Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
88:88 Danau


__ADS_3

Hati siapa yang tidak terluka jika yang ia anggap sebagai pelindung dan penyayang , ia pula yang menorekan luka yang begitu dalam di hati, bahkan mengusir dan mencoretnya dari keluarga.


Itu juga yang dirasakan alin saat ini ia begitu terpukul saat pak donal ingin meminta maaf padanya, ia begitu merindukan sosok seorang ayah, tapi bukan dalam arti alin memaafkan pak donal begitu saja, apa lagi kesalahan pak donal benar-benar fatal.


Kata orang bijak, luka itu bisa sembuh tapi untuk melupakan dan juga bisa dimaafkan tapi untuk melupakan itu sangat sulit.


Begitu juga pak donal pada saat ia mendengar penuturan alin, tubuhnya sedikit menegang, walaupun perkataan alin sedikit menyakiti hati pak donal tapi itu gak seberapa dari pada apa yang sudah pak donal perbuat.


Pak donal tak peduli dengan perkataan alin dan hendak mendekat untuk peluk alin, namun sayang alin menghindar, ia belum siap untuk memberikan maaf kepada pak donal, tanpa sepata kata alin langsung bergegas pergi.


Dan masuk kedalam mobil karena leo melihat saat ini kondisi alin kurang baik, leo langsung susul alin kedalam mobil leo kasihan melihat adik angkatnya itu begitu terpukul.


Leo langsung ikut masuk dan memeluk alin sembari berkata"Menangis lah dek kalau memang kamu ingin menangis kalau dengan cara ini kamu bisa tenang silakan kak akan biarkan kamu menangis di pelukan kak. Tapi setelah ini tolong kamu jangan menangis lagi, kak paling gak suka melihat kamu menangis begini dek."


Namun Alin menangis sejadi-jadinya, ia belum bisa menerima kembali pak donal secepat itu. Sedangkan devan masih berdiri di depan pak donal, lantas berkata dengan lirih" pak tolong pulanglah, saya tahu pak ingin alin memaafkan setiap kesalahan bapak.


"Tapi ini bukan saat yang tepat dan juga alin harus butuh waktu untuk berbenah semua ini pak, gak semudah itu bagi alin untuk memaafkan mu pak, karena devan bisa merasakan betapa hancurnya alin saat itu menyaksikan ayahnya sendiri lebih memihak orang lain dari pada anak kandung sendiri".


"Kalau seandainya saya di posisi alin saat ini, mungkin saya juga lakukan hal yang sama seperti alin lakukan sama kamu pak, seya sebagai calon alin, jujur saya ingin melampiaskan amarah saya sama bapak."

__ADS_1


"Tapi saya rasa tak perlu, karena sekarang bapak juga sudah merasakan penderitaan itu dengan hancurnya perusahaan bapak dan juga kehidupan rumah tangga bapak."


"jadi devan mohon dengan sangat pak sementara waktu, tolong bapak jangan dekat dulu dengan alin biar lah alin tenang dulu, karena kalau pak memaksakan kehendak devan takut alin semakin membenci mu pak."


"Nak devan maafkan saya, saya bukan ayah yang baik untuk putry saya, saya sudah menjadi ayah yang gagal, tolong bantu saya untuk membujuk alin agar alin mau memaafkan saya"


"Saya memang salah dan saya minta maaf sebesar-besarnya tolong sampaikan kata maaf saya sama alin, mungkin kata maaf ini tidak bisa mengembalikan semua seperti dulu lagi, tapi saya tahu alin anak yang lembut hati jadi pasti ia mau memaafkan saya."


"Iya pak saya tahu, saya akan bicarakan baik-baik dengan alin tapi bapak jangan berharap lebih dan harus sabar saya juga gak bisa menjamin untuk membujuk alin."


"Saya percaya kamu pasti bisa nak, dan tolong sampaikan sama leo juga untuk bantu membujuk alin, karena sekarang harapa saya hanya kalian berdua yang bisa meluluhkan hati alin, saya titip alin ya nak jangan sakitin dia karena sudah banyak penderitaan yang saya berikan, saya harap dia mendapatkan kebahagiaan kedepannya".


"Maafkan saya laras maafkan saya, ternyata kamu benar kalau alin sangat begitu membenci saya. Ternyata saya adalah ayah yang paling terburuk di dunia. Kenapa begitu bod*hnya aku percaya begitu saja sama perempuan licik itu maafkan saya karena tak bisa menjaga kalian berdua, saya ayah dan suami yang gak berguna."


"Dan ternyata anak yang selama ini saya rawat dan saya sayangi, ia bukan darah dangingku, tapu ternyata anak haram hasil hubungan gelap ratna dengan laki-laki bajingan lain.


"Argh......kurang ajar kau ratna....kau datang dan menghancurkan hidupku.."


Pak donal begitu terpukul dengan semua kejadian yang ia alami, satu persatu orang yang ia sayangi dulu pergi meninggalkannya bahkan perusahaan yang ia kelolah juga di ambang kehancuran, bukan hanya perusahaan yang hancur tapi rumah tangganya juga hancur.

__ADS_1


Sekarang pak donal benar-benar frustasi, pak don tak tahu apa lagi yang harus ia lakukan, anak kandung yang ia usir enam tahun lalu sudah gak mau menganggapnya lagi dan istri terus anak yang ia sayangi ternyata ular berbisa didalam rumah, sekarang mendekam di penjara.


Setelah lama pak donal merenungi nasibnya ia tenangkan diri dan menghidupkan mesin mobil terus keluar dari area kantor polisi, dan sengera pak donal melajukan mobilnya memenuhi jalan raya untuk kembali ke rumah dengan hati yang kurang baik, pikiran yang kacau.


Sedangkan alin masih didalam mobil tapi sudah ditenangkan sama leo, jadi pas devan masuk alin sudah agak tenang, leo keluar dari mobil devan dan segara masuk kembali kedalam mobilnya


"Sayang, kamu gapapa? jangan menangis lagi ya aku gak suka kesayanganku menangis, cepat hapus air mata itu,"


Alin hanya senyum dan mengangguk kepalanya ia menyandarkan kepalanya di dada bidang devan, sembari berkata" aku merasa sangat nyaman ketika berada di dekat kak leo dan kamu mas. Kalian berdua selalu membuat aku nyaman, semoga kenyamanan ini sampai selamanya tetap seperti ini."


"Iya aku janji tetap sesalu ada disisimu sampai kapanpun."


Karena devab melihat kalau alin sudah tenang, akhirnya ia menghidupkan mobilnya dan keluar dari area kantor polisi begitu juga dengan yang lain.


Sedangkan leo tadi sudah bilang sama alin dan devab kalai ia langsung pergi jemput yora di kantornya, mobil mereka beriringan memenuhi jalan raya leo yang melanjutkan perjalanan ke kantor yora sedangkan devan beserta alin mereka gak langsung pulang devan mengajak alin pergi ke suatu tempat.


Tak lama mereka sampai, ternyata devan mengajak alin pergi ke danau yang dihiasi dengan lampu-lampu dan juga tempat duduk yang sudah tersedia, begitu banyak anak mudah yang berpasangan menikmati indahnya malam dan merasakan angin malam yang begitu dingin.


Tak membuat mereka beranjak dari tempat mereka begitu juga dengan alin dan devan mereka berdua juga menikmati suasana dimalam hari berdua.

__ADS_1


__ADS_2