
Jadi sebenarnya, setelah Oliv putus dengan James, orang Tua James kasian melihat James frustasi karena memikirkan Oliv sehingga kedua orang tua James nemutuskan untuk menjodohkan James dengan seorang perempuan, sebenarnya terbilang perempuan yang di jodohkan dengan James orang kaya juga hanya saja dia anaknya manja banget apa yang diinginkan selalu di kabulkan dan tidak bisa tidak dilarang .
Itu yang membuat James tidak menyukai perempuan itu, karena menurut James perempuan itu tidak ada Dewasanya sama sekali. Takutnya setelah mereka menikah sifat kenak-kanakannya itu tidak bisa di rubah, jadi James benar-benar menolak bahkan orang tua James juga tidak memaksa james untuk menikah dengan wanita itu karena yang membuat rencana perjodohan itu adalah orang tua dari sih wanita.
Menurut orang tua James Oliv adalah wanita yang baik makanya mereka masih berharap Oliv kembali dengan James, namun karena perempuan itu sudah terobsesi dengan James jadi masih ngotot untuk tetap menikahi James.
"Kurang ajar kamu James, aku tidak akan biarkan kamu hidup bahagia dengan perempuan itu, aku harus memisahkan mereka dan menjauhkan perempuan itu darinya, secantik apa sih perempuan itu sampai dia tidak bisa meninggalkannya. Justru tante dan om juga mendukung James melakukan apa yang dia mau, bagaimana pun aku tidak mau menanggung malu aku harus menikah dengan James apapun caranya."
Setelah James mematikan telponnya ia membuang hpnya ke sembarang tempat karena muak menghadapi perempuan itu. Padahal sudah berulang kali James blok tapi masih saja berusaha pakek nomor baru untuk menghubungi James.
"Ah perempuan gila, dari awal aku sudah bilang kalau aku tidak akan menikahinya karena aku sudah punya calon tapi tetap saja bandel, tidak mau mendengar apa yang aku katakan ane juga perempuan itu, padahal hanya sekali kami ketemu saat makan malam bersama jadi nyesal aku berikan nomorku kepadanya. Tapi biarlah mau bagaimana lagi awalnya pengen iseng saja agar bisa melupakan Oliv, tapi justru semakin aku ingin melupakan Oliv semakin membuat aku tidak bisa untuk melupakan Oliv.
Aku hanya mencintai Oliv seorang jadi sampai kapan pun aku tetap mengejarnya aku tidak akan melepaskannya." James kanget dari lamunannya karena ada ketukan pintuh dari luar.
Tok...tok..tok!
__ADS_1
James gegas untuk membuka pintu, ternyata pelayan yang tadi datang lagi dan mengatakan kalau dia sudah melakukan tugasnya dan Oliv juga sudah kembali ke kamarnya.
"Pak, aku sudah melakukan tugasku jadi mana bayaranku, sekarang perempuan itu ada di kamar dia kepanasan karena aku berikan minuman beralkohol juga tadi." Ujar pelayan itu James langsung memberikan pelayan itu dua juta dan sih pelayan menerimah dengan senang hati.
"Ini cukup tidak?" Tanya James.
"Makasih ya pak, ini lebih dari cukup mas banyak sekali, saya parmisi." Ujar pria itu berlalu pergi.
Jadi saat pria itu turun kebawah kebetulan Oliv belum pergi jadi pelayan itu berkesempatan untuk melakukan aksinya, bahkan tidak tanggung-tanggung pria itu juga setelah mengantarkan Oliv ke kamar hotel ia masih sempat untuk memberikan Oliv minuman beralkohol itu yang menyebabkan Oliv kembali ke kamar hotel.
Setelah James mendengar kalau Oliv sudah di kamar hotel, dan James juga sudah pastikan kalau obatnya sudah bereaksi james langsung masuk kekamar Oliv, dan benar saja ternyata Oliv sudah kepanasan dan selalu memanggil nama Devan, saat James masuk Oliv langsung menarik tangan james dan mendorongnya ke atas tempat tidur sedangkan Oliv naik keatas Devan dan langsung mengunci badan James dengan kedua kakinya terus langsung menerjang dengan melumut bi**r James siapa ya tidak naf**u kalau di perlakukan seperti itu oleh seorang perempuan.
Karena Oliv merasakan kenikmatan yang luar biasa akhirnya mulai keluar eregan dari mulut Oliv, dari tadi di bayang Oliv pria itu ada lah Devan. Sadis juga Oliv bercinta dengan pria lain tapi wajah pria lain yang di bayangin.
James mencumbuhi Oliv sampai sudah tidak berdaya barulah James berhenti, Oliv juga terlihat sangat puas dan capek, setelah sudah puas dan James merasa Oliv juga sudah tidur akhirnya James bangun dari pembaringan dan kembali memakai pakiannya namun tadi tanpa Oliv sadari James videokan aksi mereka tadi di ranjang.
__ADS_1
"Ini menjadi pengangan untuk ku sayang, jika sewaktu-waktu kamu berulah aku akan tunjukan video ini kepada kamu kalau tidak aku kirim ke orang tua kamu agar mereka tahu hubungan kita sejauh mana, kamu yang membenciku tapi saat kamu butuh belaian aku selalu hadir untukmu"
James langsung mengecup kening Oliv dan keluar dari kamar hotel dan kembali masuk kedalam kamarnya sambil tersenyum lebar, tidak apa-apa James rugi dua juta tadi tapi puas juga dengan orang yang dia cintai.
Sampai didalam kamar James kembali menonton video panas mereka berdua.
"Aku tidak menyangka aku sehebat ini bisa membuat Oliv tidak berdaya, tapi seandainya kalau dia tahu aku yang selama ini melakukan hubungan dengannya apakah dia sangat membenciku, atau dia bersyukur karena aku akan berikan dia anak. Ah...semoga dia tidak membenciku."
James kembali tertidur karena capek.
Sedangkan di tempat lain Bara dan Indry sudah pulang dari kantor tapi sayangnya Oliv belum kunjung pulang, membuat Bara dan Indry kembali marah karena saat mereka menghubungi nomor hp Oliv justru tidak akatif. Karena memang James tadi sengaja mematikan hp Oliv karena takut pas mereka bercinta ada yang menghubungi Oliv dan menganggu mereka.
"Argar....?"
("Lo ya Liv, lebih baik lo pulang saja deh ke kota A biar gua tidak pusing mikirin lo disini, gua stres menghadapi sikap lo Liv, lebih baik lo pindah tempat tinggal aja deh Liv. Gua udah bilang kalau lo tidak pulang atau lo ada keperluan jadi harus nginap diluar, lo beritahu kita jangan buat gua dan Bara kaya gini. Lo tidak tahu betapa kuatirnya kami berdua sama lo tapi justru lo seperti itu.")
__ADS_1
Karena Indry sudah marah jadi dia kirim pesan ke nomor Oliv sedangkan orangnya masih setia dengan selimutnya belum bangun dari tidurnya.
"Liv, lo dimana sebenarnya, kenapa nomor lo tidak aktif sih, bisa tidak kalau lo tidak pulang kabarin kami berdua, lo itu tangung jawab kita loh kalau terjadi apa-apa sama lo justru om dan tante yang akan bertanya sama kami berdua, karena orang tua lo sudah menitipkan lo pada kami berdua"