
Indri justru syok mendengar semua perkataan Oliv kalau ternyata Oliv hamil di luar nikah, terus anak siapa yang di kandung Oliv pikir Indri tapi Indri masih tenang. Indri juga tidak ada niatan untuk bertanya pada Oliv. Biarkan saja pikir Indri jika Oliv menganggap Indri teman baik pasti Oliv akan jujur namun jika tidak berarti Oliv tidak menganggap Indri itu teman baiknya.
Selama ini juga yang perhatikan Oliv selama di kota B Bara dan Indri, tapi kalau Oliv tidak menghargai mereka tidak masalah, Indri juga bukan yipe gadis yang suka menuntut untuk di hargai hanya saja orang tua Oliv sudah menitipkan Oliv ke Bara dan Indri untuk di jaga.
Setelah selesai tespek dan ternyata hasilnya positif, dengan langkah pelan Oliv keluar dari kamar mandi namun masih mendapat Indri tidur di atas tempat tidur seolah tidur nyenyak pada hal Indri tidak tidur. Indri pura-pura tidur karena ingin mengetahui lebih lagi rahasia apa yang di sembunyikan oleh Oliv.
"Hummm selamat.....selamat! untung Indri udah tidur kalau nggak bisa ketahuan deh kalau gua sudah hamil, gua harus cepat bungkus tespek ini agar tidak di lihat oleh Indri kalau gak bisa kelar hidup gua, kalau sampai papi dan mami tahu gua hamil. Tapi gimana dong kalau Devan nggak mau ngakuin anak ini sebagai anak kandungnya masa gua hamil belum nikah dan anak gua nggak punya ayah.
Astaga apa kata orang nanti gua bisa mati di bunuh mami papi gua...sial...lo Devan lo hamilin gua awas aja gua bakal hancurin acara lo nanti malam gua harus tampil secantik mungkin agar gua di terimah oleh tante Asta dan om Davin, lagian orang tua Devan kan sudah kenal baik ama gua. Tapi gua akui sih kejantanan Devan padahal baru beberapa kali kami bercinta di hotel tapi kok bisa langsung hamil itu artinya gua subur dan Devan juga cocok ama gua"
"Deg....! Jadi lo nggak pulang sampai nggak ada kabar sama sekali berhari-hari itu karena lo asyik bercinta di hotel ya Liv hebat baget lo, gara-gara pria nggak jelas itu lo lupain gua mah Bara dan sekarang akibat dari perbuatan lo jadi begini." gumam Indri dalam hati
Indri mendengar semua pembicaraan Oliv, Indri juga tahu tentang pernikahan Devan walaupun Indri tidak begitu mengenal Devan. Indri baru tahu ternyata Oliv nginap di hotel itu karena berduaan dengan pria yang Indri tidak tahu siap itu, jangankan Indri Oliv aja tidak tahu.
__ADS_1
"Liv...kasian banget hidup lo ini semua gara-gara pergaulan bebas begini jadinya lo harus siap mental Liv, karena gua yakin lo nggak bakal di terimah di keluarga Tuan Davin, gua takut lo yang mempermalukan diri lo sendiri nanti disana. Lo pasti di hujat banyak orang dan akan viral dan jika lo nekat bisa-bisa lo di laporkan, kasian mami papi lo Liv, gua juga jadi ikut prihatin ama lo. Tapi gua masih penasaran siapa sih pria yang sudah menghamili Oliv, seratus parsen gua yakin banget anak yang di kandung Oliv bukan anak Tuan Devan, sepertinya Oliv terjebak dalam permainan seseorang tapi siapa?
Apakah masalah ini gua harus ceritain ke Bara atau gua nyimpan aja dulu nanti baru ketahuan dengan sendirinya, gua harus cari cara agar maminya Oliv datang kesini kalau tidak papinya saja untuk bawah pulang Oliv ke kota A saja. Oh tunggu dulu jangan-jangan ini anaknya mantan pacar Oliv sih James, Oliv perna cerita jika James perna memper***sanya sebelum kesini. Tapi apa iya baru satu kali langsung hamil" Indri di atas tempat tidur tapi lagi berperang dengan pikirannya sendiri.
Sedangkan Oliv dari tadi sibuk dengan menyiapkan pakian untuk menghadiri acara resepsi Devan dan Alin nanti malam jam tujuh, didalam kamar awalnya rapi sekarang jadi berantakan karena ula Oliv.
