
Kembali ke kota B di lapas bu Anita masih setia memarahi Saras, bu Anita mengatakan jika Saras lah yang menjadi penyebab Jhovan ngamuk di rumah, sampai babak belur dan pak Roy kunci bu Anita tidur di luar, tapi Saras juga tidak mau kalah sehingga Saras membala diri.
Kalau semua yang terjadi padanya dan Jhovan bukan murni kesalahan mereka tapi itu adalan rencana licik kedua orang tua nya, namun sekarang giliran Saras mendapatkan masalah begini, baik Jhovan maupun bu Anita justru menyerangnya, kalau Jhovan tidak masalah karena mungkin Jhovan masih sakit hati saat melihat Alin bersanding dengan Devan, tapi bu Anita kenapa harus memarahi Saras itu bukan salah saras sepenuhnya.
Kalau mau marahi ya, yang patut di marahi adalah bu Ratna karena itu ide bu Ratna juga, bukannya marahin Saras.
"Tante.....memang dulu aku mencintai Jhova tapi setelah tante menjebak kami di hotel, kalau tidak aku juga tidak mencintai Jhovan karena aku tahu Jhovan itu tunangannya mbak Alin....tapi karena kejahatan tante dengan ibu yang kerja sama sehingga kalian menjebak kami, seharusnya tante sadar dan tidak datang marah-marah disini asal tante tahu Saras hanya lakukan itu dengan Jhovan, memang Saras jahat sudah menfitnah mbak Alin tapi itu semua berawal dari ide tante dan ibu jadi tolong tante, tolong berhenti menyalakan Saras, Saras lagi stres.
Bukankah tante sendiri yang bilang sama aku dulu kalau tante tidak mengakui mbak Alin sebagai mantu sampai kapan pun, makanya tante sengaja datang ke rumah dan bersama mama menyusun rencana untuk menjebak mbak Alin, tante juga bilang jika mbak Alin itu perempuan yang tidak baik makanya tante tidak setujuh mbak Alin dengan Jhovan. Terus ada gerangan apa tiba-tiba tante datangdan marah-marah. " Ujar Saras langsung menangis, mungkin karena pengaru kehamilannya juga makanya terbawah emosi.
Setelah Saras menangis bu Anita langsung diam dan berhenti memarahi Saras, dan menyerahkan makanan ke Saras karena bu Anita mau pergi menjumpai bu Ratna lagi untuk memarahinya. Karena bu Anita tidak terimah Jhovan terpuruk begitu karena pernikahan Alin.
Bu Anita tertampar dengan perkataan Saras barusan seolah mengingatkan kepada bu Anita bahwa, bu Anita yang membuat hancur hidup anaknya tapi seolah-oleh bu Anita tidak mau mengakuinya.
"Ini aku bawah makanan untukmu jadi makan lah sementara waktu kamu jangan berharap dulu Jhovan datang jenguk kamu, karena sekarang emosinya tidak stabil jadi takutnya kalau dia datang dia bisa melampiaskan amarahnya sama kamu. Sekarang kamu boleh kembali ke dalam sel" ujar bu Anita lembut padahal tadi gegas.
"Baik tante makasih atas kunjungannya hati-hato tante pulangnya salam buat om dan mas Jhovan tante." Ujar Saras dan kembali ke dalam sel tahanan sebagia seorang wanita sebenarnya tante Anita merasa prihatin dengan kondiso Saras.
"Sepertinya memang Saras tidak bohong kalau anak itu adalah anak kandungnya Jhovan karena selama ini, Saras tidak perna jalan sendiri biasanya kemana-mana selalu dengan Jhovan, ada benarnya juga yang di katakan Saras aku dan Ratna yang sudah menghancurkan hidup anak-anak kami, cobak waktu itu aku tidak terhasut oleh perkataan Ratna untuk tetap membiarkan Alin tunamgan dengsn Jhovan mungkin sekarang mereka berdua sudah bahagia bersama tapi sekarang semua sudah terlambat Alin sudah menikah, aku harus menemui Ratna." gumam bu Anita dalam hati.
