
Alin menanyakan soal siapa pria tadi maksudnya James, apakah benar yang di katakan James tadi kalau Oliv adalah calon istrinya dan memang Devan membenarkan hal itu. Kalau James adalah calon suaminya Oliv.
"Iya sayang pria itu memang calon suami Oliv, mas juga kenal dengannya karena dulu waktu mas masih berteman dengan Oliv sudah beberapa kali ketemu dengannya, karena setiap Oliv main kerumah dia sering antar dan mereka juga sebenarnya sudah mau menikah. Tapi entah kenapa tiba-tiba saja Oliv membatalkan pernikahan mereka dan minta putus dengan James, mas juga kenal dekat dengan orang tua Oliv seandainya sifat Oliv tidak berubah mas rencana mengundang orang tua Oliv untuk menghadiri acara pernikahan kita, walaupun belum tentu mereka datang lantaran jauh ".
"Oalah pantas aja calon suaminya datang nyusul kesini untuk mencarinya, baguslah kalau memang seperti itu berarti benar anak yang di kandungnya itu anak dari pria itu, tapi Alin sepertinya perna ketemu dengan pria itu, dan sampai sekarang Alin masih ternyiang dengan perkataan ayah, katanya perna ketemu dengan nya di hotel bisa jadi perempuan itu ketemu dengan pria di hotel selain calon suaminya kita tidak tahu. Dia memang perempuan licik dia menjebak mas dengan kehamilannya padahal bukan mas yang berbuat, untung datang calon suaminya kalau tidak mungkin dia sudah memaksa mas untuk menikahinya memangnya mas mau?" ujarcAlin kesal
"Ya tidak dong sayang, sekarang mas sudah punya istri yang sangat cantik jadi untuk apa mas harus tanggung jawab yang bukan mas yang buat, ah sayang tidak perlu bahas itu lagi datang tamu umdangan tuh kita harus menyapah mereka dari pada bahas yang tidak penting" ujar Devan tidak mau memperpanjang masalah tadi soalnya hilang mood mereka.
Alin dan Devan bangkit dari duduk mereka dan menyapah tamun undangam lainnya. Banyak sekali para tamu undangan yang berdatangan, ada juga yang datang dan langsung pulang karens masih ada acara lain.
"Selamat Tuan muda dan nona Alin selamat berbahagia, malam ini nona Alin sangat cantik dan Tuan Devan sangat tanpan sekali, Jeng Asta beruntung punya menantu yang sangat cantik dam baik" ujar seorang tamu undangan.
"Hehehe makasih banyak jeng sudah datang dan juga atas pujiannya, menantu jeng juga sangat cantik" ujar bu Asta.
"Eh...jeng Asta benaran nggak sih itu perempuan tadi adalah mantan Devan...kok bisa hamil di luar nikah apa benar iru anak Devan kenapa Devan tidak menikah saja dengannya" ujar seorang tamu undangan yang memang bu Asta mengenal orang itu sangat julid dengan kehidupan orang.
"Jeng..! Maaf ya anak saya Devan pria yang baik jadi tidak mungkin dia melakukan hal jahat itu, lagian jeng tidak mendengar tadi apa kata calon suami perempuan itu kalau wanita itu hamil anaknya, oh ya jeng makasih ya sudah datang, maaf banyak tamu undangan yang masih ngantri." bu Asta sebenarnya sangat kesal dengan ibu itu tapi dengan sabar bu Asta menjawab perkataan ibu itu.
__ADS_1
Banyak tamu undangan yang mulai datang untuk mengucapkan selamat kepada kedua penganti, banyak teman bisnis dari ibu Neska dan Tuan Davin juga datang, hal itu membuat mereka sibuk menyapa tamu undangan begitu juga dengan Tuan Donal banyak rekan bisnisnya datang, ternyata Tuan Davin dan Tuan Donal mengundang keluarga Jhovan juga sehingga orang tuan Jhovan datang.
"Selamat ya nak semoga kamu bahagia ya, maafkan semua kesalahan tante dan Jhovan dulu sudah melukai hatimu, tapi tante bersyukur akhirnya kamu bahagia bersama dengan pria yang benar-benar mencintai kamu." Ujar ibunya Jhovan. Pak Roy juga mengucapkan hal yang sama membuat Alin senyum.
"Makasih tante, om karena sudah datang ke sini, lupakan saja semuanya itu sudah berlalu Alin juga tidak perna marah sama om dan tante karena mungkin ini sudah di takdirkan oleh Allah, semoga Jhovan bahagia dengan wanita yang dis cintai ." Ujar Alin.