"Aduh...kenapa sih nggak ada baju baru gua, sebenarnya masih bagus-bagus sih baju-baju ini tapi gua mau tampil angun malam ini gua mau nunjukin ke semua orang kalau gua yang pantas jadi istri Devan bukan wanita burik itu. Kalau dis di banding dengan gua kecantikan gua juga, apa cobak yang di lihat oleh Devan kok bisa-bisanya mau jatuh cinta dengan perempuan butik itu."
Setelah sudah merasa capek karena dari tadi Oliv mempersiapkan semuanya, bahkan tespek yang di pakek Oliv, Oliv sengaja bukus menjadi kado yang sangay cantik karena Oliv rencana akan berikan kepada Devan di depan para tamu undangan.
"Sekarang semua sudah beres dan rasanya lela sekali biar aku istirahat aja dulu ngantuk banget ah, aku harus istirahat biar nanti malam aku punya banyak tenanga untuk mengusir perempuan sinting itu. Cobak seandainya aku tahu dari kemarin kalau hari ini Devan menikah mungkin tadi aku sudah membatalkan pernikahan itu dan aku sudah sah menjadi nyonya Devan, tapi aku ketinggalan berita sehingga aku tidak tahu kalau hari ini Devan melangsungkan pernikahan."
Oliv membaringkan tubuhnya di samping Indri dan tidak lama kemudian Oliv tidur nyenyak, Indri yang sudah tahu Oliv sudah tidur dengan hati-hati Indri mengambil hp Oliv yang tidak perna di kunci, bukannya Indri tidak sopan mengambil hp Oliv untuk mengetahui rahasia Oliv hanya saja Indri penasaran siapa yang akhir-akhir ini berhubungan dengan Oliv, kalau memang ada pria lain yang berhubungan dengan Oliv Indri rencana minta ketemuan dengan pria itu.
__ADS_1
Sebenarnya niat Indri itu baik untuk menolong Oliv karena Indri kasian, Indri mau temannya mendapatkan pasangan hidup untuk bantu merawat anak yang di kandung Oliv. Setelah Indri berhasil mengambil hp Oliv, Indri membuka pesan whatsapp...dan khusus mencari pesan yang selalu di hubungi tiba-tiba mata Indri tertujuh kepada sebuah nomor yang bertuliskan Devan, Indri membaca semua pesan yang masuk.
Betapa terkejutnya Indri membaca semua pesan dari nomor itu tapi Indri langsung tahu jika pemilik nomor itu bukanlah Devan tapi orang lain, akhirnya Indri inisiatif untuk menghubungi pemilik orang itu untuk minta ketemu dengan pria itu. Tapi sebelumnya Indri simpan dulu nomor pria itu di hpnya karena takutnya Oliv sadar dan ketahuan kalau dirinya sudah lancang membuka hpnya.
"Aku harus simpan dulu nomor di hp ku biar nantk baru aku hubunginya sebelum semuanya berantakan aku harus bertemu dengan pria itu hari ini juga biar dia bisa mencengah ulah Oliv, Ya Tuhan Liv....Liv kenapa lo bisa melangkah sejauh ini lo mencorong nama baik wanita aja gua ama lo teman baik tapi kenapa lo nggak perna dengarin gua sih, begini jadinya semua sudah berantakan tapi semoga siapapun pria ini dia bersedia bertanggung jawab dengan kehamilan Oliv."
Indri tidak jadi istirahat tapi justru Indri bangun dari tidurnya dengan perlahan dan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah Indri membersihkan diri Indri keluar dari kamar mandi setelah merasa tubuhnya sudah terasa segar.
"Hummm segar banget rasanya setelah selesai mandi bukan hanya diri ini yang segar tapi otak ku juga agak sedikit segar hehehe" ujar Indri ngoce sendiri.
Indri mulai melakukan aksinya untuk menghubungi pria itu, bukan tanpa sebab Indri melakukan itu tapi karena Indri menyayangi Oliv sebagai sahabatnya jadi Indri ingin menbantu Oliv untuk mendapatkan ayah dari anak yang di kandungnya itu.
"Liv Maafin gua ya bukannya gua jahat yang lancang membuka hp lo tapi gua mau yang terbaik buat lo karena lo teman baik gua, semoga lo tidak salah paham dengan cara gua ini gua hanya membantu lo aja." gumam Indri.
__ADS_1