Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
115


__ADS_3

Alin dan calon suaminya terus kakak angkatnya Leo langsung pulang ke rumah karena memang di tempat yang tadi itu sangat rawan, mungkin ada penghuninya kalau kendaraan yang lain lewat tengah malam lebih baik fokus kalau tidak nanti terjadi kecelakaan. Karena biasanya orang yang lewat jalan itu tiba-tiba pikirannya kosong dan jadi gak fokus nyetir akhirnya terjadilah kecelakaan.


Hal itu juga yang di alami oleh mereka bertiga tapi untung mereka tidak kenapa-kenapa. Sehingga Leo mendesak agar mereka cepat pergi meninggalkan tempat itu takutnya terjadi hal yang tidak di inginkan. Apalagi pas mereka lewat dan kembali melihat lewat kaca spin namun tidak ada siapa-siapa disitu.


"Yuk ipar kita kita segerah pergi dari sini karena tidak ada siapa-siapa cobak lihat, kalau memang itu manusia tidak mungkin dia gak marah kalau masih hidup terus kalau pun kita sudah menabrak dia seharusnya dia tergeletak di jalan bukannya justru menghilang begitu saja."


"Iya benar mas, apa yang di katakan kakak Leo kalau mas tidak bisa bawah mobil biar aku saja kalau gak kakak Leo boleh juga Dimas"


"Gak perlu sayang mas masih bisa kok, tapi mas heran saja kok bisa begitu ya, kayak tempat kramat aja tempat ini."


"Dari awal sudah saya bilang ipar kalau tempat ini sering terjadi kecelakaan sehingga sudah menjadi tempat kramat apalagi orang yang lewat tengah malam"


"Devan yang mendengar langsung menghidupkan mesin mobilnya dan akhirnya mereka pulang ke rumah untuk istirahat."


"Mas...lebih baik nginap disini saja ini sudah malam loh lagian banyak jam mas, disini juga untuk pakek besok masih ada kamar kosong tuh biar Dimas dan Boby disitu saja, jangan paksakan diri untuk pulang kalau nanti terjadi sesuatu dijalan bagaimana?"


"Tuh l, dengarin adik ipar, tidak perlu pulang lebih baik istirahat saja disini nanti besok adik masakan makanan yang enak heehhe"


Karena desakan dari Leo dan Alin akhirnya Devan nginap di apertemen, sebenarnya Devan sudah rencana nginap gak mau pulang juga apalagj sudah malam.


"Iya saya nginap disini kok, memang rencana mau nginap siapa juga yang mau pulang kalau nginap disini enak bangun pagi sudah cium wangi masakan calon istri yang sangat sedap. Tapi kalau di rumah palingan Dimas dan bibi nyiapkan saya roti hahaha"

__ADS_1


Akhirnya semua masuk kedalam apertemen dan mereka membersihkan diri masing-masing untuk istirahat karena besok kerja, pas Alin pulang ternyata Yora belum tidur karena menunggu kepulangan sahabatnya yang sebentar lagi jadi adik ipar.


"Baru pulang Lin? Kalian semua dari mana? Kok gua gak di kabarin gua wa juga gak ada respon loh, bikin panik aja kalian buat gua deh...gua pikir kalian kenapa-napa lagi"


"Maafin gua ya Yor, gua panik banget makanya gak ada yang berpikiran untuk menghubungi lo, kita bawah hp juga tapi parcuma karena gak ada yang buka, gua gak tahu ya kakak Leo buka wa dari lo gak tapi gua memang gak sempat buka. Kita baru pulang dari rumah sakit Yor"


"Loh memangnya siapa yang sakit Lin, kok gak kabarin gua"


Astaga Yora baru juga Alin jelasin kalau mereka panik jadi tidak ada yang berpikir untuk menghubungi lo kenapa mala balik nanya lagi.


"Astaga Yor uda berapa kali gua bilang kalau kita itu uda panik jadi lupa, papa Donal Yor saat ini lagi kritis di rumah sakit belum siuman gua gak tahu apa yang harus gua lakuin Yor, gua memang membencinya tapi semua itu sudah lewat yor. Gua uda maafin kok semoga papa Donal cepat sembuh karena harapa. Gua dia yang akan menjadi wali nikah gua nanti"


"Amin Yor."


