Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
36:36 Rencana ke Salon


__ADS_3

Belum juga selesai bu Neska menjelaskan, seorang pelayanan restoran datang menghampiri mereka. Dan menyediakan makanan pesanan di atas meja, dengan begitu sekarang harus makan bukan saatnya berbicara.


Mereka menyantap makanan itu dengan lahap, namun gak bagi alin, sepertinya susah sekali menelan makanan itu karena sudah takut duluan.


Dalan pikiran alin, bisa habis dia kali ini harus siap terimah kemarahan devan, karena sudah melakukan sesuatu tanpa pengetahuan deva.


Karena devan melihat alin hanya ngaduk makanannya, dan gak ada inisiatif untuk makan, devan langsung ambil piringnya dan menyuapi alin, sontak membuat pipi alin memerah karena malu.


"Ihhh malu tahu, dilihat bunda, mama sama papa." ujar alin namun yang lain hanya senyum. Sambil makan.


"Makan aja sayang, kita juga dulu pernah muda". ujar bu Saya barengin senyum manis.


Hampir sekitar dua puluh menit mereka makan, akhirnya selesai juga, langsung dibayar sama devan, sekali gus tips untuk pelayanan restoran tadi ".


Setelah selesai degan melakukan Pembayaran, mereka segara keluar dari restoran.


Dan menuju ke mobil, sesampainya mereka semua masuk kedalam mobil diikuti devan, karena devan melihat semua sudah aman, ia menghidupkan mobilnya, dan menjalankan keluar dari area restoran.


"Jadi giman kita langsung ke apartemen aja atau gimana bagusnya. Tanya devan memecahkan keheningan.


"Iya kita langsung ke apartement aja dulu, nanti jam dua baru kita kesalon soalnya mama merasa agak lelah . Jawab bu Asta di sambut anggukan dari alin dan sang bunda.


"Oh ya, tante, tadi kan belum selesai ya, jelaskannya tentang masalah itu, gimana tante boleh dilanjutkan."tanya dengan penasaran dengan kelanjutan ceritanya.


"Iya benar mama juga penasaran."


Deg dug dag. "Aduh kenapa pak di tanya sih, kirain sudah pada lupa ternyata masih juga penasaran." ucap alin dalam hati.


Jantung alin disko, rasa gak aman, tapi ia tetap tenang.


Akhirnya bu Neska, lanjut menjelaskan semuanya, ke devan dan kedua orang tuanya, tentang apa yang sudah alin lakukan, dari penyewaan salon dan sampai buat salon mendadak.


Dan abal-Abal hingga bu ratna dan saras, masuk rumah sakit karena terkena bahan kimia yang dicampurkan kedalam luluran.

__ADS_1


Hal itu sontak mengundang tawa orang yang ada dalam mobil, tak terkecuali pak davin turut tertawa, karena merasa ternyata calon mantunya itu, bukan hanya cantik dan cerdik tetapi juga lucu. Oalah bukannya kasian mala diketawain.


"Ya ampun, sayang, kamu kok lucu bangat sih ngerjain mereka, gak bisa kebayang gimana kondisi mereka, acak-acakan kayak singa dan kulit mereka bentol-bentol". Ujar bu Asta diiringi tawa.


"Tapi kamu tahu gak mama, senang bangat, lihat kamu bisa ngerjain mereka, begitu apa lagi sampai nginap di rumah sakit hahaha. dimana reaksi laki-laki tua itu ya, lihat putry kesayangan, dan istri ularnya itu babak belur gitu , itu belum seberapa dibanding penderitaan kamu sayang". ujar bu Asta geram


Dari tadi devan hanya diam ia masih nyimak, dan sekarang agkat bicara. " Ma, tante, Kalau soal penyewaan salon itu memang rencana kami berdua, karena saya tahu mama dengan tante mau datang jadi tak masalah kami sewa berapa hari.


Dan juga memang kami sengaja, biar kedua perempuan itu gak nyalon disana, tapi kalau soal salon dadakan, dan salon abal-abal itu, saya benar-benar gak tahu tapi matanya melirik ke alin." ujar devan jujur.


Pak davin juga gak mau kalah, ia juga berikan pendapat, "kalau menurut papa sih gapapa, biar aja alin berikan peringatan kecil untuk mereka, biar kedepannya mereka lebih berhati-hanti dan biar mereka tahu siapa lawan mereka."


"Nah betul pa, mama setujuh, asal itu gak membahayakan kamu ya nak." ujar bu Asta di sambut anggukan dari semua penghuni mobil.


Dari tadi alin diam aja sekarang ikut angkat bicara," Pa, ma, bunda dan sayang maafin alin, karena alin lakukan sesuatu tampa tanya dulu. Tapi alin lakukan itu hanya peringatan untuk mereka. Ujar alin tulus.


