Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
154


__ADS_3

Jhovan ingin memulai kehidupan yang baru lagi dengan cara ia akan bangkit dari keterpurukannya dan membuka usaha baru, ada untungnya juga teman-teman Jhovan menghinanya. Karena dengan adanya hinaan itu mengajarkan banyak hal bahwa tidak perlu punya banyak teman, karena jika kita sudah menjadi orang yang sukses dan memiliki banyak uang tanpa kita cari teman pun banyak yang datang ingin berteman dengan kita, namun jika miskin justru semua teman itu menjadi musuh dan meninggalkan kita.


Jhovan sempat termenung memikirkan hal itu, dan sekarang juga Jhovan punya tanggung jawab besar atas anak yang ada dalam kandungan Saras, Jhovan yakin itu adalah anaknya karena waktu pertama kali Jhovan bercinta dengan Saras masih virgin. Walaupun sampai sekarang belum ada bukti yang valit soal anak yang di kandung Saras, tapi Jhovan sangat yakin bahwa itu darah dangingnya.


Jhovan makin tekad untuk belajar menjadi orang yang sukses, Jhovan tidak ingin main-main lagi dengan bisnisnya. Sehingga Jhovan langsung terjun ke dapur untuk belajar memasak dari chef yang afa di restoran ayahnya. Dulu Jhovan paling ogah untuk mengurus bisnis ayah nya apalagi di dapur jangan harap, tapi sekarang Jhovan tidak peduli lagi dengan gengsinya justru Jhovan sudah berubah.


"Pak Jhovan...bagaimana menunya simple bukan cara masaknya, saya yakin pak Jhovan pasti bisa jika membuka usaha baru harus bersabar, karena setiap usaha itu awal-awal membukannya pasti ada plus minusnya, kita tidak langsung sukses begitu begitu saja, banyak pengusaha sukses itu mereka mulai dari kegagalan baru lah disitu mereka mulai bangkit dan menjadi orang yang sukses." Ujar Chef nya.


"Iya pak aku juga sudah tahu dan menu yang tadi itu sangat simple tapi mewah dan enak. Makasih ya pak sudah memberikan arahan kepadaku. Nanti pak bisa bantu aku ya di tempat yang baru kan disini yang masak bukan hanya satu chef saja " Ujar Jhovan senyum


" Baik pak saya siap" ujar chef.

__ADS_1


Setelah hampir satu jam lebih Jhovan di dapur bersama chef untuk belajar memasak menu-menu yang belum Jhovan mengerti, Jhovan kembali menemui pak Roi yang sementara melayani pelangan yang ingin membayar di kasir, sebenarnya pak Roi bisa saja mencari karyawan untuk bekerja di bagian kasir tapi sementara waktu pak Roi yang menghandle di kasir saja untuk mengetahui dengan sendirinya penghasilan perhari sebesar apa.


Semenjak perusahaan pak Roi bangkrut di karenakan kesalahan Jhovan sehingga membuat Devan marah. Semenjak itu pak Roi memutuskan untuk kembali mengurus restoran itu sendiri. Sudah sering kali pak Roi meminta Jhovan untuk mengurus restoram tapi Jhovan yang selalu menolak.


"Ayah ....Jhovan tadi belajar masak di dapur semoga setelah Jhovan membuka rumah makan semuanya lancar ya yah, sekarang ini Jhovan lebih fokus ke bisnis yang akan Jhovan buka nanti kalau soal cari jodoh itu belum Jhovan pikirkan. Yang penting anak yang di kandung Saras itu lahir dulu."


"Jhov...tadi ayah terimah telpon dari teman ayah katanya, kamu masukin putranya dan teman-temannya ke penjara ya, ada masalah apalagi nak? Kamu jangan buat masalah deh cobak ceritakan semuanya ke ayaj ada apa sehingga sampai sekarang kamu belum mencabut laporan kamu di kantor polisi? ." Tanya pak Roi.