Bu Anita kembali memanggil sipir yang sedang berjaga disitu dan meminta sipir untuk ketemu dengan bu bu Ratna.
"Bu...boleh saya ketemu dengan bu Ratna satu tahanan di sini" tanya Bu Anita.
__ADS_1
"Maaf ibu siapanya beliau ya" tanya sipir itu.
"Oh saya temannya, sudah lama saya tidak bertemu dengannya semenjak dia masuk kesini tadi saya baru selesai bertemu dengan putrynya. Boleh ya bu saya bisa ketemu dengan bu Ratna sebentar saja kebetulan saya sudah disini jadi nangung bu saya pulang tidak ketemu dengan beliau" ujar bu Anita.
"Baik bu, tapi hanya sebentar saja mohon di tunggu sebentar, saya panggilkan bu Ratna soalnya bu Ratna bedah tempat dengan putry nya." Ujar Sipir.
Sipir gegas pergi meninggalkan bu Anita tetap duduk di ruang kunjungan.
Sedangkan seorang wanita parubaya dengan penampilan sangat berantakan tidak seperti dulu lagi penampilannya tetap modis dan terawat, sekarang wajah kusam berpenampilan kumu dan bahkan rambutnya seperti jarang sekali di sisir, wanita itu lagi duduk termenung di sudut ruangan kecil itu sambil menatap lurus kedepan dengan tatapan kosong.
Padahal ada beberapa temannya sibuk ngobrol, tapi wanita ini sepertinya tidak ada mood sama sekali untuk sekedar bergabung. Teman satu selnya perhatikan dia karena selalu termenung dan kadang menangis tapi hal itu tidak membuat wanita itu berubah, justru pikiran jahatnya semakin menjadi.
Selama wanita itu masuk penjara tidak sekali pun mantan suaminya datang menjenguknya, padahal urusan cerai aja belum tapi suaminya merasa jika mereka sudah bercerai dan tidak perna datang menanyakan kabarnya didalam tahanan seperti apa.
Wanita parubaya itu duduk di lantai beralaskan kasur tipis itu menjadi tempat tidurnya selama ada di tahanan, wanita parubaya itu masih berharap suatu saat suaminya datang untuk menjenguknya, dan wanita itu juga masih berharap jika pada saat dia keluar dari penjara suaminya belum nikah lagi. Walaupun suaminya belum menikah lagi belum tentu suaminya masih mau menerimah dia atau tidak.
Gara-gara dia aku dan Saras masuk kesini, sekarang aku juga tidak tahu bagaimana kondisi Saras, anak itu dari dulu tidak bisa hidup kekurangan, kasian dia pasti dia sangat menderita aku harus cari cara secepatnya keluar dari sini, keluarganya anak bajingan itu si Jhovan juga tidak ada usahanya sama sekali untuk mengeluarkan kami dari sini juga. Awas aja kalau aku keluar dari sini lihat saja akan aku buat perhitungan dengan keluarga itu tidak punya hati nurani sama sekali." Gumam bu Ratna dalam hati.
Jadi bu Ratna yang dulu hidupnya serba mewah dan gaya glamor sekarang sangat memprihatinkan sekali hidupnya, ternyata bu Ratna juga belum tahu jika Saras sekarang lagi mengandung anak Jhovan dan perutnya sudah besar.
Kalau nanti bu Ratna tahu Saras hamil bagaimana reaksinya ya pasti sangat syok anaknya hamil didalam penjara dan bisa saja melahirkan juga didalam penjara nantinya. Mungkin setelah bu Anita datang untuk ketemu dengan bu Ratna baru bu Anita memberitahu kalau Saras hamil.
Bu Ratna yang sedang meratapi nasipnya di kejutkan dengan kedatangan sipir memanggilnya.
