
Devan, ingin menjodohkan bu Neska dengan pak Donal tapi kata Alin belum tentu bundanya mau sama ayah kandungnya, Alin. Lantaran ibu Neska selama ini tidak perna dekat dengan pria mana pun, semenjak suaminya meninggal, masa Devan menjodohkan pak Donal dengan bu Neska itu yang membuat Alin heran. Alin tidak mau hanya gara-gara masalah itu hubunga ayah kandung dengan ibu angkat tidak baik, sedangkan Alin mau kedua orang tua nya sama-sama hidup berdampingan.
"Tidak mas!.....Alin tidak setujuh kalau kita jodohkan bunda sama papa Donal, Alin setujuh jika itu kemauan mereka sendiri, Alin tidak mau karena masalah sepeleh, hubungan papa Donal dan bunda rengang. Ya kita tunggu aja kalau memang jodoh dan sudah kehendak Tuhan pasti di persatukan tanpa campur tangan kita, jadi kita tunggu saja lagian papa Donal juga belum tentu mau menikah lagi, sebenarnya Alin juga pengen punya keluarga yang utuh tapi Alin tidak mau memaksa kehendak." Ujar Alin.
"Iya kamu benar sayang, maaf ya maa sudah berkata begitu mas hanya ingin ada yang menemani papa Donal dalam masa tua. sayang jangan tersingung ya dengan peekataan mas, sekarang kita fokus dulu bulan madu kita jangan memikirkan yang lain" ujar Devan.
Alin meletakan kepalanya di dada bidang Devan sambil bermanja-manja dengan Devan.
" Sayang kalau kamu sudah ngantuk tidur lah biar mas jagain kamu" ujar Devan tapi Alin katanya belum ngantuk masih mau menikmati suasana didalam pesawat seorang pramugari datang mengantarkan minuman dan cake untuk Alin dan Devan.
"Nona, Tuan silahkan " ujar pramugari tersebut.
"Makasih mbak" ujar Alin.
Devan dan Alin bersantai sambil ngemil, Devan langsung mengabadikan momen kebersamaan dengan Alin didalam pesawat, kapan lagi mereka bersama apalagi kalau sudah kembali bekerja susa kalau pergi berlibur jadi Devan mengambil fotonya dengan Alin.
__ADS_1
Jam srpuluh malam Devan dan Alin hendak ke kamar Devan mengendong Alin Ala bridal style....dari lorong masuk kedalam karena ternyata sudah bertebaran bunga mawar dan nyalah lilin sepanjang jalan masuk ke kamar...sangat romantis sekali.
"Wah.....bagus banget mas siapa yang buat ini." tanya Alin, Alin tertegun melihat suasana romantis yang sudah di siapkan oleh Devan padahal bukan Devan yang siapkan tapi sekretaris Dimas di suruh oleh ibu Asta dan ibu Neska makanya bukan hanya Alin yang tertegun tapi Devan juga, karena Devan memang tidak tahu soal dekorasi suasana romantis itu.
"Nah, itu dia sayang, mas juga tidak tahu siapa yang lakukan ini tapi mas yakin pelakunya adalaj sekretaris Diman dan kakak Leo antara dua orang itu, bisa jadi Boby dan sekretaris Lisa juga siapa lagi kalau bukan mereka, tapi kamu tahunggak sayang, mas senang dan bahagia dengan kejutan mereka sangat indah dengan suasana romantis"
Devan dan Alin melalui lorong itu dan sampailah di depan pintu kapan, namun mereka bersua tertegun saat membuka pintu, didalam kamar bauh semerbak bunga mawar dimana-mana bahkan di atas tempat tidur di baruri dengan bunga mawar berbentuk love tidak kalah indah dengan nyalah lilin dimana-mana ada lampuh tidur yang membuat sepasang suami istri itu terlenah setelah kunci pintu sambil gendong Alin Devan meletakan Alin di atas tempat tidur dan kangsung melu**t bi**r Alin membuat Alin mengejang.
"Ah.....mas!....."
Alin dan Devan menuntaskan hasrat mereka sampai pada akhirnya mereka sama-sama melepaskan apa yang sudah mereka tahan dari tadi, Devan membuang diri di samping Alin dan memeluk Alin begitu juga Alin memasukan kepalanya ke dada bidang Devan dan mentembunyikan wajahnya.
"Sayang bagaimana masih sakit tidak? Atau sudah merasakan kenikamata kayak surga dunia, kalau masih sakit kasih tahu jangan diam saja sayang, kalau kamu tidak kasih tahu bagaimana mas tahu kalau kamu kesakitan" tanya Devan.
"Mas, sudah tidak sakit lagi justru sekarang yang Alin rasakan hanya kenikmatan mas, tapi jujur mas sangat hebat sekali bercinta aja sampai satu jam apakah semua pria bisa seperti mas hebat dalam bercinta, atau tergantung laki-laki saja"? Tanya Alin.
__ADS_1
"Rata-rata semua pria hebat-hebat sayang hanya pria gemulai saja yang tidak menyukai cewek hehehe...menangnya menurutmu sayang mas sehebat apa sih, perasaan mas biasa aja deh memang ini kewajiban mas sebagai suami untuk berikan kepuasan kepada istri, begitu juga sebaliknya. Mas tidak sama untuk menanam benih disini semoga secepatnya ada Devan junior disini" ujar Devan mengecup kening Alin.
"Oh, begitu ya mas, tapi Alin sangat suka sekarang pas-pas baget dengan punya mas."
Setelah berhenti sejenak Devan kembali melancarkan aksinya sehingga mereka kembali bercinta berbagi pelu satu sama lain, tujuan awal mereka masuk kekamar untuk istirahat tapi pada akhirnya tidak jadi justru mereka mandi keringat Devan berusaha menanam benih cinta di dalam perut Alin.
Setelah putaran kedua Devan dan Alin bangkit dari tidur mereka dan gegas kekamar mandi untuk membersihkan diri, Alin terpaksa harus cuci rambut malam-malam. Tidak masalah menurut Alin lagian tujuan mereka pergi ke dubay untuk hal itu jadi mereka tetap santai melakukannya.
Devan langsung mengendong Alin kedalam kamar mandi dan memasukan kedalam bathtub dan Devan juga ikut masuk, mereka mandi air hangat.
"Sayang, maaf ya gara-gara mas kamu harus cuci rambut malam-malam begini lagian enak kalau sudah bercinta sama istri tersayang lupa waktu hehehe" ujar Devan.
"Tidak masalah mas memang itu sudah kewajiban bersama bukan? Sebagai suami istri jadi Alin selalu siap kapan pun mas minta mau tengah malam pun Alin tidak akan menolak, karena kalau Alin menolak permintaan suami itu dosa, justru Alin bahagia karena mas sudah berikan kepuasan kepada Alin, jadi Alin juga sangat puas dengan pelayanan mas sangat hebat."
Alin dan Devan mandi, setelah selesai mandi Devan mengambil kimono dan pakaikan di tubuh Alin dan langsung mengendong Alin kedalam kamar, setdlah Alin duduk di atas temlat tidur Devan inisiatif untuk membantu Alin mrngeringkan rambut Alin, baguslah tahu berbuat tahu bertanggung jawab.
__ADS_1
Karena gara-gara Devan tidak bisa menahan nafsu sehingga Alin bisa mencuci rambut tengah malam.