Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
52 :52 Rencana Devan.


__ADS_3

Sedangkan alin sekarang lagi sibuk dengan pekerjaan di kantor banyak berkas yang mau di periksa karena beberapa hari gak masuk jadi banyak yang menumpuk.


Sedangkan pak Davin, bu Asta serta bu Neska mereka sudah kembali ke kota A dua hari setelah acara, karena mereka harus merencanakan dan mempersiapkan acara pernikahan lagi, maunya alin dan devan tiga bulan lagi tapi kalu mau orang tua lebih cepat lebih bagus.


"Hummm hari ini sangat melelahkan banyak sekali pekerjaan yang numpuk, baru juga berapa hari gak masuk sudah begini, apa lagi satu bulan bisa mati berdiri saya." ujar alin


Sebenarnya alin mau limpahkan pekerjaan nya ke Baby semua tapi itu juga gak mungkin karena sebagian harus alin yang turun tangan langsung,


Tuttt tuttt.


"Hallo lis, kamu tolong ke ruangan saya sekarang". Ujar alin di telpon


Tok tok tok!!!


"Masuk" ujar alin,


"Bu memanggil saya." tanya lisa.


"Iya lis, saya mau tahu tentang pengeluaran dan pemasukan bulan ini, jadi kamu tolong beritahu menejer keuangan untuk mengirim semua file nya ke gmail saya aja secepatnya ." ujar alin


"Baik bu, masih ada lagi yang mau ibu tanyakan".ucap lisa bertanya


"Oh ya kamu lihat pak boby gak lis, ada di ruangan gak? kalau ada tolong panggilkan ya." ucap alin.


"Siap bu saya parmisi". ujar lisa


Lisa keluar dari ruangan alin dan menuju ke ruangan boby, namun ternyata boby gak ada, kata teman satu ruangan nya boby ada keluar sebentar karena ada kepentingan.


Lisa kembali lagi ke ruangan alin dan memberitahu kalau boby gak ada. "Maaf bu."


"Iya lis ada apa? Boby nya mana"?


"Itu dia bu pak boby nya lagi keluar, kata nya sih ada urusan di luar mungkin agak siang pak boby nya pulang."

__ADS_1


" Baik lah kalau begitu kamu boleh lanjutkan pekerjaan."


Lisa kembali keluar dan masuk kedalaman ruangan nya.


Sementara loe sudah sampai di depan kantor devan dan langsung masuk kedalaman kantor sedangkan dimas sudah menunggu nya di depan lift.


"Kok menunggu di sini mas," tanya leo


"Iya segaja di suruh sama bos karena takut kamu hilang". Ujar dimas katawa


Jadi leo, dimas dan boby sama ya umur mereka jadi lebih enak mereka panggil nama aja.


"Mas kamu pikir saya ini anak kecil aja jadi sampai nyasar.".tanya leo heran lihat tingka dimas


Mereka masuk kedalam lift dan naik ke atas di mana letak ruangan devan. Setelah sampai dimas dan leo keluar dari lift dan berjalan menuju ke ruangan devan.


Tok tok tok !!


"Masuk". Ujar devan, setelah mereka mendengar perinta dari dalam dimas langsung mendorong pintu, ternyata di dalan bukan hanya devan tapi juga boby, pantas aja boby gak di kantor alin, ternyata calon suaminya kumpul kan semua orang kepercayaan nya.


"Astaga bisa aja tuan muda devan, saya jadi gugup gara-gara cara tuan devan menyapa saya." ujar leo gak habis pikir dengan tingka devan, bos dengan anak buah nya gak bedaj jauh sifat nya pikir leo.


"Dengarkan saya kaka ipar apa pun ceritanya, saya selaku calon suami alin, saya sangat menghargai keputusan calon istri saya yang mengangkat kaka ipar menjadi kaka nya, jadi mulai sekarang saya panggil kaka leo, gak ada bantahan.