Setelah mereka berdua selesai ngobrol Alin langsung masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan diri, karena badan Alin sudah pengal banget jadi pengen cepat tidur.


Setelah selesai bersihkan tubuhnya Alin menganti pakiannya dan segerah naik keatas ranjang dan istirahat.


******


Keesokan harinya masih masih pagi-lagi Alin sudah bangun dan bersiap untuk pergi ke kantor, karena Lisa mengabarin kalau siang ini jam sepuluh ada meeting penting dengan direksi ini juga untuk kemajuan perusahaan karena saat ini perusahaan lagi dalam masa jaya. Apapun yang Alin lakukan semua hanya untuk perusahaan karena bunda Neska sudah mempercayakan perusahaan besar itu kepadanya jadi Alin tidak mau mengecewakan bunda Neska.

__ADS_1


Seperti biasa Alin bangun capat untuk mempersiapkan sarapan untuk mereka semua, bersama denganYora menyiapkan sarapan pagi untuk kedua calon suami mereka berdua.


Karena sekarang Devan juga sudah sering nginap apertemen kalau pulang ke tempat tinggalnya karena agak jauh. Sehingga Dimas yang selalu menyiapkan keperluan Devan.


Seperti pagi ini Boby dengan Dimas sudah stand by di apertemen karena kemana Devan pergi disitu juga Dimas sedangkan kemana Alin pergi disitu ada Boby. Lagisn semalam mereka juga nginap di apertemen Alin.


Setelah Alin dan Yora menyiapkan sarapan pagi mereka akhirnya membersihkan diri untuk bersiap ke kantor masing-masing, sampai sekarang Yora masih bekerja di perusahaan asing. Yora menunggu setelah sudah menikah barulah dia resign dari perusahaan itu dan bergabung dangan perusahaan Alin, Yora dan Leo juga punya rencana mereka akan membangun perusahaan sendiri tapi setelah mereka sudah menikah barulah mereka merencanakan selanjutnya.


"Kakak ipar duluan lah mandi biar aku siapakan ini semua." Ujar Alin namun Yora menatapnya dengan tatapan intimidasi.


"Lo gila ya Lin manggil kakak ipar segala belum sah kali, kalau sudah sah baru lo menggil gitu hehehe"


"Loh memangnya kenapa kalau gua manggil lo begitu, gak salah juga kali kakak ipar, gua mau belajar memanggil dari sekarang biar nanti setelah kakak ipar sudah menikah dengan kakak Leo, gua sudah gak sungkan lagi manggilnya, lagian tidak, tidak lama lagi sudah nikah juga" Karena Yora tidak tahu mau bicara apalagi akhirnya dia hanya diam saja dan berlalu pergi.


"Serah lo deh Lin"?


Yora langsung merampas paksa kimono yang bertengger di centolah itu dan langsung masuk kedalam kamar mandi. Padahal dalam hati Yora juga senang kalau Alin memanggilnya begitu tapi Yora masih risi dengan panggilan itu mungkin karena belum terbiasa, apalagi selama ini Alin dengan Yora selalu manggil dengan sebutan lo dan gua. Kalau tiba-tiba dengan sebutan lain rasanya gimana gitu.


"Sebenarnya sih aku senang dengan panggilan Alin tapi mungkin belum terbiasa kali sehingga agak rasa risi gitu, tapi mau bagaimana pun aku harus terbiasa dengan panggilan itu karena nanti aku menikah dengan mas Leo aku jadi kakak iparnya Alin...apakah tadi jawabanku menyakiti perasaan Alin ya soalnya tadi aku agak jutek jawabnya, semoga gak, soalnya Alin gadis yang baik lagian dia sudah mengenal aku sejak lama juga. Seharusnya aku bahagia dan bersyukur karena selama ini dia yang selalu membantuku."


Alin lagi sibuk membereskan dapur dan menyiapkan makanan di atas meja kecil, sambil menunggu Yora selesai mandi Alin membuka hpnya ternyata ada kiriman

__ADS_1


__ADS_2