah bahkan dia juga sering nginap di rumah tapi besoknya baru di jemput sama pacarnya yaitu pria yang malam itu datang ngaku sebagai tunangannya, sebelum mas datang mencari kamu di kota B mereka berdua sudah tunangan dan bahkan tanggal nikah mereka sudah di tentukan undangan mereka juga sudah di sebarkan." ujar Devan.
"Lah terus kenapa dia pergi meninggalkan tunangannya dan mengakui kalau mas adalah calon suaminya padahal calon suaminya tanpan loh" ujar Alin
__ADS_1
"Nah itu dia mas juga tidak tahu kenapa tiba-tiba dia membatalkan pertunangan mereka, karena kami teman sehingga kedua orang tuannya juga kenal dekat dengan mas, tapi yang mas dengar dia membatalkan pertunangan dengan tunangannya itu setelah dia tahu kalau mas pulang ke kota A membawah seorang wanita cantik yang tidak bisa di tandingi oleh siapapun, jadi sayang jangan memuji pria lain di depan suamimu" ujar Devan cemburu Karena Alin memujih pria lain.
"Hahaha....cieehhhhh ada yang cemburu, tapi memang iya mas, masih kurang apa lagi coba dari calon suaminya itu sampai dia berani datang merebut suami Alin yang paling tanpan ini" ujar Alin memujih Devan membuat Devan tersenyum.
Saat mereka berdua keasyikan ngobrol tiba-tiba Dimas datang dan menyampaikan kalau pesawat sudah mau berangkat, Devan juga menyuruh Dimas untuk menyiapkan makanan nanti untuk makan malam sebelum istirahat dan Dimas menyuruh pelayan dan Chef untuk menyediakan makanan.
"Sekretaris Dimas tolong siapkan makan malam untuk jam tujuh, dan juga untuk semua kita yang ada diatas pesawat harus banyak makan biar tidak ada yang kelaparan."
" Baik Tuan" Sekretaris Dimas langsung pergi meninggalkan kedua pasuntri itu lagi bermesra,an.
Alin senang banget akhirnya dia menemukan kebahagiaan setelah bertahun-tahun dia menderita.
"Sayang kenapa dari kemarin mas memikirkan sesuatu ya semenjak dari acara akad sampai acara resepsi mas lihat bunda dengan papa sangat serasi apa tidak sebaiknya kita jodohkan saja mereka sayang, kan papa sayang sama kamu begitu juga bunda kalau Tuhan menghendaki mereka bisa punya anak lagi berarti kita dapat adik hehehe" ujar Devan tertawh lepas.
"Mas bicara apa sih....papa dan bunda sudah tua umur empat puluh begitu, kalau bunda memang umur masih muda empat puluh kalau papa umur empat tujuh, apa bunda ma? Belum tentu apalagi selama ini bunda sudah merasa bebas tidak ada yang mengatur kehidupannya, jadi Alin yakin bunda tidak akan setujuh jika di jodohkan dengan papa, kalay seandainya bunda mau menikah mungkin sudah dari dulu waktu meninggal suami dan anaknya, tapi itu pun sampai sekarang bunda masih tetap mencintai almarhum suaminya.
Alin yakin pasti suaminya bunda sangat baik makanya bunda sangat mencintainya, tidak mungkin kalau jahat bunda masih setiap padahal sudah meninggal" ujar Alin.
__ADS_1