Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
183


__ADS_3

Akhirnya Alin dan Devan sampai di dubai, jet pribadi Tuan Davin mendarat dengan sempurna di bandar undara internasional Abu Dhabi. dua orang pasang suami istri yang ada didalam pesawat itu tersenyum bahagia karena akhirnya mereka sampai di tempat tujuan.


Alin sangat bahagia bisa tercapai keinginan untuk jalan-jalan ke dubay, walaupun dalam rangkah bulan madu tapi itu momen yang sangat berharga menurut Alin. Karena perjalanam Alin kali ini tidak sendiri melainkan pergi bersama samg suami tercinta.


"Sayang akhirnya kita sampai juga, yuk kita turun pasti mobil jemputan sudah sampai" ujar Devan mengandeng tangan sang istri dengan senyuman bahagia terpancar di wajahnya.


"Iya mas Alin sangat bahagia berlibur bersama suami tercinta" ujar Alin.


Alin dan Devan bergandeng tangan keluar dari dalam pesawat, dan menujuh ke loby utama bandara, mobil jemputan sudah menunggu di depan loby. Karena Dimas dan Boby sudah menyiapkan semuanya.


"Tuan muda mari ikut saya mobil jemputan sudah di depan" ujar Dimas, Devan dan Alin mengikuti langkah kaki Dimas dan menujuh ke luar, ternyata memang sudah ada penjemputan beberapa mobil karena bukan hanya Alin dan Devan saja melainkan ada pengawal bersama sekretaris Dimas.


"Maaf Tuan! saya pak Dandi dan teman-teman saya datang jemput Tuan, silahkan masuk Tuan." Ujar pak Dandi yang sudah membuka pintu mobil sambil mempersilahkan Dinda dan Alin masuk.


Devan dan Alin masuk kedalam mobil di ikuti oleh Dimas yang duduk di depan bersama sopir Dimas tidak bisa jauh dari kedua pasuntri itu. Sedangkan Boby satu mobil bersama pengawal.


"Tuan....kita mau kemana dulu sebelum ke hotel atau Tuan dan nona langsung ke hotel saja?" tanya Dimas.


"Kita langsung ke hotel saja satu hari ini kita tidak kemana-mana nona mau istirahat karena kecapean, tapi jika sekretaris Dimas dan pengawal Boby mau pergi cari pasangan tidak masalah siapa tahu dapat disini, kalau sudah tidak dapat yang lokal tidak masalah dapat luar juga bisa" ujar Devan santai tanpa ada dosanya.


Sedangkan pak sopir menahan tawa melihat wajah Dimas yang berubah seketika dari senyum menjadi malu.


"Ah...Tuan bisa saja, Tuan harus tahu saya dan pengawal Boby tidak punya pasangan bukan berarti tidak ada cewek yang suka sama kami berdua, tapi karena kami menjadi pengawal yang setia untuk Tuan dan nona kami. Kalau kami sudah punya pasangan, otomatis pikiran dan fokus kami terbagi jadi bisa jadi kami akan lalai dalam tanggung jawab, masa saya sangat tanpan begini tidak ada cewek yang suka Tuan?, banyak sekali cewek yang sekati saya Tuan hanya saja tidak ada yang cocok sama saya, semua cewek yang datang hanya mengincar uang saya saja.


Saya mau cari cewek yang berkualitas bukan cewek matre yang hanya mengandalkan kecantikannya saja, padahal hasilnya nol. ini pendapat saya Tuan tapi tidak tahu apa oendapat pengawal Boby" balasan sekretaris Dimas

__ADS_1


Devan dan Alin diam karena disini mereka baru mengerti kenapa sekretaris Dimas dan pengawal Boby tidak punya pasangan, ternyata mereka hanya mau fokus dengan pekerjaan mereka sebagai sekretaris. Dan juga pengawal.


"Tapi tidak masalah sekretaris Dimas jika kamu ingin menikah boleh kamu pergi, aku tidak mau karena aku kamu tidak punya keturunan nanti aku yang merasa bersalah." ujar Devan.


"Tidak Tuan saya masih ingin bekerja dengan Tuan sampai kapan saya sudah tidak sanggup disitu saya berhenti. Namun selagi saya masih sanggup saya akan tetap setia menjasi sekretaris Tuan sekaligus pengawal.


