
Jhovan sengaja datang ke kantor polisi untuk melaporkan kejahatan kelima temannya kalau tiga cewek itu mereka hanya di bayar jadi mereka tidak termasuk dalam hitungan Jhovan, kalau orang tua ketiga cewek itu datang mereka bertiga bisa pulang tapi belum tentu mereka di ijinkan oleh polisi secarakan ini masalah perzina,ahan mereka melakukan bukan suami istri yang sah tapi mereka melakukan karena di bawah kendali minuman beralkohol, jadi itu juga punya hukum. Sekarang Jhovan ingin memberikan pelajaran kepada kelima pemuda gila itu.
Mereka berlima terkejut dengan suara Jhovan...membuat teman yang kemarin menelfon Jhovan menoleh ke arah asal suara.
"Ha....Jhovan....ini pasti ulah kamukan cepat keluarkan kami dari sini, kamu itu teman kami Van kok bisa kamu melakukan ini sama kami, kamu kok tega sih menghianati pertemanan kita....Van tolong keluarkan kami dari sini sebelum orang tua kami datang." ujar teman itu memohon
"Hahaha.....prokkk....prokkk...apa kamu bilang teman?....dan aku tega...aku bukan orang yang jika bukan musuh yang duluan melakukan berarti aku juga tidak akan melakukannya, itu yang namanya senjata makan tuan bukankah semua ini adalah rencana kamu...kamu sengaja menelfon aku dan menyuruh aku datang ke club karena kalian semua mau menjebak aku dengan perempuan itu di hotel.
Dan kalian mau mempermalukan aku di depan semua orangkan...aku tahu semua rencana busuk kalian...kalau memang kalian sudah tidak mau berteman lagi denganku karena aku miskin tidak masalah, aku juga tahu diri kok makanya sekarang aku jarang ngumpul dengan kalian jujur ya waktu kamu menelpon aku itu aku pas lagi di jalan mau pergi ketemu dengan orang tapi gara-gara niat busukmu itu aku tidak jadi pergi dan mulai sekarang kita bukan siapa-siapa kamu lihat ini aku blokir dan aku hapus nomor kalian dari hpku.
Kita buka teman lagi aku datang kesini mau buat laporan karena kemarin kalian berencana menjebak aku dengan perempuan itu, dan soal kalian masuk ke hotel itu karena permintaan kalian menyuruh aku antar kalian kesana, aku tidak sendiri loh nanti kalian tanya sama staf club itu karena dia juga yang membantu aku untuk mengantarkan kalian ke kamar hotel itu. Sampai akhirnya kalian mantap-mantap didalam kan, puas gak dilayani sama ketiga wanita malam ini yang kalian sewah...hahaha....makanya jangan meremekan orang."
"Bro kamu salah paham kamu tahu dari mana kami mau menjebak kamu...itu tidak mungkin memang murni kami mau kamu gabung tidak ada niatan jahat sama sekali didalam hati kami, lagian waktu aku datang kamu sudah datang duluan bro...kok kamu bisa bilang kami merencanakan kejahatan jujur aku tidak perna berpikir begitu mau kamu punya uang atau tidaknya aku tetap menjadi temanmu, bukankah dari dulu kita berdua yang duluan berteman kenapa kamu bisa prasangka buruk seperti itu sama aku Van"
Jhovan kembali berpikir lagi benar juga kata temannya yang bernama Vino....karena Vino itu datang paling belakang dan Vino juga yang selalu bilang sama Jhovan jangan banyak minum. Jadi Jhovan rencana meminta polisi untuk melepaskan Vino saja yang lain tinggal.
__ADS_1
"Bro...benar kata Vino kamu itu hanya salah paham kami tidak ada niatan untuk menjebak kamu....kita ini teman naik mana mungkin aku menjebakmu Van kamu tidak usa banyak bicara deh Van cepat bebaskan kami kita ini teman." Jhovan muak dengan kemunafikan teman yang satu itu sehingga Jhovan mengeluarkan ponselnya dan memutar kembali rekaman suara itu membuat temannya tercengang mendengarnya.