__ADS_1
"Bu Ratna tolong keluar ada kunjungan untuk anda" ujar sipir.
"Ha....ada kunjungan bu, siapa? Perempuan atau laki-laki...jangan-jangan mas Donal yang datang hummm baru saja memikirkan mas Donal sudah muncul, baguslah kalau mas Donal datang jadi aku bisa memintanya untuk cabut tuntutannya." Ujar bu Ratna.
"Nanti aja ibu tahu setelah melihatnya" ujar sipir langsung buka pintu sel dan kembali memborgol tangan bu Ratna, baru di bawah ke ruang kunjungan namum betapa terkejutnya bu Ratna melihat siapa yang duduk di ruang kunjungan itu, sama juga di rasakan oleh bu Anita saat melihat penampilan kumal bu Ratna hampir sedikit bu Anita tidak mengenali bu Ratna karena penampilan bu Ratna.
"Astaga ini benaran Ratna atau bukan sih kok jauh baget perbedaannya dulu dengan sekarang, dulu cantik dan bagus badannya sedangkan sekarang kumal dan berantakan kurus sekali lagi. Sangat prihatin untung tadi aku masih sisakan satu paper bag makanan untuknya." Gumam bu Anita
"Ka...kamu..ngapain datang kesini...mau menertawakan aku ia, kamu sudah puas melihat aku dan anak ku hidip menderita di penjara begini, sudah puas kamu dan anak kamu bukan? Dasar manusia licik. Kalian satu keluarga tidak ada sedikit pun impati sama kami berdua untuk datang mengeluarkan kami dari sini " Teriak bu Ratna.
Padahal bu Ratna belum duduk masih berdiri untung tangannya di borgol, kalau tidak mungkin sudah menampar pipi bu Anita, walaupun bu Rarna sudah memaki bu Anita tapi bu Anita justru santai tapi menatap bu Ratna dengan tatapan ngledek.
Bu Ratna juga langsung di tegor oleh sipir lantaran bi Ratna berteriak dan meminta di bawah masuk kembali kedalam sel namun di tahan oleh bu Anita.
"Bu Ratna tolong jaga sikap dan jangan teriak-teriak disini nanti terganggu oleh tahanan lain."
"Saya mau kembali ke sel aja bu, saya tidak mau ketemu dengan manusia ini" ujar bu Rarna.
"E,eh....bu Ratna jangan begitu saya datang kesini niat baik loh, apa bu Ratna serius tidak mau bertemu dengan saya. Nanti nyesal loh saya punya berita yang sangat bagus untuk kamu, kalau kamu tidak mau ya sudah masuk lagi kedalam."
Mendengar perkataan Bu Anita barulah Bu Ratna mau menemui bu Anita, karena bu Ratna penasaran berita apa yang yang akan di sampaikan oleh bu Anita.
"Jangan bohong kamu, saya tidak percaya kamu itu datang kesini hanya mau menjelekan saya saja, saya tahu siapa kamu. Lebih baik kamu pulang saja sana saya muak melihat wajah kamu yang songong itu" Ujar bu Ratna.
__ADS_1
"He...jaga mulut mu ya, masih beruntung saya baik hati datang menjenguk kamu disini dari pada suami kamu sama sekali tidak perna datang menjenguk kamu karena sibuk dengan wanita barunya, suami kamu itu tidak akan datang kesini lagi kamu mau tahu kenapa? Karena suami kamu sudah punya wanita lain, dan anak tiri kamu itu sudah menikah dengan anaknya Tuan Davin, saya juga datang karena di undang, suami kamu jadi wali nikah anak, sekarang ini hubungan mereka sudah baik dan perusahaan juga sekarang sudah kembali ke tangan Tuan Donal masalahnya semua ase sudah atas nama Alin anaknya.
Jadi kamu jangan berharap jika Tuan Donal datang kesini untuk menjenguk kamu lagi karena itu tidak akan mungkin" ujar bu Anita