Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
94:94 Oliv Dan Pria misterius


__ADS_3

Keesokan harinya Oliv sudah bersiap dengan rok span hitam diatas lutut dengan rambut di ikat kebelakang sengaja membiarkan jenjang leher yang putih mulus itu terlihat dengan jelas dan Oliv juga sengaja berpenampilan seksi agar bisa dengan gampang mengodah Devan, Oliv berencana berkunjung ke kantor devan jam sepuluh tapi sebelum itu Oliv rencana mau mampir ke suatu tempat, dengan penampilan yang sangat cantik.


"Liv lo mau kemana jam segini, baru juga jam tujuh lo, ngebet banget ketemu ama Devan emang lo gak bisa nahan lagi ya, lagian ane, jam segini gue yakin orangnya aja belum bangun tidur masih wenak dibawah selimut." ujar Indry heran dengan Oliv masih sepagi ini sudah siap.


"Diam brisik lo pada, gue mau ke suatu tempat sebelum ke perusahaan Devan. Memangnya lo gak kerja hari ini? Kok jam segini belum ngapa-ngapain, atau lo mau ikut ama gue biar melihat kemesraan gue sama Devan, jangan iri lo ya"?


"Astaga Liv lo pede banget ya, ingat Devan itu sudah punya tunangan belum tentu juga Devab mau ama lo. Ingat Liv jadi perempuan itu harus punya harga diri, kalau lo di tolak gimana lo gak mali "


"Ngapain juga gue harus cepat-cepat datang ke butik dan restoran gue, kan sudah ada manejer disana, gue datang juga hanya pantau aja mungkin jam sembilan lah baru gue ke butik. Kalau lo Bar gimana?" tanya Indry.


"Yups...lo tenang aja Devan gak bakal nolak gue, lagian kalau gue datang dia nolak kan masih ada hari besok berusaha sampai dapat jadi lo gak usa kuatir tentang gue, kalau soal harga diri, gue udah gak peduli dengan harga diri itu In, yang penting apa yang gue inginkan bisa tercapai." ujar Oliv


"In lo buta ya, lo gak lihat gue uda rapi gini, ya gue berangkat pagi karena ada miting penting"


"Oalah gak usa ngegas juga kali Bar kan gue nanya, emang salah, hahaha gue lucu aja sih ama lo Liv kayak gak ada laki-laki lain aja, memang sih Devan anak orang kayak tapikan lo juga tahu dia sudah tunangan seharusnya lo sebagai perempuan gak boleh lakuin itu Liv"


"Husss udah-udah lo berdua nih ya, gak ada hari tampa berantam, lo berdua berantem aja kerjanya, apa gak capek hati-hati lo orang yang biasa sering berantem itu pada akhirnya saling jatuh cinta satu sama lain semoga kalian berdua jodoh dan lo tenang aja In gue bisa mengatasi semuanya."


"Oga....siapa juga yang mau" jawab mereka serempat membuat Oliv terkekeh,

__ADS_1


"Nah tukan, gue bilang juga apa lo berdua memang jodoh, apa-apa kompak." Oliv jahilin kedua temannya itu membuat mereka melotot.


Setial kali Indry menasehati Oliv, Oliv selalu mengalihkan pembicaraan ia gak suka dia di nasehati begitu, padahal Indry gak mau kalau Oliv melakukan hal yang nekat dan bisa membahayakannya.


Seusai sarapan Oliv dan Bara langsung pergi ke tempat tujuan masing-masing sedangkan tinggal Indry sendirian di hotel, masih beres-beres karena sekitar jam sembilan baru Indry ke butiknya.


Namun Indry masih memikirkan perkataan Oliv tentang orang yang sering berantam akan jatuh cinta, membuat Indry senyum-senyum sendiri. Sebenarnya Indry diam-diam suka sama Bara. Karena menurut Indry bara adalah laki-laki yang baik dan bertanggung jawab.


Apalagi semenjak Oliv datang Bara memutuskan untuk tinggal satu hotel dengan Indry dan Oliv, karena masih ada kamar kosong. Yang awalnya Bara tinggal di tempat lain sekarang mereka bertiga tinggal di satu tempat.


Oliv melajukan mobilnya ke satu tempat karena Oliv berjanji ketemu dengan seseorang, entah itu teman atau lawan. Entah orang baik atau orang jahat yang sengaja di bayar Oliv untuk mencelakai seseorang yang belum di ketahui siapa.


Setelah Oliv turun dari mobil, melihat samping kiri kanan memastikan apa ada orang gak, ternyata gak ada dalam hati Oliv "Aman gak ada yang lihat"


"Oliv dengan langkah cepat mendekati laki-laki itu dan menyodorkan sebuah amplop sembari berkata" ini sebagian dari pembayaran kamu, nanti kalau kamu sudah berhasil baru saya trasfer sisanya."


"Oh ya siapa nama kamu, kenapa kamu yang disuruh datang kesini bukan bos kamu." tanya Oliv sama sekalih gak curiga dengan pria tersebut.


"Ok baik nona, maaf bos saya lagi ada urusan jadi gak bisa datang. Ujar pria mesterius itu.

__ADS_1


" Yaudah gapapa, tapi Ingat pastikan ia benar-benar tewas jangan sampai kamu gagal karena sampai kamu gagal dan di tangkap polisi itu bukan tanggung jawab saya."ujar Oliv


Sedangkan pria misterius itu ada senyum jahat di balik masker"Dasar perempuan licik. Kamu berani ya mau mencelakai adik saya. Saya akan buat perhitungan sama kamu. Untung aja aku diam-diam selidiki kamu tanpa pengetahuan Devan dan Alin."


"Bayar aja sampai habis uang kamu, dan akan ku buat perhitungan dengan kamu, berani sekali menggangu hubungan adikku. Sementara waktu aku merahasiakan ini dulu dari semua orang termasuk Devan. Aku mau lihat sejauh mana wanita ini bertindak bodoh, dan sejauh mana juga Devan bertahan dengan godaan wanita ini. Awas aja kau Devan kalau berani kamu gak tegas sama perempuan ini." gumam orang tersebut dalam hati


"Nona boleh saya minta sesuatu. Ini saol pembayaran saya gak mau kalau, hanya lima ratus juta, karena ini menyangkut nyawa seseorang yang sangat berharga."


"Terus kamu mau apa masa lima ratus juga gak cukup bisa aja kamu."


"Yaudah kalau nona gak mau ini ambil kembali uangnya tapi saya pastikan nona dalam bahaya."


"He berani sekali kamu mengamcam saya, kamu siapa ha. Sekarang kamu kasih tahu apa mau kamu kalau memang aku bisa ya aku sanggupin tapi kalau gak yaudah itu aja pembayarannya."


Memang pria misterius ini pintar juga ya mengelabui Oliv, himmm mampus kamu Oliv kamu salah orang, sekarang kamu yang dalam bahaya. Lagian suka macam-macam sih Devab sudah punya calon istri juga, kamu masih mau nyosor aja, akhirnya kamu yang terjebak kan dalam jebakan kamu sendiri.


"Saya mau uang dua milyar, itu kalau nona sanggup kalau gak saya akan sebarkan video ini ke semua orang dan saya akan laporkan nona kepolisi. Kalau nona mau saya akan pergi dari sini dan sebentar lagi polisi akan jemput nona karena semua bukti sudah ada di hp"


Memang pintar juga pria itu ia mempergunakan video dan rekaman itu untuk mengancam Oliv.

__ADS_1


__ADS_2