Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
172


__ADS_3

Oliv pulang ke hotel dengan kondisi yang sangat berantakan, mobil Oliv memasuki parkiran hotel sekitar jam sebelas malam, Indri dan Bara masih setia menunggu kepulangan Oliv. Walaupun Oliv sudah membuat mereka malu tapi sebagai sahabat yang baik mereka tetap menjadi sahabat yang baik saat Oliv dalam masalah. Memang disatu sisi mereka marah emosi kecewa dengan tingkah laku Oliv yang menurut mereka Oliv melakukan tindakkan yang bodoh.


Tapi mereka juga tidak mungkin menyalahkan Oliv begitu saja karena memang sudah begitu sikap Oliv namanya manusia punya kekurangan masing-masing.


Setelah mobil terparkir dengan sempurna Oliv keluar dari mobil dan berjalan masuk kedalam lift, Indri dan Bara sudah tahu kalau mobil Oliv sudah masuk kedalam hotel tapi mereka belum bergerak untuk masuk kedalam kamar.


Mereka sengaja menunggu Oliv dan butuh penjelasan dari Oliv apa yang terjadi sebenarnya, walaupun mereka sudah tahu tapi itu dari sosmed bukan bukan dari Oliv sendiri.


"Bar itu mobil Oliv, dia sudah pulang dari mana dia jam segini baru pulang sampai di hotel, atau jangan-jangam dia masih berduaan dengan pria itu lagi memang belum kapok juga Oliv." ujar Indri sedikit kesal.


"Huss...diam dulu tunggu dia datang kita tidak tahu dia kemana setelah keluar dari acara pesta itu, ingat dia datang juga lo diam aja seolah-olah tidak tahu apa-apa biar dia yang cerita kalau dia mau cerita ya silahkan kalau tidak juga tidak masalah, sekarang gua sudah menyerah dengan sikap Oliv yang susah di bilang. Padahal dia anak tunggal tapi sikapnya buruk banget heran deh sama sikapnya.


"Bar lo jangan begitu lah mau bagaimana pun Oliv sahabat kita jadi jangan tinggalkan dia pada saat dia membutuhkan kita, jujur gua juga kecewa marah sama dia tapi kalau bukan sama kita dia sama siapa lagi. Apalagi sekarang dia lagi hamil jadi hormonnya tidak stabil takutnya dia nekat melakukan sesuatu."


Oliv sampai di depan dan membuka pintu kamar tapi tidak mendapati Indri, Oliv langsung melemparkan tasnya di disembarang tempat dan pergi mencari Indri karena Oliv tahu Indri ada dan dia pasti ada di gasebo, dan ternyata benar saat Oliv buka pintu untuk keluar ke Gasebo Bara dan Indri disitu tapi mereka biasa saja.

__ADS_1


"In, Bar kalian disini?" ujar Oliv langsung berhambur ke pelukan Indri sambil menangis terseduh-seduh, namun Indri dengan sabar menenangkan Oliv dan menyuruh Oliv menceritakan semua.


"Liv ada apa, lo tenang dulu kita berdua dari tadi nungguin lo karena mau minta penjelasan dari lo Liv, tapi jika lo nggak mau cerita juga nggak masalah gua sama Bara nggak memaksa lo untuk jelaskan ke kita berdua, lo harus tahu Liv kalau gua dan Bara adalah sahabat lo disini jadi kalau lo menganggap kita berdua sahabat lo ya silahkan lo jelasin, walaupun kita udah tahu tapi kami mau mendengar langsung dari mulut lo, gua nggak mau dengar dari luar sedangkan lo ada di sini bersama kami." Ujar Indri.


"Maafin gua ya In, Bar selama ini gua udah bohong ama lo berdua, gua nggak jujur kalau selama ini gua nginap di hotel dengam seorang pria yang gua pikir itu Devan" ujar Oliv.


Akhirnya Oliv tenang dan mulai menceritakan semua kejadiannya dari dia tidur di hotel bersama pria yang dia duga Devan, ternyata James mantan tunangannya sampai James juga datang ke acara Devan untuk memgagalkan rencana.


Indri dan Bara diam saja masih menyimak belum ada tangapan dari mereka berdua, karena Indri dan Bara juga belum memberitahu soal om Kim yang menelpon mereka berdua soal maminya Oliv masuk rumah sakit.


Jujur gua heran dengan cara berpikir lo Liv, lo tahu Tuan Devan itu sudah menikah, dia menikah bukan dengan wanita sembarangan nona Alin itu wanita sukses bukan masih bergantung sama orang tua mikir Liv ...mikir jangan asal melakukan sesuatu tanpa berpikir terlebih dahulu, hancur kayak gini jadinya." ujar Bara.


