Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
87:87 Maaf


__ADS_3

Sekarang semua sudah masuk kedalam kantor polisi. Untuk menunggu panggilan masuk ke dalam ruangan penyidik, tapi sebelum itu alin dengan devan pergi ketemu adam seppupunya bu ratna, alin pengen tahu alasan apa yang membuat adam melakukan hal keji itu.


Karena alin masih penasaran sampai sekarang, kenapa bu ratna tega melakukan hal sekeji itu terhadap sang ibu, gak mungkin hanya karena iri dan atas dasar apa adam mau melakukan itu padahal ia tahu itu dosa.


Alin dengan devan sekarang lagi duduk di ruang pengunjung untuk bertemu dengan adam, tak lama sipir bawah adam datang, ia langsung terkejut melihat ternyata yang ingin ketemu dengannya adalah devan dan alin.Badan adam gemetaran karena ia ingat betul betapa ganasnya devan waktu menghukumnya di ruang bawah tanah.


Adam masih berdiri dan menunduk kepala ia gak berani menatap devan dan alin karena ada tatapan intimidasi dari devan sangat tajam.


"Duduk lah" ujar alin yang melihat adam masih berdiri belum bergerak untuk duduk, akhirnya alin yang menyuruhnya duduk, dan adam juga hanya menurut aja, ia duduk tepat di depan devan dan alin.


Saat adam duduk di depan devan ia menundukan kepalanya, takut lihat devan.


"Maaf pak ada apa anda datang menemui saya, bukankah ini keinginan anda untuk saya masuk kesini. Saya akan memenuhi semua dan akan tanggung jawab apa semua perbuatan saya.


Karena memang saya bersalah jadi maafkan saya, tapi pak tenang aja saya akan jujur saya gak akan sembunyikan apa pun karena saya yang melakukan jadi saya juga yang menanggung resikonya namun tolong, ringankan hukuman saya."


"Bagus kalau begitu kamu tahu bertanggung jawab dan soal keringanan itu bukan rana saya, karena itu pihak lain yang lakukan , tapi bukan saya yang mau bertemu dengan kamu, saya hanya temani calon istri saya saja, karena ada yang ingin calon saya tanyakan sama anda, jadi saya harap anda jangan berbelit menjawabnya, kalau gak anda tahu kan akibatnya."


"Iya betul apa yang di katakan pak devan saya yang ingin bertemu dengan kamu, karena sebelumnya kita tak perna ketemu saya ingin tahu sesuatu dari kamu tapi saya minta ku jujur"

__ADS_1


Adam mengangkat wajahnya dan menatap alin" No nona, maafkan saya, saya tahu saya salah tapi saat itu memang kondisi saya sangat terhimpit, dan saya sudah fristasi saat itu saya sangat butuh uang untuk pengobatan ibu saya, namun gak ada yang mau menolong, tiba-tiba mbak ratna datang dan menawarkan saya uang yang bayak dengan syarat saya harus membunuh seseorang"


Awalnya saya menolak, saya katakan sama mbak ratna untuk berikan waktu, saya harus pikirkan untuk resiko ke depan. Tapi malamnya saya dapat telpon dari pihak rumah sakit kalau ibu saya kritis, kalau saya gak membayar semua tagihan administrasinya mama saya gak dilanjutkan perawatannya."


"Pikiran saya buntu saat itu, Saya gak tahu apa yang harus saya lakukan untuk bisa mendapatkan banyak uang, tiba-tiba saya ingat penawaran mbak ratnya"


"Akhirnya saya terpaksa telpon mbak ratna untuk meminta ketemu, dan menerima tawarannya, saya gak tahu siapa perempuan itu karena mbak ratna gak cerita sama saya. Ia hanya mengatakan kalau saya berhasil membunuh perempuan itu ia akan kasih saya uang lima ratus juta."


"Mbak ratna juga yang ngarahin saya dan kasih alamat dimana butik perempuan itu, dan akhirnya saya berhasil membuatnya celaka dan masuk ke jurang, hari itu saya sangat sedih nona karena seumur-umur baru kali itu saya melakukan kejahatan".


"Dan hari itu dimana semua orang pada datang ke TKP saya dan mbak ratna juga berada di sana tapi kami gak bisa mendekat".


"Dan kamu tahu setelah kamu mengambil ibu nya disitu lah penderitaan yang di alami anak itu sampai terusir dari rumah kamu tahu itu gak, dimana hati nurani kamu ha."


Kamu tahu betapa menderitanya saya saat itu kehilangan orang yang saya sayangi, kamu mengambil kebahagiaan itu dari saya dan kamu tinggalkan saya penderitaan, jadi sekarang kamu juga yang akan tanggung jawab semuanya, saya harap kamu berkata jujur, agar hukuman kamu di ringakan tapi hukuman untuk perempuan itu di beratkan, biarpun kamu sudah membunuh ibu saya tapi saya masih punya hati untuk mengampuni kamu.


"Karena saya tahu kamu lakukan itu karena terpaksa, tapi juga itu hal yang jahat dan dosa jadi setiap perbuatan yang kita lakukan, kita juga yang akab menuainya, semoga setelah kamu keluar dari tempat ini kamu sadar dan gak akan menghilangkan nyawa orang lain lagi."


"Makasih nona saya sangat menyesal melakukan hal jahat itu, saya gak tahu kalau ternyata mbak ratna sengaja melakukan itu hanya untuk mendapatkan ayah anda nona"

__ADS_1


"Alin memang gadis yang baik hati kalau kena orang lain mungkin gak ada ampun untuk seorang penjahat. Apa lagi ia yang menimbulkan penderitaan yang di alami oleh alin."


Setelah alin dan devan ketemu dengan adam mereka bergegas kembali ke ruang tunggu. Tak lama alin di panggil hampir dua jam alin didalam ruang penyidik akhrnya ia keluar, mereka bergantian satu persatu hinggal selesai sekitar jam tiga baru semua kelar, akhirnya alin keluar dari kantor polisi dan hendak mau masuk ke mobil namun langkahnya terhenti, karena ia mendegar seseorang memanggilnya.


"Nak...." ujar orang tersebut


Suaranya familiar banget di teliga alin, namun alin kembali melangkah gak menyahut bahkan menoleh pun gak.


Dan suara itu kembalu memanggilnya, devan yang berjalan di samping alin gak enak hati karena alin gak sedikit pun mengubris panggilan pak donal, pas panggilan kedua alin benar-benar berhenti dan menoleh, dengan wajah datar ia menjawab.


"Maaf tua donal maksud tuan apa ya, siapa yang anda panggil anak, apa calon suami saya, atau kak keo, dimas atau boby yang ada disini."


"Ma maaf nak saya memanggil kamu,"


"Oh tuan memanggil saya ada apa, ada yang bisa saya bantu."


"Ma maafkan papa nak, papa benar-benar minta maaf, papa salah, waktu itu papa lebih percaya kedua perempuan ular itu di bandingkan kamu, maafkan papa,"


"Maaf tua anda salah orang saya bukan siapa-siapanya anda jadi tolong berhenti memanggil saya anak, karena setahu saya anak anda hanya satu orang putry yang sekarang ada di tahan."

__ADS_1


Alin sembari berkata begitu cuman air matanya sudah begitu deras mengalir keluar, sebenarnya ia juga rindu dengan pelukan ayahnya tapi luka yang ayahnya torekan terlalu dalam sulit untuk di maafkan


__ADS_2