
Bibik dengan pak satpam yang sudah kebingunggan sekarang mereka tidak tahu apa yang harus mereka lakukan, karena tidak ada nomor Alin yang bisa di hubungi, bibik yang awalnya putus asa jadi teringat dengan nomor hp Leo yang perna bibik simpan di hpnya.
"Bibik berbalik dan menatap pak satpam sembari berkata lirih." pak bibik tahu siapa yang harus kita hubungi memang nomor nona Alin tidak ada di bibik tapi ada nomor den Leo jadi biar bibik hubunginya untuk menyampaikan kepada nona Alin. Kalau bukan hubungi den Leo terus hubungk siapa lagi sekarang kita tidak punya nomor nona Alin"
"Ya sudah bibik hubungi saja lagian sekarang den Leo tinggal sama nona Alin jadi bisa saja mereka lagi bersama, kalau nanti nona Alin tidak mau datang juga tidak apa-apa yang penting kita sudah menghubunginya jadi kalau terjadi sesuatu dengan Tuan kita tidak akan merasa bersalah karena tidak menyampaikan masalah ini ke nona Alin"
"Iya pak benar juga ya sudah biar bibik hubungi dulu."
Akhirnya bibik menelpon Leo sementara Leo juga kebetulan ada di apertemen bersama Devan dan juga Alin mereka lagi asyik membicarakan rencana pernikahan Devan dan Alin tinggal selangkah lagi."
Tiba-tiba hp Leo berdering Leo yang kanget langsung mengeluarkan hpnya dari dalam kantong celananya dan melihat siapa yang menelpon ternyata nomor yang tidak kenal.
Leo menaikan kedua Alisnya tapi belum di angkat telponnya sehingga membuat Alin dan Devan memandang Leo dengan tanda tanya.
"Siapa sih yang nelpon ini pake nomor baru segala lagi paling malas meladeni seperti ini ah biarin aja palingan juga mati" gumam Leo dalam hati
"Kakak kenapa gak angkat telponnya kalau kakak gak mau angkat sini biar aku yang angkat dari pada kakak lihatin seperti itu, orang telpon kok bukannya di angkat ada-ada aja kakakku yang ganteng ini hahaha"
"Ya sudah dik ini kamu yang angkat kakak malas meladeni nomor baru yang masuk ke hp kakak"
Leo menyerahkan hpnya ke Alin untuk mengangkat telpon karena Leo memang paling malas angkat telpon dari nomor baru, Leo menyerahkan hpnya ke Alin untuk mengangkat telponnya.
__ADS_1
"Ini dik kalau kamu mau angkat ya terserah kamu kakak malas angkat kayak beginian nomor baru palingan orang lagi iseng, mungkin yang terlpon tahu kalau kakak kamu ini paling ganteng"
Alin langsung menerima hp Leo tapi sayangnya telponnya sudah mati, Alin yang berniat kembalikan hp ke Leo kembali berbunyi dengan nomor yang sama.
Alin langsung mengangkat telponnya ternyata ada suara dari seberang telpon seperti seorang perempuan. Namun sebelum Alin bicara perempuan itu sudah terlebih dahulu bicara panjang lebar.
"Hallo Den Leo.. Maaf sudah menganggu ini bibik den tolong bibik..tolong sampaikan ke nona Alin untuk memaafkan Tuan Donal den.Karena Tuan sekarang kritis di rumah sakit waktu Tuan tidak lama lagi, tadi Tuan rencana datang ke tempat nona Alin untuk meminta maaf yang terakhir kalinya sebelum ia pergi untuk selamanya hanya saja belum sempat Tuan datang kesana, Tuan jatuh dari tenpat tidur dan sampai sekarang tidak sadarkan diri".
"Tolong den...ini permintaan Tuan untuk ketemu dengan nona Alin yang terakhir kalinya, bibik tahu den kalau Tuan memang banyak melakukan kesalahan pada nona Alin tapi apa tidak ada kasih sedikitpun dalam hati nona Alin untuk memaafkan Tuan. Bibik takut nanti nona Alin menyesal setelah Tuan pergi untuk selamanya tolong sampaikan ke nona Alin jika ingin datang kesini secepatnya datanglah ke rumah sakit setia budi."
"Sekarang Tuan masih di periksa oleh dokter den jadi bibik belum tahu bagaimana kondisi Tuan sekarang bibik hanya berharap semoga Tuan baik-baik saja"
Bukan hanya hp yang terjatuh tapi Alin juga seketika badannya lemas dan melorot kelantai aksi yang di lakukan Alin membuat Devan dan Leo panik karena mereka juga tidak tahu siapa yang menelpon tadi.
Sebenarnya Alin sangat menyayangi pak Donal walaupun dulu pak Donal sudah menyakitinya, tapi semua yang terjadi tidak sepenuhnya kesalahan pak Donal karena mungkin memang sudah takdir dari Allah agar mereka bisa tahu siapa bu Ratna dan Saras sebenarnya.
Jadi Alin sudah mau menerima kembali pak Donal sebagai ayahnya toh juga pak Donal sudah mengakui kesalahannya dan Ratna terus Saras juga sudah menerima hukuman atas perbuatan mereka.
Hanya saja Alin belum punya waktu untuk mengunjungi sang ayah dirumahnya, padahal Alin dan Devan juga sudah kasih tahu bunda Neska dan mama Asta jadi mereka juga bersyukur karena pada akhirnya Alin mau memaafkan ayahnya.
Memang awalnya bunda Neska juga marah tapi mau bagaimana pun juga pak Donal adalah ayah kandung Alin. Jadi pada akhirnya bu Neska dengan hati tulus ikut menyetujui permintaan Alin
__ADS_1
Apalagi tinggal tunggu harinya saja Alin dan Deva menikah sehingga bunda Neska juga sebentar lagi datang ke kota B bersama mama Asta.
Leo dan Devan berhambur memeluk Alin yang menangis dalam diam.
"Dik siapa yang telpon tadi sehingga membuat kamu syok begini jawab dulu napa jangan bikin panik napa dik."
"Sayang kamu kenapa siapa yang telpon tadi mereka ada bicara apa sama kamu ha...jawab sayang jangan begini."
Devan berpaling dan menatap Leo dengan tatapan intimitasi membuat Leo susa menelan salivanya soalnya tatapan Devan kayak singa yang mau menerkam mangsanya.
Apalagi Alin seperti itu setelah menerima panggilan telpon lewat hp Leo.
Tapi Leo pintar bisa membaca tatapan Devan dan segerah memencet nomor telpon tadi dan kembali menelpon balik, tidak lama kemudian ada suara perempuan parubaya dari seberang telpon dan Leo tahu jelas suara siapa itu.
"Hallo bibik...tadi bibik yang telpon ya, ada apa bik tadi bibik bicara apa dengan nona Alin soalnya tadi nona Alin yang Angkat telpon"
Bibik yang memdengar penuturan Leo terkejut karena bibik tidak menyangka ternyata tadi bibik bicara langsung dengan nona Alin bukan Leo.
"Bibik kenapa dia apa yang bibik katakan tadi, jawab bik jangan buat saya marah"
"Ma...maaf den tadi bibik benar-benar gak tahu kalau itu nona Alin karena bibik panik den sekarang Tuan Donal sakit keras, dan kritis di rumah sakit Tuan pesan sebelum ia pergi dari dunia ini ia ingin ketemu dengan nona Alin yang terakhir kalinya den. Makanya bibik hubungi den untuk menyampaikan ke nona Alin.
__ADS_1