
Oliv yang sementar telponan dengan Cinta tiba-tiba emosi mendengar perkataan Cinta kalau sih James datang mencari Oliv, Oliv berpikir bajingan itu ngapain lagi datang cari dia. Bukankah apa yang dia inginkan sudah tercapai kenapa datang mencari lagi.
Karena Cinta tidak mendengar lagi suara Oliv Cinta pikir Oliv sudah matiin telponnya ternyata belum.
"Liv...masih hidup kan lo..kenapa diam bae..".
"Gua masih hidup dong Cin, lo gimana sih ingin gua cepat mati gitu"?
"Enak aja...jangan dong Liv kalau lo mati siapa lagi dong yang suka tratirin gua kan rugi hehehe"
"Gila lo Cin...lo takut gua mati karena nanti gak dapat traktir dasar teman gak punya akhlak"
"Hehehe sorry Liv gua hanya bercanda kok, tapi memang benar yang gua bilang tadi, kalau James bajingan itu datang nyariin lo kesini, mungkin dia udah datang ke rumah lo, tapi dia belum puas dengan jawaban nyokap lo, sehingga di datang deh kesini nyariin lo"
"Terus lo jawab apa Cin, lo gak bilang kan sama bajingan itu jika gua ada disini"?
"Gak dong Liv. Gua tahu kok lo gak maukan dia nyusul lo kesana jadi gua hanya bilang kalau lo pergi tapi gak tahu kemana"
"Bagus deh kalau begitu. Makasih ya Cin lo teman terbaik gua,"
Setelah mereka selesai bicara, Oliv mengakhiri panggilan namun ia belum beranjak dari tempat duduknya. Oliv engan bangun rasanya berat sekali beranjak dari itu.
"Hummm kenapa sih malas banget aku keluar, mau pulang ke kota A sih bajingan itu gak berhenti mencariku. Tapi kalau tetap disini juga sakit hati melihat Devan dengan perempuan sinting itu. Ah pusing mikirin kehidupan ini rasanya berat sekali."
Akhirnya dengan berat hati Oliv bangkit dari duduknya dan menuju kekasir untuk membayar setelah selesai bayar, Oliv keluar dari restoran dan gegas masuk kedalam mobil dan berlalu pergi.
Sepanjang jalan Oliv mengemudi mobilnya tapi pikirannya melayang kemana-mana, ia mencari cara agar bisa menjebak Alin dan Devan.
Sebelum hari H Oliv harus berhasil menjebat Alin dan Devan agar disitu mereka batal nikah, tapi akankah Oliv berhasil? Belum tentu. Secarakan Devan dan Alin bukan orang sembarangan jadi mudah terpancing mereka juga punya banyak trik untuk kembali menjebak musunya, takutny Oliv sendiri yang kena kembali jebakan itu.
__ADS_1
Awalnya Oliv rencana mau ke tepi danau tapi ia berpikir, ini masih siang jadi tidak seru, mungkin malam aja dia sekalian ngajak Bara dan Indri pergi bertiga karena tidak mungkin Oliv sendirian.
Karena hari masih siang jadi jalanan agak sepih sehingga Oliv cepat sampai di hotel ternyata kedua temannya belum pada pulang yailah ini masih jam kerja sih Oliv aja yang kurang kerjaan
Saat sampai di hotel Oliv langsung parkir mobilnya dan masuk kedalam kamarnya, ia menghempaskan tubuhnya di atas ranjang yang empuk dan dingin tidak lama kemudian Oliv tertidur mungkin karena sudah capek pikiran.
Sedangkan tanpa pengetahuan Oliv ternyata sejak dari tadi ada seseorang mengikutinya, dan pada saat Oliv masuk kedalam kamar hotel orang tersebut tersenyum sinis.
"Oh.. Jadi perempuan itu tinggal disini sama temannya, baguslah biar aku bisa memantau dia, jangan sampai dia melakukan sesuatu yang jahat soalnya perempuam ini agak licik"
Orang tersebut mengeluarkan ponselnya dari dalam kantong celananya dan setelah itu ia menelpon seseorang.
