
Oliv yang sudah di kuasai oleh obat membuatnya tidur nyenyak keesokan harinya jam tujuh pagi oliv mengeliat, ia berusaha bagun dari tidurnya, tapi kok seperti ada benda yang sangat berat menimpah perutnya, dan nafas berat dari sampingnya, karena oliv belum sadar betul ia pikir mungkin itu cinta yang semalam tidur sama dia, karena mereka mabuk jadi sudah gak ingat apa-apa dengan perlahan oliv mengumpulkan semua kesadarannya.
Lantas oliv mau bagun dan bertolak ke toilet ia berusaha menyingkirkan tangan yang di atas perutnya itu," loh..kok kayak tangan cowok itu, mana ada ini tangan cinta. Tangan cinta kan kecil dan jari-jarinya kan cantik, kenapa kayak tangan cowok ya gak mungkin kan aku tidur sama seorang laki-laki" Akhirnya oliv membuka matanya lebar dan memalingkan pandangannya ke orang yang ada di sampingnya.
Namun tiba-tiba oliv terkesimak lantas langsung bangkit berdiri, tapj ia merasa ada sesuatu yang terasa perih di bawa tubuhnya.
Betapa terkejutnya oliv melihat siapa yang tidur nyenyak di sampingnya. Apa lagi oliv baru sadar kalau ternyata seluruh tubuhnya polos gak ada sehelai benang pun.
"Akhrrrrrrrrr...james kenapa kamu disini apa yang terjadi semalam." teriak oliv histeris mendapati tubuhnya polos sama seperti james juga, karena pekikan oliv membuat james kaget dan bagun, tapi ia langsung tersenyum, bahkan gak merasa bersalah mala merasa senang.
"Sayang kamu kenapa si teriak-teriak begitu ah...yuk sini kita tidur aku pengen peluk kamu, masih ngantuk jangan teriak begitu nanti di dengar orang, hayo sini, gak usa jauh-jauh dari aku sayang bagaimana pun aku laki-laki yang baik akan bertanggung jawab." ujar james membuat oliv seketika murka.
Oliv maju mendekati james yang masi tidur. iv langsung berikan james hadia beberapa kali.
prakkkkk prakkkkk bukkkkkkk!!
"James kamu benar-benar laki-laki biadab kenapa kamu berani lakukan ini padaku james kamu jahat...." oliv benar-benar histeris ia menangis sejadi-jadinya karena senakal-nakalnya ia gak perna berbuat sampai sejauh itu, tapi kenapa sekarang james yang menghancurkan hidupnya.
Sedangkan james yang di hajar habis-habisan oleh oliv ia hanya diam gak mau membalas, karena james tahu oliv dalam mood yang kurang baik, namun dengan lembut james jelaskan biarpun memang semua yang terjadi atas rencananya dengan alex, tapi james gak mau oliv tahu tentang rencananya, takutnya oliv makin membemcinya.
__ADS_1
"Sayang dengarin penjelasan aku dulu, semalam aku ketemu kamu pingsan di lorong club yang mau menuju ke toilet, terus aku bawa kamu kesini karena sudah malam, aku rencana biarkan kamu istirahat disini nanti besok baru kamu pulang",
"Tapi pas aku mau keluar dari kamar kamu malah meminta ku untuk menemani kamu, karena mungkin secara gak sengaja kamu salah minum sesuatu atau bisa jadi orang sengaja jebak kamu pakai obat perangsang."
Kalau bukan aku yang bantu kamu semalam, mungkin pagi ini kamu gak bisa bangun dari tempat tidur, karena kamu giring oleh banyak laki-laki hidung belang yang menyerang kamu, apa lagi semalam kamu begitu linca di atas tempat tidur."
