
Sedangkan masih di gedung acara, alin berserta dengan keluarga nya sudah siap kembali ke apartement, devan memanggil dimas dan menyuruh nya untuk membereskan semua yang ada.
"Mas bereskan semua ini ya, jangan sampai ada yang ketinggalan, kamu tenang aja nanti saya kirim bonus untuk mu". Ujar devan, membuat senyum dimas langsung mengembang.
"Tenang aja bos akan soal itu ma beres, asalkan Atm full, hahaha".
Setelah selesai devan bicara dengan dimas ia mengajak semua keluarga nya untuk pulang, karena sudah terasa lelah dan juga sudah malam.
"Yuk pa, ma dan tante kita pulang sudah lelah banget.".ujar devan
Namun kali ini devan dapat tatapan intimidasi dari bu Neska, "Tadi panggil bilang apa tante? dengar devan mulai sekarang ganti panggilan kamu, harus panggil .Seperti alin juga panggil bunda, bukan tante awas aja kalau berani bunda dengar, panggil tante lagi bunda langy ambil kembali anak gadis bunda".
Ancam bu Neska membuat devan langsung ciut, sedangkan yang lain mala gak merasa berdosa terbawa di atas penderitaan devan.
"I iya bunda cantik". Jawab devan gugup, tapi lucu karena ada embel-embel cantik di belakang.
"Yuk kita pulang, papa
Rasa lelah sekali mungkin karena papa sudah tua."
"Biar pun umur papa tua, tapi kegantengan dan kemacoan papa gak hilang seperti devan. " ujar devan di sambut kekeh oleh pak davin.
"kamu bisa juga ya dev memuji papa ganteng, tapi memang benar kalau papa gak ganteng mana mau mama kamu selengket ini". Ujar pak davin jahilin istrinya.
"Nah betul ruh Pa, buktinya mama lengket ruh sampai gak mau lepas dari lengan papa." sih degan jail juga
Keluarga pak davin bukan hanya kaya raya, tapi juga keluarga yang terbilang harmonis, karena pak davin adalah seorang suami dan seorang ayah yang ramah dan penyayang.
__ADS_1
Setelah melalui drama yang panjang, saling jail menjahilin, sekarang mereka turun ke lantai satu untuk pulang ke apartement, setelah sampai di parkiran seperti biasa waktu mereka datang devan tetap dengan alin satu mobil dan yang lain satu.
Mobil keluarga pak davin keluar dari gedung beriringan, namun tanpa mereka duga masih ada banyak wartawan yang menunggu, karena pak davin kasian akhrinya dia turun.
Pertanyaan demi pertanyaan yang di lontarkan wartawan untuk pak davin dan keluarga.
"Tuan davin apa kah malam ini anda memperkenalkan putra anda ke publik".
"Apakah putra anda malam ini juga melangsung tunangan dengan putry angkat dari pemilik perusahaan Bratma grup".
Banyak pertanyaan yang pak davin terimah tapi ia menjawab seadanya aja.
"Ya benar saya berpikir lebih baik saya perkenalkan putra saya ke publik, dan seperti yang kalian semua ketahui kalau malam ini juga ada acara tunangan di sini putra saya dengan gadis pilihannya."
Setelah pak davin selesai menjawab ia langsung masuk kembali kedalam mobil dan berlalu pergi.
perjalanan menuju ke apartemen gak sampai satu jam karena sudah malam jadi kondisi jalan sudah agak renggang, di dalam mobil yang di tumpangi pak davin, dari tadi hening mungkin karena sudah pada kelemahan.
"Iya nak mama juga setuju, biar nanti kalau selesai alin menikah kamu juga bisa menikah. Kalau soal persiapan kamu tenang aja ada mama dan bunda."
" Ya benar sayang bunda juga setuju karena kami gak lama disini, jadi kalau nanti kalian sudah punya pasangan masing-masing, nanti kami kembali ke kota A juga sudah tenang.
"Tadi papa lihat anak mudah yang ngobrol sama alin dan devan itu matanya selalu melirik kamu nak, jangan-jangan dia naksir sama kamu nak, tapi papa lihat sepertinya dia laki-laki yang baik.
"Iya pa, makasih karena papa bunda dan mama sudah perhatian sama yora, tapi jodoh itu sudah diatur pa, kalau memang dia jodoh yora nanti gak kemana". ujar Yora senyum tulus sekali gus terharu karena begitu banyak orang baik yang menyayangi nya.
Akhirnya kembali hening dan gak ada obralan lagi, sedangkan, di mobil yang di tumpangi devan dan alin mereka berdua selalu bahagia karena hari ini acara tunangan mereka lancar
__ADS_1
"Sayang malam ini kamu bahagia gak". Tanya devan
"Bukan bahagia lagi sayang tapi terharu sekali, aku benar gak menyangka bakal akan jadi istri mu sayang, semua yang terjadi seperti mimpi aja."
"Sama aku juga sayang, aku juga gak menyangka bisa ketemu lagi sama kamu bahkan sebentar lagi jadi istri ku. Aku pikir gak bakal ketemu sama kamu lagi".
"Tapi sayang nya kebahagiaan ku gak di lihat sama mama yang sudah jauh di surga, padahal dari kecil aku ingin jika pas nikah mama yang menyaksikan". Ujar alin dengan mata berkaca- kaca".
"Ha jangan sedih dong sayang, kalau kamu sedih Disini nanti mama juga akan sedih di atas sana, namun jika kamu bahagia mama pasti dimana ia juga bahagia melihat kamu bahagia.
"Sekarang kita doakan semoga mama tenang di atas sana ya sayang, jangan menangis, aku gak suka melihat gadis ku menangis lagi."
Devan dengan lembut ia menghapus air mata alin yang merobos keluar gitu aja tanpa ijin. karena Sekarang waktu sudah menunjukan pukul sepuluh malam akhirnya mereka baik mobil pak davin mau pun mobil devan sampai juga di apartement.
mereka memarkirkan mobilnya dan mereka bergegas keluar, dari mobil dan melangkah masuk ke dalam lift.
tong tong!!
Sekarang mereka sudah sampai di depan kamar mereka dan masuk ke kamar mereka masing-masing untuk membersihkan diri karena sudah gerah dan rasanya gak nyaman,
alin dan Yora masuk kedalaman kamar begitu juga yang lain, alin langsung menyuruh Yora membantunya untuk membuka gaun yang alin pakai.
sesudah di buka, alin langsung merampas handuk yang tergantung di gantungan, ia lantas masuk ke dalam kamar mandi dan melakukan rutinitasnya.
setelah selesai alin keluar dari kamar mandi dan menyuruh Yora segera bersihkan diri juga, alin duduk di meja riasnya dan mengoleskan wajah nya dengan sedikit cream.
Setelah selesai alin membuka lemari dan mengambil baju tidur ia mengganti handuk dengan baju tidur dan alin naik ke atas ranjang dan membaringkan tubuh nya." Hummm ternyatalelah banget rasanya."
__ADS_1
Tak lama setelah itu Yora juga keluar dari kamar mandi dan langsung ganti baju tidur.
dan akhir nya mereka semua istirahat.