Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
204


__ADS_3

Oliv tetap mengikuti Alin dan Devan sampai di mall, kemana Alin dan Devan pergi kesitu juga Oliv ngikuti mereka dan sampailah mereka didalam mall saat Alin dan Devan belanja tiba-tiba entah dari mana Oliv muncul langsung menarik tangan Devan, meminta Devan untuk menemaninya belanja karena Oliv juga mau belanja, hal itu memicu kemarahan Alin yang menurut Alin si Oliv sudah kelewatan.


Oliv tidak tahu diri dan bisa jadi memang Oliv sudah gila, masa Devan suaminya Alin tapi Oliv ngaku-ngaku Devan adalah calon suaminya tidak mungkin, mungkin kalau itu di posisi author...tanpa basa-basi lagi sudah babak belur, menghadapi perempuan seperti Oliv sudah dengan cara lembut, tapi tidak mau mendengar sekarang dengan cara apalagi agar Oliv bisa mengerti bahasa.


"Mas Devan!...bantuin aku dong belanja ada beberapa barang yang ingin aku beli tapi aku pengen kamu yang memilihnya, ingat tidak boleh membatah karena ini permintaan anak kita, kalau kamu tidak menuruti permintaan anak kita nanti dia ileran kamu tidak kasian mas, tinggalkan aja perempuan itu disitu sekarang bagian aku bersama mu selama ini waktu kamu sama aku sudah di sita oleh dia, jadi kamu harus menemani aku sekarang juga tidak pakek lama" ujar Oliv.


"Nona lepaskan tangan Tuan anda siapa main narik-narik tangan tuan saja, tidak sopan tahu nona" ujar sekretaris Dimas, melarang Oliv menarik tangan Devan tapi Devan menyuruh sekretaris Dimas untuk diam, karena Devan masih bisa mengatasinya.


"Oliv....tolong lepaskan tangan kamu dari tangank, jangan sampai aku melakukan kasar sama kamu, aku tidak mau istriku salah paham sa.a kita, aku ini sudah nikah Oliv dan aku sama sekali tidak ada niat untuk kasar sama kamu Oliv tapi sikap kamu membuat aku makin lama makin muak melihat tingkah laku kamu. Kayak anak kecil padahal sebentar lagi sudah menjadi ibu-ibu tapi sikap kamu kayak anak kecil. Jaga sopan santun kamu karena sekarang aku tidak sendiri lagi melainkan aku ini sudah punya istri jadi kamu tidak pantas menyentuh suami orang.


Lebih baik kamu pulang dan urus papi kamu disana jangan kamu kayak wanita tidak punya harga diri Liv, kamu itu dulu gadis yang baik tapi sekarang kamu adalah wanita yang paling buruk menurutku. Tolong lepaskan tangan ku atau aku dengan kasar melepaskannya. Aku bingung dengsn cara apalagi biar kamu mengerti aku cape Liv menghadapi sikap kamu begini, pulang lah ayah dari anak yang ada dalam jandungan kamu itu menungguh kamu di sana" Ujar Devan.


"Kalau aku tidak mau lepaskan tangan kamu kenapa aku, hanya minta sama kamu untuk menemani aku belanja itu aja masa kamu tidak bisa, kalau kamu punya waktu untuk perempuan itu bisa tapi kalau waktu untuk ku kamu tidak bisa padahal aku lagi hamil anak kamu dimana hati nurani kamu Devan, aku sudah sampai disini loh menyusul kamu tapi kenapa kamu tidak mengerti perasaan ku sih.


Aku hanya meminta kamu untuk menemani saja karena ini permintaan anak dalam kandungan aku, itu aja kamu tidak bisa tega kamu Dev sama aku kamu jahat, kamu tidak seperti dulu lagi. Sekarang sikap kamu kasar dan tidak peduli dengan perasaan aku" ujar Oliv memaksa Devan untuk ikut dengannya.


"Oliv...aku ini sudah punya istri dan anak itu bukan anak ku, kamu lakukan dengan orang lain kamu menuntut ku untuk bertanggung jawab kamu sudah tidak waras lagi ya, kalau benaran aku yang melakukan itu aku siap bertanggung jawab, ini jangankan menyentuh kamu punya hubungan sama kamu aja tidak ada selama ini juga aku tidak perna ketemu sama kamu tapi kenapa kamu ngotot banget kalau anak yang kamu kandung itu adalah anak ku kamu sudah gila.