"Bar sabar tenang dulu kita dengan penjelasan Oliv, pasti punya alasan tersendiri"


"Alasan apa lagi In, alasan membuat kita malu begitu kah? Seharusnya lo sebagai anak tunggal dari orang tua lo yang sudah membesarkan lo dari kecil hingga menjadi sebesar ini, bahkan disekolahkan sampai lulusan serjana seharusnya lo berguna bagi orang tua lo Liv jadi anak kebangaan, buat orang tua lo banga karena pretasi lo kemandirian lo, bukannya lo melukai hati mereka dengan ke,egoisaan lo, gua heran sama pikiran lo kayak nggak ada pria lain selain Tuan muda.

__ADS_1


He Liv terserah lo mau menilai gua kasar silahlan tapi biar lo tahu gua nih seorang laki-laki normal jadi gua tahu siapa laki-laki yang tulus mencintai lo dan siapa yang nggak, mantan pacar lo itu pria yang sangat tulus mencintai lo semoga suatu saat nanti lo nggak menyesal sudah menghinanya, gua sebagai laki-laki sakit hati gua melihat lo memperlakukan mantan lo seperti itu, kalau dia bukan pria yang baik dia tidak akan jauh-jauh dari kotanya untuk mengikuti lo kesini dan sampai menahan malu datang ke acara Tuan Devan hanya untuk menyelamatkam lo dari amukan tamu undangan" ujar Bara mengebu-gebuh.


Indri menarik napas dalam-dalam baru mengeluarkannya dengan kasar, mungkin perkataan Bara membuatnya tercekik namun Oliv berusaha membalas perkataan Bara.


"Bar....lo benar bahwa gua anak yang tak berguna, lo juga benar bawah gua anak pembawah sial yang tidak bisa membahagiakan orang tua gua. Gua tak menyangkal semua kata-kata lo terhadap gua, lo juga benar kalau parcuma gua kulia tapi tetap bodoh dan tak bisa berpikir jerni tapi lo lupa Bar bahwa cinta tidak bisa di paksakan gua tidak mencintai James Bar selama ini gua hanya pengen main-main dengannya, lo belum perna merasakan Bar bagaimana rasanya jatuh cinta.


Gua hanya cinta sama Devan Bar, terserah kalian mau membenci gua, tapi sampai kapan pun gua tetap mencinta Devan dan gua aku bahwa gua sudah menjadi anak durhaka anak tak berguna bagi orang tua gua, mereka pasti sangat marah dan kecewa terhadap gua, karena sikap egois gua tapi gua yakin mereka pasti mengerti perasaan anaknya, jadi maaf apapun alasan lo berdua untuk mencegah gua tidak akan bisa, karena gua tetap datang ke Devan untuk meminta dia menikahi gua, gua nggak rela dia menikahi perempuan itu."


Indri dan Bara terkejut dengan perkataan Oliv termyata benar apa yang di katakan oleh Bara Oliv egois dan tidak akan mau mendengarkan semua perkataan Indri dan Bara.


"Hahaha....Liv bukannya gua mau belain Bara dan nggak belian lo tapi seharusnya lo sadar dengan perbuatan lo sudah merugikan banyak orang termasuk orang tua lo, seharusnya lo bersyukur mantan pacar lo datang kalau nggak gua yakin malam ini lo nggak pulang ke hotel sini tapi tempat lo ada di kantor polisi, karena tindakan lo sudah merusak suasana acara orang disini lo belum sadar juga, biar gua kasih tahu lo ya gara-gara ula lo saat ini mami lo masuk rumah sakit karena melihat video lo.


Dan satu lagi tadi papi lo telpon katanya semua fasilitas lo akan di tarik kembali dan uang bulanan lo akan di hentikan mulai dari sekarang, seharusnya lo lakukan sesuatu itu mikir dulu Liv, jangan lo salahin siapapun atas kejadian ini karena lo sendiri ya yang menghancurkan kebahagiaan lo, selama ini perna nggak sekali aja lo dengarin nggak nasihat gua dan Bara nggak perna Liv." ujar Indri.


Syok ya pasti, Oliv benar-benar syok mendengar kalau mami nya masuk rumah sakit dan papi nya akan menarik kembali semua fasilitas yang di berikan oleh papi nya, Oliv tidak menyangkah perbuatannya merugikan dirinya sendiri bahkan membuat dirinya bukan menjadi lebih baik tapi justru makin sulit.

__ADS_1


__ADS_2