Mereka semua kembali diam sampai tiba di hotel dimana Devan dan Alin akan menginap satu minggu kedepan, Devan dan Alin keluar dari mobil dan menujuh ke hotel, mereka di tuntun untuk masuk kedalam kamar hotel.


"Tuan saya tunjukkan kamarnya," Dimas dan seorang pengawai hotel menunjukkan kamar hotel kepada Devan dan Alin.


Karena mereka sampai di hotel pas makan siang akhirnya Dimas menyuruh pengawai hotel mempersiapkan makan siang untuk Devan dan Alin.


"Pelayan siapkan makan siang untuk nona dan Tuan muda menu hari ini sudah saya list ya waktu pesan tadi." ujar Dimas karen mengingat Devan dan Alin belum makan siang sehingga dalam perjalanan ke hotel Dimas sudah menghubungi pihak hotel untuk menyiapkan menu yang akan di makan Tuan dan nona nya.


Sedangkan di dalam kamar Alin langsung rebahkan tubuhnya di atas ranjang empuk, sambil melebarkan tangannya seperti orang yang sudah pasra dengan hidupnya.


"Hummm akhirnya sampai juga di hotel mas, rasanya cape sekali, Alin mau istirahat dulu ah...tapi Alin mau bersihkan wajah Alin dulu." ujar Alin.


"Sayang jangan tidur dengan perut kosong nanti kamu sakit, setelah selesai bersihkan wajahmu kita makan dulu setelah itu barulah kita istirahat, nanti kalau kamu sakit dan di dengar oleh orang tua disana mereka pikir mas menyiksa kamu disini sampai tidak di kasih makan, mas juga yang akan di serang" ujar Devan.


"Kan memang begitu kenyataannya mas, bukannya mas selalu menyiksa Alin setiap siang dan malam hehehe...lari....." ujar Alin lari sembunyi di sudut.


" Oh jadi sekarang istriku sudah mulai nakal ya baiklah mas tidak akan melepaakan mu kalau mas dapat tangkap...jangan lari...." ujar Devan kejar Alin.


"Weweee....weweee.....mas tidak bisa menangkap Alin,cobak berani ayo nangkap....hahaha.." ujar Alin.

__ADS_1


Akhirnya Alin dan Devan kejar-kejaran didalam kamar sehingga mereka tidak mendengar ada bunyi bel, sampai sekretaris Dimas membuka pintu untung pintu tidak terkunci.


Krekkkkk!


Sekretaris Dimas saling pandang dengan kedua pelayan saat melihat nona dan Tuannya saling kejar-kejaran seperti orang masih pacara...sedangkan Devan dan Alin belum menyadari kedatangan sekretaris Dimas dan kedha pengawal itu.


"Jangan lari istri kecilku kalau mas dapat kamu mas akan makan kamu sampai habis"


"Ehmmm.....ehmmmm....tolong adan orang disini Tuan" ujar sekretaris Dimas barulah mereka berdua terkejut dan berhenti, malu sih pasti di pergoki sekretaris dan pengawal main kejar-kejaran hilang langsung wibawah Devan hehehe.


"Sekretaris Dimas sejak kapan ada disini kenapa tidak mencet bel atau ketuk pintu dulu" ujar Devan.


"Maaf Tuan muda, kami sudah setengah jam disini dari mencet bel sampai pintu hampir sedikit saya dobrak tapi tidak ada respon, kalau saya tidak masuk apa Tuan mendengar teriakan saya, makanan saja sudah mau dingin" ujar srkretaris Dimas sedangkan pengawal Boby tunggu diluar bersama pengawal lainnya.


Alin yang malu wajahnya merah merona dan gegas ke kamar mandi sedanfkan Devan langsung mempersilahkan pelayan untuk menghidangkan makanan di atas meja.


Setelah selesai menyiapkan makanan, kedua pelayan itu mempersilahkan Devan dan Alin makan. Sedangkan sekretaris Dimas juga ikut keluar.


Setelah Alin keluar dari kamar mandi Devan menyuruh Alin duduk di pangkuangnya dan menyuapi Alin.


"Sayang sini duduk... Biar mas suapin kamu harus banyak makan setelah makan kamu baru istirahat ya sayang." ujar Devan.


Alin menurut saja dan duduk di atas pangkuan Devan, sambil makan di suapin oleh Devan mereka makan begitu romantis Alin sangat bahagia di perlakukan seperti itu oleh Devan.


Devan sangat memanjakan Alin, dan sangat menyayangi Alin.

__ADS_1


__ADS_2