Wajar dong aku menghabiskan waktu untuk Alin lantaran Alin istri ku dan kami berdua datang kesini itu berbulan madu menikmati masa pengantin kami, tapi justru kami tidak tenang berlibur karena kamu datang dan mengacaukan semuanya, jangan kamu menuntut apa-apa untuk aku menemani kamu karena aku tidak punya waktu, sekarang waktu ku hanya untuk istriku bukan untuk kamu" ujar Devan.


"Dev!...kamu tidak amnesia kan, waktu kamu hubungi aku kamu meminta aku ketemuan sama kamu, terus setelah aku mabuk karena minum kamu membawah aku ke hotel dua hari aku nginap di hotel loh, kamu juga yang bayar waktu itu jadi selama di hotel itu kita selalu berhubungan, tapi kamu mau aku harus mabuk dulu baru kita bercinta jadi ini anak kamu Dev...aku tidak berhubungan dengan siapa-siapa selain kamu.


Kamu tidak perlu menyangkal begitu Dev...karena memang begitu kenyataannya, kamu harus tinggalkan perempuan itu karena dia menikahi kamu karena hanya mau mengincar harta kamu saja dia tidak benar-benar mencintai kamu. Sedangkan aku selain aku mencintai kamu aku juga sudah hamil anak kamu Dev, kamu harus pikirkan lagi, aku siap kok menerimah kamu setelah kamu bercerai dengannya.


Alin yang asyik memilih pakian tidak menyadari jika suaminya lagi di tarik sama pelakor sehingga, saat Alin tersadar ternyata Devan tidak ada di sampingnya. Alin cari kesana kemari tapi tidak ada sampai Alin memanggil Devan.


"Mas....mas....!" Alin memanggil tapi tidak ada sahutan akhirnya, Alin keluar dari butik dan ternyata Alin mendapati Devan ditarik oleh Oliv....Alin langsung mendekati mereka tanpa bicara, Alin langsung menepis tangan Oliv dengan kasar dan melayangkan satu tamparan keras tepat di pipi Oliv, membuat Oliv hampir sedikit tersungkur di lantai tapi untung Oliv bisa menjaga keseimbangan tubuhnya sehingga tidak terjatuh.


Plakkk...plakkkkk!


"Dasar perempuan ja***ng jangan kamu pikir aku diam jadi seenak-enaknya kamu merayu suamiku, dari kemarin aku masih berikan kamu kesempatan ya untuk sadar diri dan tahu malu, he....ini suami saya pergi sana cari ayah dari anak yang kamu kandung itu. Jangan kamu merayu suami orang, dasar perempuan tidak jelas, lebih baik kamu pulang sana karena ibu kamu meninggal disitu jadi tinggal ayah kamu, memang kamu anak tidak tahu diri ya, sudah di lahirkan dan di besarkan bahkan sampai di sekolahkan tinggi-tinggi tapi tidak tahu cara bersyukur ibunya sakit bukannya pulang untuk merawat ibunya, tapi justru datang kesini mengejar suami orang jangan sampai akubuat hidup kamu menderita dan kamu menyesal seumur hidup.


Memang kalau perempuan gatel itu ya, tidak punya urat malu sama sekali, sudah tahu mas Devan adalah suami saya masih datang untuk merayunya mau mati kamu kalau mau biar aku yang lakukan satu kali saja kamu menghadap Allah

__ADS_1


Oliv tidak terimah Alin menamparnya dan bahkan Alin mendoakan ibunya untuk meninggal sehingga Oliv menyerang balik Alin, tapi dengan kasar Alin mendorong Oliv hingga terjatuh.


"Kurang ajar kau ja***ng, kamu yang datang merebut Devan dari ku padahal aku lebih dulu mengenal Devan dan setelah kamu berhasil merebut Devan dari ku kamu mala mendoakan ibu ku untuk meninggal dasar kurang ajar kamu, seharusnya kamu yang meninggal, dimana hati nurani mu ha, kamu tahu aku ini mengandung anaknya Devan tapi dengan teganya kamu datang merebut Devan dari ku dan sekarang kamu sok-sok,an menasihati aku.


