
Sedangkan di tempat dimana bu Ratna di tahan, bu Ratna juga mengalami hal serupa dengan Saras. Kalau Saras hanya di pukul disini bu Ratna disuruh mencuci pakian para napi yang lain dan juga mijitin kaki bos napi yang satu sel dengannya. Tidak sampai disitu bu Ratna juga tidak dibiarkan tidur diatas kasur, tapi napi yang lain menyuruh bu Ratna tidur di lantai tanpa alas.
"He.....siapa namamu kenapa kamu bisa masuk kesini sepertinya aku lebih sedikit tua dari pada kamu ya, apa kasus kamu ha disini ada aturannya jadi kamu harus menurut sama kami yang sudah lama didalam ini, mulai sekarang setiap hari kamu harus mencuci pakian kotor kami dan kamu juga yang mengepel ruangan ini sampai bersih"
Karena bu Ratna belum tahu kondisi di sel seperti apa, jadi dia pikir melawan juga tidak masalah, akhirnya bu Ratna menjawab napi itu dengan suara ketus.
"Haha siapa kamu berani memerintahku, kalau aku tidak mau kamu mau apa, mau marah? Jijik banget nyuci pakian busuk kalian itu aku ini bos jadi tidak sudi mencuci pakian jelek kalian itu. Apalagi ngepel lantai ini enak aja. Siapa kamu, berani sekali membentak aku, kamu tidak tahu siapa aku ha."
"Hahaha....punya nyali juga perempuan tua ini, memangnya perlu aku tahu siapa kamu, yang jelas kamu juga seorang napi disini sama sepertiku jadi salahnya dimana. Dan satu lagi kalau memang kamu adalah seorang bis kenapa kamu bisa masuk terjurung kesini atau jangan-jangan bos maling hahaha. Sekali lagi aku tanya kasus apa kamu bisa masuk kesini"
"Tidak ada urusan denganmu, untuk apa kamu bertanya soal masalah aku, bukankah kita sama disini jadi urus aja urusanmu jangan perna mengusik kehidupanku, karena aku tidak akan lama disini sebentar lagi suamiku akan datang untuk membebaskan ku" bentar bu Ratna sekali lagi pede banget bu Ratna bilang kalau nanti pak Donal datang keluarkan dia dari penjara.
Prakkkkk...prakkkkk!
"Aku sudah ingatkan kamu tapi kamu tidak mau mendengarkan itu artinya kamu mau cari mati biar aku membunuh kamu aja."
"Aduh......sakit....hentikan bajingan kenapa kamu memukulku salahku apa sama kamu ha kita aja baru kenal ."
Bumkkkkkk...bukkkkk!!
__ADS_1
"Argh.....sakit tolong....."
"Sekali lagi kamu menjawabku dengan suara jelekmu itu akan aku hilangkan semua gigimu. Berani sekali kamu membentakku. Aku tanya kenapa kamu masuk kesini, sepertinya kasus kamu berat ya makanya kamu tidak mau memberitahu kami, tapi kalau kamu tidak kasih tahu itu artinya kamu mau main-main sama kami ya ngak"
"Ya hajar dia tanpa ampun sampai dia mengakuinya, kasus apa dia kemari"
Perempuan itu sudah beberapa kali bertanya tapi bu Ratna selalu menjawab kasar, dan justru tidak menyebutkan apa kasusnya. Padahal para napi yang lain sudah menunggu giliran masing-masing, kali ini hidup bu Ratna apes banget.
"Woy...kenapa kamu tidak menjawab atau kamu mau aku hajar lagi biar kamu tidak perlu keluarkan tenanga untuk menjawab pertanyaan bos kami". Ternyata perempuan tadi adalah geng atau ketua napi dalan satu ruangan itu.
Tapi memang dasar bu Ratna keras kepala jadi dia tidak mau mendengar justru ia menatap sinis ke napi yang tadi berbicara sambil tertanya lebar, bu Ratna tidak merasa takut justru ia mala menantang para napi lainnya sehingga membuat para napi lainnya marah.
Jawaban bu Ratna mengundang emosi semua napi, mamang bu Ratna yang suka cari masalah ditanyain baik-baik bukannya menjawab justru membuat para napi yang lain emosi. Sehingga bu Ratna di hajar habis-habisan oleh para napi lainnya, lagian bu Ratna sudah didalam penjara juga masih menunjukan keangkuannya. Dikira mapan kali ya kalau dia membentak para napi itu.
"Hahaha....tangan aku makin gantal aja kalau di gertak begini ternyata perempuan tua ini tidak ada kapoknya, masa dia bilang kita suara sampah dan pakian kita jelek semua sampai dia jijik sama pakian kita memang dia benar-benar bosan hidup ini kayaknya deh, cobak aja kamu teriak minta tolong ada yang mendengae tidak."
Semua napi yang ada diruangan itu bangkit dari duduk mereka dan mendekati bu Ratna seketika nyalinya yang tadi bar bar sekarang menciut. Makanya bu Ratna sudah di tahanan jangan banyak bicara ginikan jadinya kamu dijadikan pelampiasan amarah mereka yang selama ini mereka pendam.
"Eh....mau apa kalian ha.. Pergi jangan macam-macam sama aku atau kalian akan tahu akibatnya kalau nanti suami dan putry ku datang mengeluarkan aku dari sini." suami dab putry siapa yang di maksudkan bu Ratna apa yang dimaksud adalah Alin?"
__ADS_1
Namun karena para napi sudah terlanjur emosi jadi mereka sudah tidak menghiraukan perkataan bu Ratna lagi. Mereka tahu kalau bu Ratna hanya omong kosong, jadi mereka tidak perna takut dengan ancaman dari bu Ratna.
"Kamu pikir kami takut dengan ancaman murahan kamu itu, kalau memang benar seperti yang kamu katakan mana, mana suami dan putry kamu itu yang katanya akan mengeluarkan kamu dari sini..hallo tidak usa banyak halu disiang bolong"
Ada satu napi yang langsung menarik rambut bu Ratna dengan kuat. Baru dia menampar bolak balik pipi bu Ratna sampai bibir bawahnya pecah dan keluarkan darah.
Prakkkk..prakkkkkk!
"Tadi aku sudah peringatkan kamu jangan suka membantah, tadi bos kami bertanya dengan baik justru kamu mala jawab kasar sekarang terimah akibatnya. Ingat tanpa kamu kasih tahu juga kami sudah tahu apa kasus kamu, kenapa kamu tidak mau kasih tahu karena kamu takutkan dasar pelakor, sudah merebut suami orang justru kamu membunuh istri sahnya."
"Deg....tahu dari mana mereka aku seorang pembunuh perasaan aku belum cerita apa-apa baru juga aku datan mereka tahu dari mana"
Bumkkkk bummmkkk!
"Auhhhhh.....sakit....tolong hentikan jangan tendang perukku sakit...sakit jangan....."
Karena para napi merasa emosi jadi dengan brigas mereka menghajar bu Ratna tanpa ampun.
"Kamu tahu kenapa aku masuk kesini karena aku membunuh pelakor yang berusaha merebut suamiku dan anakku, istri sah siapa yang rela suaminya di ambet oleh pelakor tapi keuntunganku, aku tidak lama disini sebentar lagi aku sudah keluar, sedangkan kamu, pelakor murahan."
__ADS_1
Rambut bu Ratna di tarik dan di hajar oleh semua napi untung aja para sipir datang kalau tidak bisa mati bu Ratna.