Dia tidak tahu mau bicara apalagi karena memang itu kenyataan....itu suara mereka saat tertawa karena mereka pikir rencana mereka akan berhasil dan suara temannya yang menelfon Jhovan itu sangat jelas sekali.
"Ini apa ha...ini yang kalian bilang aku omong kosong ini yang kalian bilang teman...teman penjilat pas aku masih jaya kalian datang dan seolah menjadi teman yang paling baik tapi setelah keluarga ku bangkrut kalian seolah tidak mengenal siapa aku...dan mau jebak aku sekarang kalian nikmati saja."
Jhovan berlalu pergi meninggalkan mereka berlima di dalam sambil memanggil nama Jhovan tapi Jhovan tidak menghiraukan mereka...tak selang lama seorang polisi datang dan membuka pintu sel.
"Ada yang bernama saudara Vino disini silahkan keluar" ujar pak polisi membuat Vino terkejut karena dia bisa keluar.
"Iya saudara Jhovan yang mengeluarkan anda jadi silahkan keluar kalau kalian berempat tunggu orang tua kalian datang...itupun belum tentu kalian langsung pulang karena saudara Jhovan membuat laporan baru." Jelas pak polisi.
Seketika keempat orang itu terkejut ternyata Jhovan tidak main-main dengan perkataannya sampai dia berani mengeluarkan Vino dari sel tahanan.
"Vino bro...tolong bilang sama Jhovan keluarkam kami dari sini....kami hanya mau ngerjain dia saja tidak ada niatan jahat kok sama Jhovan tolong ya Vino..." ujar salah satu dari keempat orang itu.
__ADS_1
Sedangkan setelah Vino keluar sampai di luar ia kembali menatap keempat temannya yang sekarang masih ada didalam.
"Aku kecewa dengan sikap sahabat macam kalian, aku menyesal datang di acara ulta kamu bro...aku pikir undangan kalian itu tulus karena kita ini sudah dari dulu berteman jadi tidak memandang seseorang dari kekayaannya tapi saat ini aku mengerti...kita tidak cocok jadi satu tim yang baik mulai sekarang kita bukan teman lagi maaf"
Vino pergi menemui Jhovan yang sudah selesai memberikan keterangan mengenai keempat orang itu dan ketiga perempuan malam itu ternyata Jhovan mengeluarkan Vino dengan jaminan dirinya jika nanti Vino melakukan kesalahan lagi. Berarti Jhovan tanggung jawab.
"Bro....makasih ya kamu mau membebaskan aku tapi jujur aku masih penasaran awal ceritanya, seharusnya semalam kamu cerita ke aku biar kita langsung pulang saja tidak perlu...ikut merayakan ulang tahun bajingan itu...aku menyesal bisa datang kesana."
"Maaf bro aku gelap mata jadi sudah tidak bisa berpikir jerni...maaf ya semalam kamu bisa masuk ke kamar hotel karena aku pikir kamu juga termasuk....memang aku sengaja datang bro karena ingin membuat perhitungan dangan mereka biar mereka tahu rasa."
Akhinya Jhovan menceritakan semuanya dari awal sampai akhirnya dia datang ke club membuat temannya Vino marah, ternyata sejahat itu teman-temannya. Tapi selepas dari masalah itu Jhovan dan Vino tahu bahwa selama ini mereka itu hanya di manfaatkam oleh teman-temannya mereka tidak tulus berteman.
"Terus bagaimana kamu bisa bebaskan aku brow ini kasus bukan kasus biasa apalagi sudah di tangkap di hotel begitu kok bisa aku langsung dikeluarkan begitu saja." tanya Vina.
"Aku jadi jaminan Van yang penting kamu keluar"
__ADS_1