Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
192


__ADS_3

Satu jam setengah akhirnya mobil berbelok memasuki kawasan wisata yang akan di kunjungi Devan dan Alin...namun Alin belum juga bangun padahal mereka sudah sampai, kebetulan Alin belum bangun sehingga hanya sekretaris, Dimas dan pengawal Boby keluar dari mobil terus menunggu di luar sedangkan Devan dan Alin tetap didalam mobil Devan menunggu sang istri bangun.


"Saking capenya dia tidak sadar kalau sudah sampai biarkan saja dia istirahat dulu kasian kalau di bangunkan, lagian baru setengah empat juga. Lebih baik sekretaris Dimas dan pengawal Boby saja yang pergi belanja oleh-oleh pasti mereka tahu, beli untuk pelayan dan pengawal yang ada di rumah kalau oleh-oleh untuk mama dan bunda terus yang lain sudah ada." gumam Devan.


Devan berpikir lebih baik kedua orang itu yang pergi belanja saja dari pada nanti Alin yang belanja, makin cape tapi dua orang itu bingung mau belanja apa dan oleh-oleh apa yang akan mereka beli.


"Sekretaris Dimas sama pengawal Boby pergi belanja saja biar saya disini bersama nona muda, beli oleh-oleh untuk para pelayan dan juga untuk pengawal jangan sampai salah beli, beli untuk perempuan dan laki-laki kalian berdua tahu bukan apa yang hendak kalian beli"? Tanya Devan.


"Ha....belanja Tuan! Belanja apa Tuan?"Tanya pengawal Boby terkejut karena memang pengawal Boby tidak tahu belanja, kecuwali sekretaris Dimas apa yang tidak bisa, semua serbah bisa, beli pakian untuk nona muda saja bisa apalagi itu hanya hal sepeleh.


"Pengawal Boby kurangi suara mu itu nona muda lagi istirahat, kalau pengawal Boby tidak mengerti biar sekretaris Dimas yang ngajarin nanti jadi tenang saja jangan bingung begitu." Ujar Devan.


Tanpa banyak bicara Sekretaris Dimas dan pengawal boby pergi ke tempat pembelanjaan, ternyata kalau soal belanja memang sekretaris Dimas jagonya bisa belanja apa saja, setelah sampai di dalam sekretaris Dimas mulai melihat-lihat apa yang akan mereka beli sekretaris Dimas yang milih sedangkan pengawal Boby yang bagian nenteng barang.


"Bro hari ini bagian kamu nenteng barang biar aku yang memilih, karena kalau kamu yang memilih bisa hancur semuanya, kamu tidak tahu memilih bukan? jadi kamu bagian bawah barang biar cepat selesai" ujar sekretaris Dimas.


"Tidak masalah jika aku yang nenteng barang aku rasa ini tidak begitu buruk, oh ya bro kamu pintar banget ya belanja seperti ini kamu belajar dari mana kok bisa tahu, punya istri aja tidak, punya adik perempuan juga tidak" tanya pengawal Boby.


"Namanya seorang sekretaris itu harus bisa semuanya bahkan untuk mengatur pakian untuk bos juga dan belanja juga jarus bisa, makanya kenapa kebayakan bos besar itu suka mencari sekretaris itu perempuan walaupun seorang bos itu laki-laki tapi terjadi banyak perselingkuhan juga antara bos dan sekretaris. Karena seorang sekretaris sering bepergian bersama bosnya menyiapkan kebutuhan bosnya, tapi jika bos itu bijak dan tidak ingin terjadi sesuatu dalam kehidupan rumah tanggnya dia punya asisten dan sekretaris tapi mereka harus seorang cowok aku belajar semenjak jadi sekretaris sekaligus asisten pribadi Tuan muda, makanya aku bisa seperti ini." Ujar sekretaris Dimas.

__ADS_1


"Wah.....hebat juga ya aku mana bisa begitu, aku hanya tahu bisa menjaga nona Alin saja, kalau keperluan lainnya selretaris Lisa yang mengurus semua pantas aja ya banyak sekali perempuan yang kerja di perusahaan besar itu harus cantik jika mau menjadi sekretaris boa banyak sekali aturannya" balas pengawal Boby


"Ya begitu lah jadi sekarang giliran kamu bro yang akan berbelanja bersama ku, biar besok-besok jika sudah punya istri bisa belanja bantu istri jangan apa-apa berharap sama istri, padahal istri itu bukan pembantu kita bro tapi seorang pendamping yang selalu menemani kita." ujar sekretaris Dimas, hampir satu jam kedua pria itu keliling tempat pembelanjaan itu akhirnya mereka selesai belanja, setelah membayar sekretaris Dimas membantu pengawal Boby membawah barang-barang yang sudah di beli ke dalam mobil, mereka meletakan barang-barang itu di belakang bagasi mobil pengawal.