Sadar diri kau perempuan kurang ajar kalau bukan karena kehadiran kamu mungkin aku sudah bahagia dengan Devan bukan kamu, sekarang lepaskan tangan Devan aku mau dengan Devan pergi belanja." Ujar Oliv hendak menarik tangan Devan tapi dengan cepat Alin mendorong Oliv hingga terjatuh.


"Argrh....sakit....Devan tolong aku Devan sakit banget" teriak Oliv kesakitan.


Devan tidak menghiraukan teriakan Oliv, justru Devan menyurus sekretaris Dimas untuk mengurus Oliv jika Oliv butuh pertolongan di bawah ke rumah sakit.


"Sekretaris Dimas tolong urus nona Oliv jika ada butuh penanganan serius tolong antar ke rumah sakit karena saya mau menemani istri saya belanja" ujar Devan.


Karena Devan tahu Oliv pura-pura kesakitan karena tadi Oliv terjadi sempat di pengang sama salah satu pengawal. Masih sempat Oliv tersenyum licik ke arah Alin.


"Devan...jangan tinggalkan aku Devan...argh....Devan tolong aku" teriak Oliv, tapi Devan dan Alin sama sekali tidak menghiraukan Oliv dan mereka berlalu pergi.


"Selamat ya nona Oliv atas sandiwara kamu, saya mau pergi bersenang-senang dulu dengan suami saya," ujar Alin ngejek Oliv membuat Oliv makin emosi melihat Devan pergi tanpa menghiraukannya.


"Nona Oliv ada yang perlu saya bantu, mungkin mau antar ke rumah sakit" tanya sekretaris Dimas sambil mengulurkan tangannya untuk membantu Oliv tapi justru Oliv menepis tangannya.


"Oalah dasar cewek sinting masih beruntung mau di bantu justru tidak tahu berterimah kasih biarkan saja disitu bro kita pergi saja nyusul Tuan muda dari pada ngurus cewek tidak jelas ini" ujar salah satu pengewal geram dengan sikap Oliv yang tidak baik.


"He...siapa juga yang mau butuh bantuan kalian, saya juga tidak butuh ya jadi jangan banyak bucara disitu." Ujar Oliv.


Karena pengawal kesal dengan sikap Oliv mereka pergi meninggalkan Oliv yang masih sibuk merapihkan baju dan make upnya.


"Dasar manusia tidak punya hati kayak kamu Devan, berani-beraninya kamu lebih memilih perempuan itu, ketimbang memilih aku dan anak kamu, sebenarnya perempuan itu pake pelet apa sehingga kamu lebih mrmilih pergi dengannya, dasar kamu ya perempuan sialan jangan kamu pikir aku menyerah begitu saja, aku akan membuat kamu menyesal karena sudah merebut Devan dari ku. Lihat saja nanti aku akan balas semua perbuatan mu sama aku.


Tunggu dulu apa tadi persmpuan itu bilang, ibu meninggal sebenarnya dia bilang mami meninggal atau semoga mami meninggal? Aduh kenapa aku tidak berpikir jerni sih tadi untuk mencernah, setiap perkataannya mau tanya lagi tapi malas banget. Ah aku kejar Devan dulu jangan sampai aku kehilangan jejak. Mala aku lapar lagi tadi tidak sempat sarapan ini juga sudah lewat jam makan siang" gumam Oliv.


Alin dengan Devan masuk ke sebuah butik dan Alin mencari tas, walaupun oleh-oleh untuk bu Asta dan bu Neska sudah ada tapi Alin pengen belikan kedua orang tuanya itu tas dan untuk Yora juga.


Alin memilih enam tas entah untuk siapa semua itu sampai enam, nanti pulang dari dubay jet pribadinya hanya penuh karena muat oleh-oleh.

__ADS_1


"Sayang kamu beli sebanyak ini untuk apa masa kamu bisa pakek semua ini hanya satu model lagi, kalau model berbedah-bedah mah tidak masalah, tapi ini satu model saja." Ujar Devan.