"Hallo bos, saya sudah tahu dimana cewek itu tinggal, ternyata dia tinggal di hotel, kalau tidak salah dia tinggal dengan temannya."
"Siapa nama temannya itu" tanya orang diseberang telpon
"Baiklah pantau dia terus jangan sampai dia rencanakan hal yang jahat, kamu langsung laporkan"
"Baik bos"
Akhirnya kedua orang yang sepertinya anak buah dan bosnya itu mengakhiri panggilan itu, dan orang tersebut masuk kembali kedalam mobil dan berlalu pergi.
Sedangkan Oliv yang sudah mimpi kesekian kalinya dia tidak tahu apa-apa kalau ternyata ada yang mengikutinya.
Sore harinya Oliv sadar dari tidurnya dan melihat jam ternyata sudah jam empat namun belum ada tanda-tanda kepulangan Bara dan Indry, membuat Oliv bertanya-tanya kemana mereka kenapa belum pulang, padahal memang jam empatkan belum jam pulang. Orang semua pulang kerja jam lima. Dasar Oliv.
"Kemana kedua anak itu sudah jam segini juga belum pulang, humm padahal mau ngajak mereka berdua jalan susah amat."
Sambil mengerutu Oliv mempersiapkan pakiannya untuk pake sebentar biar dia mandi terlebih dulu, setelah itu Oliv masuk kedalam kamar mandi dan mandi pas di kamar mandi Oliv mendengar ada suara memanggilnya di depan pintu kamar Oliv pikir itu pasti Indri sudah pulang.
__ADS_1
Oliv selesaikan mandinya dan keluar ternyata benar, Indri sudah pulang hanya saja Bara yang sekarang belum.
"In..lo uda pulang terus Bara mana, kenapa kalian berdua gak barengan pulang"?
"He...Liv pertanyaan lo konyol banget tahu gak, lo kan tahu tempat kerja kitakan berbedah gua di buktik gua, sedangkan Bara di tempat kerjanya gimana sih lo markona. Lagian nih ya, gua heran deh mah lo, kan ada nomorya jika lo kuwatir ama dia ya lo tinggal telpon aja, kayak gua penjaga Bara aja".
" Yakan gua cuman nanya In, karena gua mau ngajakin kalian berdua jalan, yuk mandi biar kita pergi refresing dari pada lo mikirin kerjaan terus dan pusing mendingan kita cari suasana yang enak"
"Serius lo Liv mau ngajak kita jalan, tapi gua capek banget Liv gua pengen tidur, gimana kalau gua tidur bentar dulu satu jam gitu boleh ya"
Indri merasa sangat lelah tapi dia juga ingin cari angin sengar, selama ini kerjannya dari butik kembali hotel dan istirahat itu-itu aja tidak perna berpikir untuk pergi mencari suasana hiburan. Untuk menyenangkan pikiran jadi kebetulan banget di ajak sama Oliv.
Karena Oliv juga kasian akhirnya Oliv menginyakan lagian mereka berangkat setengah tujuh juga, ini masih jam setengah lima kurang jadi masih sempat.
"Ok deh, mendingan lo tidur aja nanti jam enam kurang gua bangunin lo ya, sekalian nunggui Bara juga, gue kasian mah lo keliahatan tuh lo udah cape banget."
Akhirnya Oliv yang bersiap sambil nungguin Bara pulang dan juga Indri bangun, setegah jam kemudian Bara pulang dan hendak masuk kekamarnya namun langsung di panggil sama Oliv.
"Bar...udah pulang lo." tanya Oliv membuat Bara senyum.
"Liv menurut lo gua uda pulang belum? kalau gua belum pulang gak mungkin gua berdiri disinikan berhadapan mah lo, gimana sih pertanyaannya"
"Hehehe Iya benar juga. Oh ya Bar lo capek gak kalau gak kita jalan-jalan keluar yuks sama Indri juga."
"Jam berapa"
"Jam setengah tujuh lah, mau gak lo"
"Mau dong"
__ADS_1