
Flasback
Hampir satu bulan saya tinggal bersama dengan orang bayaran leo, karena selama alin tinggal disitu orang tersebut gak perna menceritakan apapun apalagi menyinggung soal leo , orang tersebut selalu masak yang enak dan memanggil saya dengan panggilan nona.
Awalnya saya gak curiga apapun, namun suatu ketika pas orang tersebut di kamar mandi hpnya yang tinggal di atas meja berdering, ada telpon masuk, saya yang kebetulan lewat tak sengaja melihat nama kontak tersebut, ternyata nama tuan leo, saya yang penasaran ia diam-diam mengangkat telpon itu .
Namun belum juga saya buka suara dari seberang suara seorang yang sangat alin kenal, langsung bertanya tentang dirinya, apakah saya sehat atau sakit dan sudah di masakin makan yang enak belum. Terus saya lagi ngapain bahkan orang yang di seberang mengingatkan pemilik hp agar selalu hati-hati menjaga saya dengan baik jangan sampai saya pergi tutur kak leo waktu itu ia berikan perinta.
Mendengar itu saya tercegang, ternyata selama ini tanpa sepengetahuan saya kak leo lah yang membanyar orang tersebut untuk merawat saya . Akhirnya timbul ide gila di otak saya untuk kabur dari situ tanpa pengetahuan orang tersebut.
Karena kak leo berpikir kalau yang angkat telpon itu orang kepercayaannya , namun ternyata saya yang mengangkat telpon itu dan mendengar semua pertanyaan kak leo, seketika saya menangis, saya berpikir kenapa seorang bawahan yang bekerja di keluarga saya bisa peduli sama saya tapi ayah kandung saya sendiri berani membuang saya.
Bahkan tak sedikitpun mau mendengar setiap penjelasanya, dari pada saya ngusain orang lain mendingan alin pergi.
"Karena saya tahu kak leo masih kerja dengan keluarganya tuan donal , saya takut suatu saat, tuan donaln datang nyariin saya padahal saya sudah gak sudih punya ayah seperti pak donal."
Waktu itu hari sudah mulai sore sekitar jam empat, saya langsung bertanya sama orang tersebut, saya menyuruhnya berkata jujur sebenarnya dia itu siapa, awalnya ia bersih keras gak mau jujur sama sekali, tapi saya paksa akhinya ia jujur,
__ADS_1
Ia katakan kalau kak leo yang membayarnya dan menyuruh orang tersebut untuk menjaga dan masak yang enak untuk saya, saat saya dengar kejujuran orang tersebut saya sedih, jadi saya berpikir jika saya terus disini kasian kak leo, karena waktu itu saya benar-benar putus asa akhinya saya inisiatif untuk kabur.
"Pengen mati bunuh diri aja, toh gak ada yang peduli jadi gapapa saya mati agar bisa ketemu dengan ibu, akhinya saya diam-diam keluar lewat dapur, saya jalan kaki karena memang saya gak punya uang pada waktu itu".
"Karena pas saya di usir gak ada apapun yang saya bawa selain pakian yang lengket di tubuh. jadi saya keluar luntang-lantung kemana aja gitu, tapi sayangnya pas jarak sekitar satu kilo lebih dari tempat yang saya tinggal tiba-tiba turun hujan yang sangat deras sedangkan sudah malam, mungkin langit begitu mengerti betapa menderita dan pedihnya hati ku saat itu".
"Karena saya lihat ada jembatan yang tak jauh dari tempat saya kebetulan lewati, akhinya saya pengen nyebarang kesebelah biarlah saya ceburkan diri kedalam air yang di bawa jembatan itu, apa lagi aliran air di bawa jembatan itu sangat deras banget, kalau seandainya saya jatuh kebewa gak ada yang tahu."
"Karena satu hujan deras jadi pasti gak ada orang yang melintasi tempat itu dengan jalan kaki dan kedua sudah mau malam. Jadi gak ada yang berani menolong palingan kalau nanti orang ketemu saya saya pun hanya mayat."
Namun pada saat saya nyeberang pas di tegah jalan tiba-tiba ada mobil mewah dari arah depan hampir sedikit menabrak ku, karena saya, sudah kedinginan dari tadi akhirnya saya jatuh pingsan tepat di depan mobil itu, saya hanya dengar ada suara seorang wanita menyuruh seseorang untuk mengangkat tubuhku setelah itu aku gak ingat lagi.
"Tanpa aba-aba perempuan itu langsung memeluk ku dan dan bertanya apakah aku baik-baik saja, dan aku juga jawab iya, pas aku peluk perempuan itu rasanya nyaman sekali, akhinya saya menangis sejadi-jadinya merenungin setiap nasib yang saya alami"
Awalnya perempyan itu bertanya saya tinggal dimana dan siapa orang tuaku kenapa seorang anak gadis keluar malam-malam di tegah hujan badai.
Tapi saya engan untuk cerita, karena rencana saya mau kabur dari rumah sakit, tapi ternyata tanpa sepengetahuanku perempuan itu tahu gelagatku.
__ADS_1
Dan perempuan itu adalah bunda neska, saya ceritakan semua dari permasalahan yang meninpah aku, dan rencana mau balas dendam terhadap orang yang sudah membuat hidupku menderita, ternyata tanpa saya duga bunda neska langsung berkata kalau bunda akan mengadopsi aku sebagai anaknya.
"Sayang maukah kamu menjadi anak bunda, kamu jangan takut bunda hidup sendiri, bunda gak punya siapa-siapa. Dan bunda akan membantu kamu, untuk membalas kan rasa sakit dan penderitaan yang kamu alami kepada orang yang melakukan itu."
Awalnya aku ragu tapi pada saat aku menatap bunda dengan intens, aku mau cari apakah ada kebohongan dalam mata bunda gak namun gak sedikitpun aku dapatkan, yang ada ku dapatkan hanya kesedihan dan kekuatir di wajah bunda.
Aku sangat bahagia, akhirnya bunda membawa ku ke apertement yang aku tinggal sekarang mas dan besaoknya bunda langsung bawa saya ke kota A.
"Wah...ngeri juga yang sayang jalan cerita yang kamu lewati, maafin mas ya sayang mas gak bisa jagain kamu saat itu."
"Gapapa mas yang penting sekarang hidupku sangat bahagia karena sudah ada kamu mas dan juga yanh lain, aku percaya mama sudah bahagia di sorga, karena melihat aku sudah sangat bahagia sekarang".
"Iya sayang pasti mama sangat bahagia kerna anak gadisnya, yang suka cengeng dan manja sekarang sudah besar dan sebentar lagi ia akan menikah"
"Mana ada aku cengeng ya, aku ini gadis yang kuat, namanya perempuan, sekuat apapun dia, jika bebannya sudah melebihi kekuatannya, ia akan memilih untuk menangis dalam diam."
"Iya sayang mas tahu kok, tadi mas hanya bercanda jadi mulai sekarang mas melarang kamu untuk menangis".
__ADS_1
"Saya gak janji kita lihat aja nanti kedepan, tapi tolong mas jangan ungkit atau bahas, apapun terhadap orang yang aku gak ingin mendengar nama mereka.