Setelah selesai mereka kembali ke mobil Devan bersamaan Alin juga bangun. Alin membuka matanya dan melihat Devan masih setia duduk di sampingnya sambil main hp.


"Mas, kita sudah sampai dimana? Sudah sampai di tempat tujuan belum mas"? Tanya Alin.


"Sayang, kamu sudah bangun...segarkan dulu wajahmu baru kita turun sayang kita sudah sampai dari tadi kok, tapi karena mas tidak tega membangunkan kamu makanya mas biarkan kamu istirahat sedangkan sekretaris Dimas dan pengawal Boby pergi belanja, mas menyuruh mereka saja yang belanja biar sayang jangan cape." Ujar Devan.


Ternyata sudah jam lima suasana di Fountain sudah mulai rame mereka berdatangan untuk menyaksikan air mancur dan cahaya spektakuler yang akan berlangsung jam enam nanti.


"Ya sudah sayang perbaiki dulu rambutmu itu sayang jangan buru-buru begitu juga kali masih setengah jam lagi, kamu tenang aja tempat kita sudah tersedia jadi jangan takut kita tidak dapat melihat." ujar Devan membuat Alin tersenyum.


Alin langsung memperbaiki rambutnya dan mereka keluar dari mobil dan langsung masuk kedalam area Fountain, masih jam setengah enam sudah di padati pengunjung ternyata lebih indah dimalam hari ketimbang di siang hari pantas aja Alin maunya di malam hari.


Mereka menuju ke tempat yang sudah tersedia Alin dan Devan duduk menikmati suasana di sore hari dan tinggal hitung menit air mancurnya akan di luncurkan.


Alin tidak mau ketinggalan mengabadikan momen itu sehingga dia mulai berpose cantik, saat mereka lagi asyik berpose wah....indah sekali air mancurnya itu bersama cahaya spektakuler membuat suasana menjadi indah sekali, semua pengunjumg sangat bahagia begiru juga Alin dan Devan.

__ADS_1


Alin sempat mengambil foto saat air mancur keluar sehingga terlihat sangat bagus sekali.


"Wah....mas bagus sekali lihatlah tidak sia-sia kita datang jam segini loh....buktinya kita dapat juga apa yang kita inginkan sekarang kita keliling tempat ini mas kita lihat apa yang baru disini yang bisa kita beli, atau sekedar menikmati suasana disini yang sangat indah dan bagus" ujar Alin.


"Iya sayang tempat ini bagus baget, yuk lah kita keliling sambil berfoto jika sayang mau berfoto masih ada tempat bagus di sana, jangan disini saja tempat ini sangat luar lo, nanti kita makan disini saja kayaknya restoran di sana enak makanannya dari pada kita keluar lagi lebih baik makan disini saja." ujar Devan.


Akhirnya mereka keliling di sekitar area itu mereka memcari tempat ya bisa berpose cantik, Alin dan Devan selalu mengambil foto mereka sebagai kenagan mereka sudah perna datang ke dubay.


Devan dan Alin sempat berkenalan dengan beberapa orang asli disana dan ternyata orang-orang tersebut meminta berfoto dengan Alin dan Devan, kedua orang itu justru senang mereka bisa interaksi dengan orang-orang disana.


"Mas ternyata penduduk disini orang-orangnya pada ramah-ramah semua tidak jahat buktinya mereka senang bisa berkenalan dengan kita dan minta foto memang kita artis kan bukan?" ujar Alin membuat Devan tetkekeh.


********


Hallo jangan lupa mampir ya di karya yang sudah tamat dan baru di liris.


*PEMBALASAN QUEEN CASTELLANI.*


*MENANTU YANG DIKIRA MISKIN TERNYATA SEORANG TUAN MUDA*

__ADS_1


*MANTAN ISTRIKU TERNYATA SEORANG CEO*


__ADS_2