Setelah selesai kedua orang tua Jhovan pergi menikmati hidangan yang sudah di hidangkan di atas meja, sedangkan Jhovan yang juga hadir dia tidak ikut ke depan namun dia hanya berdiri dan melihat dari jauh saja. Jhovan tidak berani mendekat sebenarnya tadi Jhovan masih berharap Oliv berhasil menjebak Devan sehingga Oliv nikah dengan Devan dan Jhovan kembali mendekati Alin, namun harapan Jhovam sirna saat melihat James datang.
"Seandainya dulu aku tidak memilih Saras dan percaya dengan kebohongannya mungkin saat ini aku yang menjadi pria yang paling bahagia, karena aku bisa bersanding dengan wanita yang aku cintai, Alin selamat ya, jujur hatiku sangat sakit melihat kamu bersanding dengan pria lain, tapi memang aku yang salah sudah menyakiti hati kamu sampai kapan pun kamu tetap di hatiku Alin.
Karena Jhovan tidak kuasa menahan emosinya melihat Alin bahagia bersanding dengan pria lain, Jhovan lebih memilih pergi dan masuk kedalam mobil menunggu kedua orang tuanya, Jhovan tidak mau gara-gara die emosi bisa membuat kekacauan di acara Alin.
"Argh....."!
"Kenapa sekarang baru aku menyesal karena kehilangan wanita yang aku cintai, padahal dulu aku menyakiti hatinya dan bahkan aku tidak mengakuinya sebagai tunananganku, ini semua gara-gara kamu dan mama kamu saras...kamu yang meracuni pikiran ku dan merayu aku untuk meninggalkan wanita yang aku cintai, memang kamu pantas berada di penjara Saras" teriak Jhovan sambil memukul setir mobil
Karena teriakan Jhovan ada pengawal yang mendengar suaranya, tapi karena mobil begitu banyak sehingga pengawal tidak tahu dari mana asal suara itu. Bagaimana rasanya Jhovan kamu sudah membuang berlian demi memilih sampah dan sekarang kamu menyesal tidak ada gunanya, kamu menikmati saja kehidupan kamu yang sekarang dan menunggu kelahiran anak kamu dari Saras.
__ADS_1
Kembali ke acara Alin dam Devan sibuk menyapah para tamu undangan banyak juga teman Devan dan Alin datang, mereka sangat bahagia melihat temannya akhirnya menikah juga.
"Lin sori ya aku baru saja nyampe soalnya tadi ada acara juga, selamat ya bestie nya aku jujur aku sangat bahagia tahu akhirnya kamu menikah juga tidak tangung-tangung langsung menikan dengan Tuan muda kaya raya, sekali lagi selamat ya".
"Makasih ya bestie sudah datang, tidak masalah terlambat asal sampai. Terus kapan kami berdua dapat undangan dari kalian jangan lama-lama ya" ujar Alin dan Devan.
"Rencana satu bulan lagi kalau tidak ada kendala sekarang masih persiapan doain ya semoga semua berjalan lancar" ujar temannya.
Mereka mulai berfoto dengan ekspresi berbedah-bedah, setelah selesai foto teman-teman Alin dan Devan langsung mencicipi hidangan yang ada sedangkab Devan dan Alin kembali menyapah para tamu yang lain.
Tidak terasa sudah jam sepuluh Alin dan Devan bersiap untuk kembali ke kamar hotel, karena sekarang para tamu undangan sudah pada pulang tinggal teman-teman Alin dan Devan saja. Mereka masih berbincang-bincang dan tidak lama temannya juga bersiap pulang ke rumah masing-masing.
"Sayang kita balik ke hotel yuk ini sudah malam dan kako mas juga sudah pengenl banget dari tadi berdiri terus " ujar Devan.
"Ya namanya juga resepsi pernikahan mas jadi semua tamu undangan pasti datang untuk mengucapkan selamat kepada kita, bagaimana kita mau ke hotel sedangkan ibu ayah dan yang lain belum ke hotel masa hanya kita berdua saja." ujar Alin.
Tiba-tiba bu Asta dan bu Neska datang menghampiri Alin dan Devan mengajak mereka masuk ke dalam hotel karena acara sudah usai, jadi Devan dan Alin harus istirahat karena mereka akan pergi berbulan madu nantinya.
__ADS_1