Jhovan tidak ingin menyembunyikan sesuatu dari pak Roi sehingga Jhovan menceritakan semuanya. Dari kejadian awal yang temannya ingin menjebaknya di sebuah hotel dengan seorang gadis, mendengar penjelasan dari putra nya pak Roi juga kecewa dengan putra dari temabnya itu. Kok bisa mereka melakukan itu padahal selama ini pak Roi membantu mereka juga.


Pak Roi masih diam belum menangapi perkataan Jhovan, namun beberapa detik kemudian barulah pak Roi menangapi semua kekesalan Jhovan, pak Roi juga sayangkan sikap teman Jhovan padahal dulu waktu orang tua teman-teman Jhovan susa pak Roi yang membantu mereka sampai sukses.

__ADS_1


"Sudah nak tidak perlu kamu memikirkan semuanya itu, biarkan saja mereka disitu kapan kamu ingin mencabut laporan kamu silahkan papi tidak ingin ikut campur hanya sayang saja dengan sikap mereka, ayah juga kecewa mendengar penjelasan kamu kok bisa mereka sejahat itu, makanya nak berteman lah dengan orang yang tidak memandang kita dari harta" ujar Pak Roi.


Tidak terasa sudah jam sembilan malam jam pulang karena memang restoran pak Roi tutup jam sembilan sampai sepuluh malam, jadi Jhovan dan pak Roi bersiap untuk pulang ke rumah.


*****


Waktu begitu cepat berlalu, hari yang di tunggu-tunggu oleh kedua isan untuk di persatukan oleh Allah sudah mempersiapkan diri untuk di persatukan, sudah dengan anggunnya Alin mengenakan kebaya cantik berwarna putih di sebuah ruangan yang sangat mewah, ya jadi pak Donal sudah sehat dan sekarang sudah pulang ke rumahnya sekarang Alin dan Devan sudah bersiap untuk melangsungkap akad nikahnya jam sembilan pagi di sebuah hotel bintang lima.


Cita-cita Alin untuk di nikahkan oleh ayah kandungnya sendiri tercapai nyonya Neska dan nyonya Asta, sudah berbalut kebaya berwarna merah seragam pertama untuk akad nikah begitu juga Yora.


"Wah...putri bunda sangat cantik seperti bidadari, hari ini kamu sangat cantik sayang bunda banga padamu sayang, setidaknya ayah kamu yang akan menyerahkan kamu secara langsung kepada calon suami dan keluarganya nanti, sebenarnya bunda sedih karena kamu meninggalkan bunda tapi ada suatu kebahagiaan dalam diri bunda karena kamu menikah tidak dengan orang lain melainkan dengan putra dari teman dekat bunda sendiri dan calon suami kamu juga sangat baik. Itulah yang membuat bunda bisa tenang dan iklas membiarkan kamu menikah."

__ADS_1


"Makasih ya bunda sudah menjadi ibu yang baik untuk Alin selama ini, bunda juga sudah memberikan kasih sayang dan semua keinginan Alin terpenuhi tapi ada yang ingin Alin minta dari bunda jangan perna berubah bunda, dan Alin ingin memiliki bunda dan ayah lengkap apakah bunda bisa menyangupi permintaan Alin? Bunda tahu sendiri dari dulu Alin tidak perna merasakan kasih sayang dari keluarga yang utuh, semenjak meninggalnya ibu" ujar Alin senduh


Bu Neska paham betul dengan permintaan Alin, bu Neska tahu maksud Alin itu adalah ingin mempersatukan ayahnya dan bundanya, itu yang membuat bu Neska menelan saliva nya dengan kasar karena tidak tahu mau jawab apa akhirnya nyonya Neska hanya senyum sembari berkata" sayang! Sekarang jangan memikirkan itu dulu tunggu acara bahagia kamu selesai barulah bunda akan memberikan jawaban kalau sekarang bunda belum bisa" ujar nyonya Neska.


__ADS_2