
Di kota A oliv masih syok dengan kejadian yang menimpahnya jadi, pada saat ia mendengar kalau james datang berkunjung ke rumahnya masih pagi-pagi bikin ia murka. Lagian untuk apa juga james harus datang ke rumah oliv mereka kan sudah gak ada hubungan apa-apa lagi. Sekarang oliv bukannya makin cinta sama james mala sebaliknya, ia sangat membenci laki-laki itu.
"Dasar laki-laki brengset, berani sekali dia datang ke rumah setelah apa yang ia lakukan, oga menikah dengan laki-laki kurang ajar itu, awas aja jangan sampai aku bunuh kamu nanti" gumam oliv dalam hati
"gimana kalau lo mandi dulu gih, setelah itu kamu ganti pakian terus makan baru pulang, karena jika lo pulang dengan kondisi seperti ini, gue takut bokap dan nyokap lo curiga, apa lagi laki-laki kurang ajar itu datang ke rumah lo, apa ia gak tahu apa resikonya seperti apa, kalau bokap lo tahu gue yakin ia gak bakal biarkan kurang ajar itu lolos."
"Atau lo jangan pulang dulu, tunggu aja kondisi lo membaik baru pulang, soalnya gue lihat lo kayak orang linglung tahu gak, biar gue aja yang hubungi nyokap lo, nanti gue bilang aja lo nemanin gue karena gue lagi sendirian disini, biar lo nenangin diri lo dulu ya?"
Oliv diam aja ia gak jawab semua pertanyaan cinta, dia juga masih pikiran kondisinya kedepan, semoga gak terjadi apa-apa biarpun oliv masih syok tapi oa masih bisa kendalikan dirinya.
Karena oliv tahu james itu orangnya nekatan, jadi takutnya james berani buka suara tentang apa yang mereka lakukan di hotel, bisa murka papi dan maminya, bagaimana pun oliv paling takut kemarahan kedua orang tuanya.
"Liv, jawab dong jangam diam aja buat gue jadi kuatir tahu gak, bicara sedikit aja napa, maafin gue ya liv, seharusnya gue gak dengar omongan lo semalam gue ikut lo aja, tapi gue juga dengar sih apa kata lo jadi begini, ini juga salah gue."
Bukannya cinta gak ngerti perasaan oliv, tapi cinta juga takut kalau oliv diam terus, takutnya pikiran terganggu bisa bahaya, makanya cinta terpaksa mendesak oliv agar bicara namun sama saja oliv tetap diam.
__ADS_1
Sekarang oliv memikirkan apakah ia jadi ke kota B untuk ketemu devan atau gak, karena tinggl dua hari lagi oliv akan berangkat.
Lama oliv diam akhir ia mau bicara lagi, padahal sebelum nyokapnya telpon oliv masih sempat bicara sama cinta."Cin gue gak mau nikah sama bajingan itu, jujur gue jadi benci sama dia, apapun yang terjadi sama diri gue, gue sudah nekat kalau gue tetap berangkat ke kota B"
"Apapun yang terjadi sama gue nanti disana lo tetap mau kan cin, jadi teman gue lo gak ninggalin gue kan pas gue jatuh, cin lo janji dulu ama gue kalau lo tetap jadi sahabat gue apapun yang terjadi."
Cinta memandang wajah cantik oliv, cinta heran kenapa sahabatnya jadi seperti ini, kayak orang kurang waras, ngaur bicaranya.
"liv, lo ngomong apa sih gue benaran gak ngerti tahu gak, dengar ya liv, selagi lo masih di jalan yang benar gue tetap menjadi sahabat lo, jadi lo gak usa takut kalau gue jauhi lo, karena itu bukan tipe gue liv."
"Makasih ya cin, uda mau jadi sahabat gue, jangan lupain gue ya, jika gue sudah berangkat ke kota B, gue akan cepat kembali kesini jika nanti devan sudah gak ada harapan lagi, untuk gue dekatin".
"Gapapa cin lo tenang aja, gue hanya pengen tahu aja seberapa besar cinta devan kecalonnya itu, kalau menang benar devan, sangat mencintainya gue benar-benar iklas namun semoga gua dapat penganti devan disana, agar pada saat gue balik kesini, gue gak sendiri lagi"
Awalnya oliv rencana merebut devan dari alin, tapi sekarang oliv jadi berubah pikiran setelah ia berbagi peluh dengan james, oliv merasa minder dan sudah gak pantas lagi untuk devan, namun ia tetap datang dan mencoba devan.
__ADS_1
*****
Sedangkan dikota B Jhovan yang baru pulang dari rumah pak donal, mereka langsung mampir ke restoran dan makan.
pak roy yang berikan pilihan kepada bu anita dan jhovan, awalnya ia sudah menarik kembali kata-katanya itu, pikir pak roy talalu kejam jika ia melakukan hal itu terhadap anak dan istrinya mau bagaimana pun mereka adalah anak dan istrinya.
Sehingga pak roy mengatakan kepada bu anita dan jhovan agar tetap melanjutkan pernikahan itu, namu hal yang tak terduga yang ia dengar dari kedua orang tersebut, terutama jhovan kalau ia sudah tak mencintai saras, lagi karena saras bukan perempuan baik-baik.
Buktinya baru selesai tunangan ia mengatakan cintanya kepada laki-laki yang tak lain adalah calon kaka iparnya sendiri.
"Nak kamu benar gapapa, bukankah kamu sangat mencintai saras, kenapa sekarang kamu mala mau membatalkan pernikahan kalian, kamu gak ada rencana lain kan di balik batalnya pernikahan kalian" tanya pak roy, ia tak anaknya kembali melakukan hal yang salah.
"Gak ada pah, papa tenang aja ini keputusan yang terbaik pah gak ada paksaan, jhovan sendiri yang mau pah, maafin jhovan pah, dulu jhovan gak mau dengarin apa kata papa jadi seperti ini, berantakan."
"Iya pah, jhovan sebelumnya sudah bicara sama mama juga, jadi sebenarnya jhovan sendiri yang mau membatalkan semua itu, lagian papa gak lihat saras di seret polisi, tapi kok mama gak nyangka ya, saras dengan jeng ratna sejahat itu."
__ADS_1
"Nah itu juga yang buat papa kanget tadi, kok bisa-bisanya mereka sekejam itu sampak mereka memfitna alin, bahkan sampai jeng laras di buat celaka aduh....seram ah, jadi taljt nanti kalau sih saras jadi mantu ia jahat sama kita.
Memang bu ratna dan saras sudah menuai apa yang mereka tabur dulu, karena apa yang kita tabur, itu juga yang kita tuai, jika kita tabur kebaikan, yang pasti kita juga tuai kebaikan, namun jika kita tabur kejahatan yang pasti kita juga akan tabur kejahata, jadi berhati-hatilah dalam melakukan sesutu yang tak baik mendingan berhenti tak perlu di teruskan.