" Gapapa sayang, kamu gak usa takut, asal itu gak membahayakan keselamatan kamu. Ujar bu Neska. Kelihatan sekali bu Neska sangat menyayangi alin.


"Memang mama, bunda, papa dan kamu sayang gak marah kan sama perbuatan alim. " Tanya alin


Seketika hening dalam mobil, dan hanya ada bunyi kendaraan lalu lalang, karena ini sudah agak siang jadi jalanan agak renggang sedikit.


Sekitar satu jam mereka menempuh perjalanan ankhirnya mereka sampai di apartement alin.


Jadi ini sedikit penjelasan, apartement alin itu adalah apartement yang di belikan oleh bu Neska pas ulang tahun alin yang ke dua puluh ya gais jadi banyak kamarnya dan selama alin di Kota A yang menjaga apartemen adalah yora.


Sebenarnya devan juga punya apartement, yang gak kalah mewah juga, tapi sang mama dengan sang papa maunya nginap di tempat alin aja. Selama mereka di kota B. Alasannya biar kemana-mana biar gak saling jemput lagi.


Akhirnya mau gak mau devan ikuti aja. Karena devan berpikir ada baiknya juga, semakin banyak orang menjaga calon istrinya, semakin aman. Jadi gapapa kalau dia kali ini dia diabaikan oleh orang tuanya.


"Jadi ceritanya gak ada nih, yang mau nginap sama aku, sebenarnya devan ini, anak papa sama mama apa bukan, " ujar devan pura-pura ngambek namun mala di tangapi dengan tawa.


"Ataga lin, lihat tuh tingkah calonmu, dia cemburu sama kamu." ujar bu Asta ngoda anaknya. Di sambut tertawa geli oleh alin.

__ADS_1


"Devan merasa selalu diabaikan sebagai anak, semenjak kedatangan mantu cantik kalian, perhatian dan kasih sayang kalian berubah, sebenarnya aku anak kalian atau alin sih. " masih merajuk.


"Astaga, anak mama jadi merajuk, kamu itu tetap anak mama, tapi alin juga anak mama jadi sama-sama di sayang. " yuk masuk ma, pa, bunda kalau sayangku gak mau masuk gapapa tinggalkan ada disitu. Godah alin.


Sedangkan yang lain sudah melangkah masuk kedalam lift, dan menuju ke kamar alin, ternyata pas pintu lift terbuka yora, sudah menunggu dengan senyum mengembang.


"Selamat datang tante dan om." sapa yora dengan senyum termanis.


" Makasih sayang. Nak kamu apa kabar? Sudah lama gak ketemu, eh sekali ketemu makin pangli tante loh lihat kamu makin cantik.


"Ah tante bisa aja, tapi makasih loh tante atas pujiannya."


"Pujian dari bunda Neska, membuat pipi yora merah panda karena malu, dan juga bahagia kerna di puji, ah tante bisa aja bikin aku malu. Namun disambut tawa oleh ali, bu, Neska dan bu Asta.


Mereka masuk kedalam kamar alin, sebelum jam dua nanti mereka berangkat ke salon, karena sekarang masih setegah dua belas siang,jadi masih ada waktu mereka istirahat.


Bunda, denga mama, dan papa kalau mau istirahat dulu gapapa, kamar sudah bersih semua, ini kartu kamarnya. Alin menyodorkan kartu kamar agar bisa membuka pintu.


"Iya sayang mama, mau istirahat sebentar nanti jam dua kita berangkat, nak yora juga siap-siap ya biar ikut." ujar bu Asta


" Memanagnya boleh ya tan Yora juga ikut." tanya yora


"Iya dong nak, kamu kan anak bunda sama mama juga, Oh ya satu lagi, mulai sekarang jangan panggil tante lagi tapi panggil bunda," ujar bu Neska


"Sama jangan panggil tante tapi panggil mama".


mendengar penuturan kedua perempuan paru baya itu l, membuat Yora terharu. Dan gak kuat menahan tangisnya. "Makasih ya bunda dan mama, sudah mau sayang sama Yora," bu Neska dan bu Asta langsung peluk Yora. sama-sama sayang.


" Bunda juga sayang, bunda mau istirahat sebentar. ujar bu Neska


Mereka bergegas kekamar masing-masing, sekarang tinggal devan, yang belum dikasih kamar."


"Sayang kamu mau nginap Disini, atau pulang. Kalau nginap ini kartunya, tapi kalau mau pulang, gapapa, aku mau istirahat sebentar. Ujar alin

__ADS_1


"Sepertinya aku juga nginap disini aja sayang, malas juga pulang hanya ketemu bujang lapuk." Sontak mereka ngakak karena alin dan yora tahu siapa lagi yang di maksud devan kalau bukan dimas.


__ADS_2