"Seharusnya kamu berterimah kasih padaku karena aku sudah menolong kamu hanya aku yang menyentuh kamu, bukannya mala menyalahkan aku dan memukul ku sakit tahu sayang, tapi gapapa karena kamu memukul aku dengan penuh cinta jadi gak begitu sakit hahaha"
"Tutup mulut busuk mu james, aku gak percaya sama omong kosong kamu itu, kamu laki-laki yang paling jahat yang aku kenal, aku benci kamu seumur hidupku, aku pikir kamu laki-laki yang baik dan bisa menjagaku james tapi mala kamu juga yang menghancurkan hidupku, kamu tahu aku menjaga kesucianku hanya untuk laki-laki yang kelak menjadi suamiku tapi kamu mala menghancurkan semuanya".
Oliv menangis terseduh-seduh sangat hancur hatinya, james yang melihat itu ada timbul rasa penyesalan di dalam hatinya, seharusnya james yang menjadi laki-laki yang bisa menjaga oliv bukan menghancurkannya.
Walapun di area bawa oliv terasa peri, tapi oliv gak peduli ia sengerah bangkit dari duduknya sengera mencomot kembali pakian yamg sudah berserahkan di bawa lantai, dan sengera pakai kembali pakiannya setelah itu ia keluar dari kamar, dan menuju ke parkiran club, ia menyeret kakinya dengan berat jalannya terseot-seot ia gak peduli.
James teriak mengejarnya tapi james kalah cepat jadi oliv udah keburu masuk kedalam mobil dan langsung pergi. Ia takut james keburu mengejarnya sepanjang perjalanan oliv menangis tak henti-henti.
Ia lagi memikirkan nasibnya yang sudah dihancurkan oleh mantan pacarnya sendiri " Ternyata aku salah menilai kamu jems, aku pikir kamu laki-laki yang baik yang bisa melindungi aku, tapi ternyata aku salah karena kamu tak lebih dari seorang laki-laki biadab."
"Jangan pikir kamu sudah menodai aku jadi aku akan memohon pada mu, untuk kembali sama aku, jangan harap aku gak sudih."
__ADS_1
Saat ini oliv benar-benar frustasi ia memikirkan di mana caranya biar orang tuanya gak curiga, jadi jalan satu-satunya ia harus pergi ke rumah cinta, nanti kalau orang tuanya bertanya ia bisa menjawab kalau semalam ia nginap di rumah cinta karena orang tuanya lagi di luar negeri.
Sedangkan james yang di tinggal begitu saja, senyum penuh kemenangan" aku tunggu kedatangan kamu oliv semoga ada tumbuh james junior di rahim kamu, biar kamu datang dengan sendirinya mencariku. Kamu si, putusin aku padahal kamu tahu sendiri aku sangat memcintaimu."
Setelah james pakai kembali pakiannya ia bergegas keluar dan masuk kedalam mobil yang sudah terparkir di situ, ternyata alex juga sudah menunggunya di dalam mobil, dengan senyum mengembang james masuk kesalan mobil.
Setelah itu mobil langsung jalan meninggalkan area club, "Bos gimana lacar nya? Berapa putaran semalam." tanya alex sambil terkeke.
"lancar dong, gak ku hitung berapa putaran lex tapi yang jelas oliv hebat juga ya, ngeri dia ma, aku aja hampir gak kuat, tapi tadi pagi dia bangun dia mencaci maki aku sampai habis-habisan sampai aku kena hajar beberapa kali."ujar james
"Gapapa bos yang penting sudah terkabulkan, hahaha tapi sepertinya seru juga seorang gadis seperti oliv berani menghajar seorang bos seperti bos james" ujar alex
" kurang ajar kamu ya lex, bukannya kasian sama saya, kamu mala ngejek saya lagi, mau gaji kamu di potong." ujar james
"Jangan bos hanya bercanda, terus gimana bos"
" Iya lex tapi saya jadi merasa bersalah sama oliv biar bagaimana pun saya sangat mencintainya jadi dengan caraku seperti ini pasti dia sangat membenciku." ujar james merasa bersalah.
"Udah lah bos gak jangan merasa menyesal begitu nanti bicara lah baik- baik, baik bagaimana lagi sudah terlanjur, saya juga yakin pasti nona oliv sudah benci sama bos."
__ADS_1