"Mas...memang Alin sengaja, karena Alin mau membagiman untuk mama, bunda, mbakYora, Nena, satu untuk ku dan satu lagi terserah sampai disana siapa yang suka bolehmendapatkannya." Jelas Alin membuat Devan diam saja.


"Ya sudah tidak masalah kalau begitu yang penting kamu senang, mas juga senang, sekarang sudah jam dua sayang kita makan dulu setelah selesai makan baru kita lanjut belanja lagi " ujar Devan.


"Ok baiklah mas kalau begitu kita cari makanan di restoran ini saja sepertinya ada di lantai tiga deh" ujar Alin.


Alin dan Devan menuju ke restoran untuk mencari makan, untuk di restoran itu tersedia menu makanan dari berbagai negara jadi enak, semua pengawal juga


ikut makan.


Setelah selesai pesan, Alin dan Devan menunggu sambil ngobrol, tidak lama seorang pelayan mengantarkan makanan untuk di makan. Setelah selesai pelayan itu menghidangkan makanan, pelayan itu mempersilahkan Devan dan Alin makan.


"Silahkan nona dan Tuan" ujar pelayan tersebut dan berlalu pergi.


Baru saja Alin mengambil untuk menyerahkan ke Devan, dengan tidak tahu malunya Oliv nonggol dan langsung merampas sumpit di tangan Alin dan menyuapi Devan.


"Wah...makanannya enak dan banyak banget jadi lapat deh,makan ah, sini sumpitnya biar aku yang menyuapi Devan." Ujar Oliv menarik kasar sumpit dari tangan Alin.


Kali ini Alin masih diam tapi karena Devan sudah tidak tahan lagi dengan tingkah Oliv, langsung melayangkan satu tamparan keras di pipi Oliv, sehingga membuat kepala Oliv oleng dan pipinya merah merona.


Plakkkkk!


"Kamu kayak hantu tahu tidak, dimana saya dan istri saya berada disitu juga kamu, tidsk punya sopan santun sama sekali, jadi hilang selera makanku gara-gara kamu, makan tuh sampai kenyang, sayang kita cari makan di tempat lain saja, mas paling benci manusia kayak gini bikin emosi aja, dari tadi mengganggu kita terus." Ujar Devan bangkit dari duduknya dan menarik tangan Alin untuk pergi meninggalkan Oliv.


Devan sama sekali tidak menghiraukan Oliv yang menahan sakit di pipinya karena tamparan keras dari Devan, memang sih Oliv sangat nyembelin banget orang lagi belanja dia juga ada, orang lagi makan tiba-tiba nongol siapa yang tidak kesal cobak bikin bad mood aja.


Oliv hanya menatap sedih kepergian Devan bersama Alin, tiba-tiba air bening mengalir dengan sendirinya membasahi pipi Oliv.


"Dev...kamu memang benar-benar kejam..kamu tidak punya hati sama sekali memperlakukan aku begini, padahal kurang baik apalagi aku ini terhadap kamu Dav, aku aja demi kamu aku tinggalkan mami ku yang lagi sakit bahkan demi kamu aku relah berantam dengan semua sahabat baik ku, tapi apa yang aku dapat dari kamu Dev! Aku hanya dapat sakit hati dari kamu, baik lah aku tidak akan mengganggu kalian lagi selama disini, aku akan berikan kesempatan untuk kalian menghirup agin segar, tapi tunggu sampai di kota B baru kalian tahu akibatnya.


Sekarang aku sudah samgat membenci kamu Dev, kamu akan menyesal sudah memperlakukan aku begini Dev...aku pastikan jika aku tidak mendapatkan kamu, dia juga tidak akan mendapatkan kamu biar sama-sama impas, jangan kamu senang dulu perempuan sialan karena sebentar lagi kamu akan dapat karma nya kamu sudah membuat aku menderita begini jangan kamu harap aku biarkan kamu lolos begitu saja aku tidak akan tinggal diam."

__ADS_1


Terpaksa Oliv harus membayar semua makanan yang sudah di pesan oleh Devan dan Alin, karena Devan sama sekali tidak ada niat untuk membayar makanan itu justru dia pergi begitu saja meninggalkan Oliv. Kasian kamu Liv itu karma untuk mu karena kamu lebih memilih pergi


__ADS_2