Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
53:53 Saras Tak Tahu Malu


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu sekarang tinggal hitungan hari saras bertunangan dengan jhovan, namun justru makin kesini saras makin gak respek dengan jhovan bahkan saras perna berbicara dengan sang mama untuk membatalkan pertunangan itu.


Karena sampai sekarang saras masih berusaha mendekati devan, perna sekali devan sedang miting dengan klien di restoran, setelah selesai klien itu pergi, namun devan masih duduk di meja restoran dan pada saat devan hendak mau keluar .


Namun tiba-tiba dengan santai nya seorang gadis datang dan duduk pas di depan devan dengan senyum mengembang." Kaka ipar sendirian nih , mana mbak alin, kok gak temanin gimana kalau kita nyantai dulu kak ipar kebetulan saya juga sendiri, ini kesempatan kita." ujar saras tak tahu malu nya


Devan masih dian gak bergeming, ia mau lihat apa ya di lakukan saras, dengan tak tahu malu nya saras bergeser ke samping devan dan hendak menyetu tangan devan namun dengan cepat devan menepis tangan saras."


"Kamu sopan yan jadi perempuan". ujar devan


"Auh...sakit tahu kak ipar kasar bangat sih sama adik ipar nya sendiri." ujar saras membuat devan netap nya penuh jijik.


" cuiiihhh kak ipar? sejak kapan saya jadi kak ular kamu? jangan ngacoh deh, dan jangan sembarangan menyentu orang, soal nya gak semua pria itu mau di sentuh sama perempuan bar-bar, siapa yang menyuruh mu kesini."


" memang nya salah ya aku menyentu tangan kak ipar sendiri lagian nich mbak alin juga gak ada tuh, jadi dia gak tahu. Kan gapapa, oh ya aku mau tanya deh, apa sih yang kamu suka dari mbak alin secara cantik kan aku lebih cantik dari segi mana pun, dan apa pun bisa saya lakukan, termasuk mendapatkan kamu Kak ipar"


"Hahaha iya betul juga yang kamu bilang itu kamu cantik, tapi hati busuk dan kamu memang bisa dari segi apa pun, segih jadi pelakor segih jadi pemfitna itu yang kamu bilang kan bisa dari segi apa pun, cuiiihhh mau mendapatkan saya, gak sudih". Ucapan devan membuat mata saras merah panda nahan rasa malu.


"Aku gak perna merebut suami siapa pun dan aku juga gak perna fitnah siapa pun, memang sih banyak yang berpikir kalau mbak alin di usir dari rumah itu karena aku yang fitnah dia, tapi bukan aku sebenarnya melainkan mbak alin sendiri yang mendorong eyang sampai jatuh dari atas"


Cuiiiih saras... saras kamu salah sasaran apa pun yang kamu lakukan hanya sia-sia belaka. Karena semua bukti sudah ada di tangan devan.


"Oh ya, apa benar seperti itu, bukan kah laki-laki yang sebentar lagi akan jadi tunangan kamu sekarang ini adalah mantan tunganan alin yang kamu rebut, bukah kah begitu." tanya devan dengan senyum kecut

__ADS_1


"I iya memang tapi kan jhovan yang mau memiliku karena katanya mbak alin kan seorang pembunuh."


"Hahaha kamu lucu ya sebagai adik tapi kelakukan gak sesuai dengan wajah kamu yang katanya cantik, oh ya satu lagi saya hanya mau kasih tahu kamu, harus siap karena saya akan berikan kejutan dan hadis istimewa untuk kamu nanti ."


Saras berpikir kalau kejutan yang di maksud devan adalah sesuatu yang berharga jadi binar-binar bahagia muncul di wajah nya.


"Wah benar nich Kak ipar serius, aduh aku gak sabar nunggu hadia itu. Makasih ya Kak ipar kamu baik deh ". Ujar saras


"Jangan kamu senang dulu karena kamu belum tahukan hadia apa yang saya kasih dan satu lagi buat lah dirimu dipandang berharga jangan buat diri mu seoalah murah*n".


Setelah selesai berkata demikian devan berlalu pergi, tapi pas di kejar sama saras sudah masuk ke dalam mobil.


" Ha Kak ipar jangan pergi dulu ah belum selesai bicara juga main pergi aja tapi harapan deh, yang penting aku sudah sempat bicara dengan nya.". senyum bahagia terpancar di wajahnya.


namun karena sudah terlanjur di kosongkan jadi mau gak mau pertunangan tetap di lanjutkan aja nanti batal nikah itu belakangan pikir saran.


Berbeda dengan saras, ratna juga lakukan hal yang sama ratna diam-diam ia pergi ke perusahaan alin tanpa pengetahuan pak donal.


"Suatu pagi setelah semua sarapan dan pak donal berangkat kerja terus saras juga kata nya mau keluar untuk bertemu dengan teman-teman nya, tinggal lah bu ratna di rumah.


Tiba-tiba ada terbesit di pikiran nya untuk menemui alin di kantor, ia meminta alin agar kembali ke rumah, dan meminta alin agar devan lebih dekat dengan saras karena secara kan mereka adik dan kaka ipar.


Sepertinya ada kesempat nih untuk saya keluar, lagian saras pergi entah pulang jam berapa sedangkan papa di kantor pulang juga nanti sore , Ehmmm saya ada ide, mendingan saya suruh bibik menyiapkan bakal untuk sengaja berkunjung ke kantor alin.

__ADS_1


Bik bibik!!


"Iya nyonya."


"Bik buat bekal ya makanan yang enak saya mau bawa".


"Loh untuk siapa nyonya bakal itu, bukan nya tuan donal sudah sarapan tadi."


"Bik buat aja deh, gak usa banyak tanya kerja bibik itu hanya lakukan yang sudah di perintahkan bukan nanya aja kerjanya ." ujar bu ratna.


Melihat itu bibik merasa takut dan bergegas pergi untuk menyiapkan bekal untuk di bawah nyonya nya.


"Humnn beres, tapi masih penasaran nyonya mau bawah kemana ya tumben sekali bawa bekal, gak biasanya."


Gak lama bu ratna turun dari atas dan samperin bibik, " bik sudah"?


"Sudah nyonya."ujar bibik sambil menyerahkan bekal yang sudah di siapkan, bu ratna langsung terimah dan mau berlalu pergi tapi seketika ia menghentikan langkahnya dan menoleh ke bibik yang masih berdiri di tempt.


"Bik saya mau keluar, kalau nanti saras pulang atau tuan pulang sebelum saya, dan kalau di tanya saya kemana bilang aja saya keuar sebentar saja". Ujar ratna


" I iya nyonya". ujar bibik.


Bu ratna keluar dari rumah dan masuk kedalaman mobil, ia keluar dari halaman rumah dan mengacuhkan mobil nya di jalanan waktu itu sudah pukul sepuluh siang berarti sebentar lagi juga sudah makan siang.

__ADS_1


"Alim itu kan lugu, jadi bisa cepat lulus kalau dia melihat orang yang dia sayang itu memohon, saya yakin dia pasti langsung menerima tawaran saya, waktu di acara itu terlihat dia judes karena ada orang yang mendukung nya tapi karena ini di kantor jadi pasti ia sendiri."


__ADS_2