Akhirnya mereka berbincang -bincang membahas soal adam yang sudah tertangkap dan sekarang ada di ruang bahwa tanah milik devan.


"Bos apa kita gak interogasi aja tuh sih laki-laki" ujar dimas.


"Gak isa mas, kamu lupa kalau kita sudah memiliki semua bukti, kalau soal pengakuan adam ma, itu hanya pelengkap aja" ujar devan


"Terus kenapa kita gak langsung aja seret perempuan tua itu ke penjara adek ipar". Tanya leo


"Husss jangan guru sama mantan bos kiamat nanti mentang-memtang sudah gak disita lagi jadi mau cepat seret". perkataan devan, langsung di sambut tawa dinas dan Baby, namun Leo mala pasang muka kesal.

__ADS_1


"Dengar ya gak seruh kalau kita seret perempuan itu sekarang, tunggu aja pertunangan putri nya tinggal dua minggu lagi nah disita baru kita beraksi". yang lain manggut-manggut tanda setuju.


"Terus bagai mana dengan calon nya sih daras bos apa yang kita lakukan." tanya boby


"Itu gampang menghancurkan nya ada video gak yang sangat menjijikkan ruh kita tinggal sebarin aja, hancur semua."


"Berarti sih laki-laki itu sementara waktu biarkan dia di ruangan itu dulu." ujar boby


Mereka belum sempat interogasi adam karena di larang sama devan, kata nya nanti aja biarkan aja dia tersiksa di dalam situ agar satu kali di tanya langsung jawab jujur.


mereka ke asikan bicara tiba-tiba HP boby berbunyi


drrrttt drrtttt drrrtttt!!!


boby segera melihat sang penelpon" waduh nona telepon lagi, bos angkat dong, nanti saya di omelin lagi". Baby menyodorkan Hp ke devan, ia berharap devan membantunya namun sayang devan gak mau.


"Ah gak mau, nanti saya yang di amuk padahal kamu yang bersalah. " ujar degan pura-pura gak mau bantu.


"Idiihhh bos jahat banget, lagian saya lesing juga karena permintaan bos juga, kalau gak mana mau saya." ujar boby.


karena devan kasian lihat muka Baby akhirnya devan mau angkat telepon dari calon istri nya.


"Halo bob, kamu Dimana, kenapa gak ada di ruangan tadi lisa ke ruangan kata nya kamu ada keluar, terus kenapa lama sekali angkat telepon nya," baru juga di angkat sama devan sudah banyak pertanyaan yang membrondong devan. Membuat devan senyum dengan tingkah calon istrinya.


"Oh, jadi begini ya kelakuan calon istri saya, di belakang calon suami nya ya, yang suka diam-diam telepon laki-laki lain iya"?. ujar devan ngerjain alin.


Tiba-tiba alin terkesima mendengar suara devan jelas kaget lah, kenapa tiba-tiba Hp boby ada sama devan pikir nya.


"Sa sayang kamu kok pengang HP nya Boby, saya kan tadi ada perlu sama boby terus saya suruh lisa panggil boby ternyata gak ada kata nya, maka nya saya telepon sayang, gak ada maksud lain." jawab alin jujur


"Benar hanya itu alasannya telepon boby bukan karena sayang berniat selingkuh kan dari saya". devan benar-benar deh ngerjain alin."


"Gak sayang benar, cinta dan sayang ku hanya untuk seorang tuan muda devan Aliando Wijawa puas." ujar alin

__ADS_1


"Oh ok baik lah makasih ya sayang, ini boby ada bersama, saya Kaka kamu juga Leo dan dimas, kami ada urusan nanti boby kembali ke kantor nanti ya. "


karena alin merasa devan sudah kerjain jadi ia kesal langsung matikan telepon membuat devan tersenyum. setelah selesai telepon devan kembalikan HP boby, "Kamu boleh balik ke kantor bos kamu sudah mau ngamuk". ujar degan terkekeh.


__ADS_2