Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
98


__ADS_3

Alin dan Devan, sampai di kantor pengadilan untuk menghadiri sidang keputusan untuk pelaku pembunuhan berencana, yang dilakukan oleh Adam, Saras dan bu Ratna.


Hari ini mereka bertiga mendengar keputusan hukuman penjara berapa tahu. Harapan Alin dan Devan semoga mereka mendapatkan hukuman yang setimpal dan sesuai dengsn perbuatan mereka.


Setelah sampai di kantor pengadilan, Devan. Parkir mobilnya dan segera keluar untuk membukakan pintu mobil untuk Alin. Setelah mereka keluar ternyata disana sudah ada pengacara dari Alin, bahkan Dimas dan Boby juga sudah ada yang belum ada hanya Leo karena ia masih antar Yora.


Tak lama kemudia, masuk sebuah mobil mewah yamg sangat gak asing oleh Alin, dan mobil itu sangat Alin kenal. Yaitu mobil pak Donal. Setelah pak Donal turun ia bergegas mendekati Alin dan yang lain.


"Selamat pagi nak, sudah lama disini, kamu apa kabar sehat kan, kamu terlihat makin cantik sama parsis seperti ibu kamu waktu masih muda" tanya pak Donal sekaligus memuji Alin namun Alin sama sekali tak menjawab, akhirnya Devan merasa tidak enak dan menjawab.


" Kami juga baru saja sampai pah soalnya jalanan di pagi hari sangat macet, ." ujar Devan


Devan tahu pak Donal kecewa karena sapaannya gak di jawab oleh Alin tapi mau gimana lagi, hati sessorang itu gak bisa dipaksa apalagi ini menyangkut sakit hati. Namun biar pal Donal terlihat kecewa di awal tapi ia tak mau menyerah.


Ia akan berusaha untuk mendapatkan maaf dari putrinya yang sudah ia sia-siakan selama ini. Sebenarnya pal Donal saat ini sangat menyesal atas tindakan enam tahu lalu yang mengakibatan putry kandungnya terusir dari rumah tapi mau gimana lagi semua sudah terlanjur.


Pak Donal menatap manik mata Alin. Ia masih mendapati kebencian didalam mata itu." Nak maafin papa, papa sudah gagal menjadi orang tua. Mama kamu dimana ia pasti sedih karrna papa gak bisa menjaga kamu dengan baik maafkan papa nak, papa benar-benar menyesal." ujar pak Donal


Namun bukannya membalas perkataan pam Donal Alin mala memilih pergi dan meninggalkan sang ayah berdiri diluar dengan perasaan yang sedih, tapi pak Donal bisa apa, ia hanya pasrahkan semua pada Tuhan.

__ADS_1


"Sayang yuk masuk sebentar lagi. Sidang mulai" ujar Alin langsung masuk begitu saja, mau gak mau Devan juga masuk bersama dengan yang lain sedangkan pak Donal hanya menunduk kepala dan menyesali perbuatannya.


"Coba dulu aku gak egois dan mengikuti perkataan kedua wanita iblis itu, mungkin saat ini aku bahagia dengan putryku, dan aku gak di perlakukan seperti ini, tapi sayangnya semua sudah terlambat. apalagi yang harus aku lakukan, sehingga dia bisa memaafkan aku. Mungkin aku mati aja nyusul Laras lebih baik.


Uhkkkk uhkkkkkk! Pak Donal mala batuk gak karua.


Sebenarnya, sekarang ini pak Donal difonis oleh dokter, kalau pak Donal mengidap penyakit mematikan yang akan mengorogoti tubuh pak Donal setiap hari. Makanya sekarang ini kondisi pak Donal sangat lemah.


Tapi pak Donal gak mau ceritakan ke Alin biarlah dia sendiri yang nanggung asal Alin mau memaafkannya.


Pikirnya gapapa dia mati, yang penting ia sudah dapat maaf dari putrynya agar ia mati pergi dengan tenang.


"Eh om. Kok disini?" tanya seorang laki-laki yang sangat pak Donal kenal, pak donal mendongakan kepalanya dan melihat Jhovan yang berdiri didepannya.


" Maaf om, aku kesini, juga ingin mengikuti sidang Saras juga om, biarpun Aku dan Saras bukan pasangan lagi tapi, kami perna bersama."


Pak Donal dan Jhovan jalan beriringan masuk kedalam ruang sindang, tak berselang lama, pintu ruang terbuka dan yang pertama masuk adalah nu Ratna. Yang kedua Dimas dan yang ketiga Saras. Bu Ratna menatap Alin dengan tatapan dendam. Begitu juga Saras berbedah dengan Adam ia diam dan tenang.


Pada saat Saras melihat sang papa dan Jhovan datang, Saras berlari ingin meneluk Jhovan tapi sayangnya Jhovan mala menghindar.

__ADS_1


Tapi Saras gak sedih ia tetap senyum. "Makasih ya sayang kamu sudah mau hadir di persidangan aku. Semoga aku di fonis bebas agar kita bersama lagi."


"Jangan kamu senang karena hari ini aku datang ikut persidangan kamu, karena sampai kapanpun aku gak akan mau kembali berhubungsn denga seorang pembunuh, mendingan kamu kedepan sana untuk mendengarkan keputusan hakim."


Seketika wajah Saras beruba dari bahagia, beruba menjadi amara" dasar laki-laki kurang ajar kau ya, setelah apa yang sudah kamu lakukan terhadapku kamu mau kabur, jangan harap.


Saras langsung gegas kedepan dibawah oleh petugas dan duduk di kusri yang sudah disediakan. Akhirnya sidang dibuka, dan sepanjang persidangan gak ada satu dari mereka bertiga yang bersuara. Apa lagi bu Ratna hanya diam membisu.


Sidang berjalan hampir Dua jam, akhirnya hskim menjatuhkan hukuman lima belas tahun untuk bu Ratna, Dua puluh tahun untuk Adam dan Sepuluh tahun untuk Saras.


Saras dan bu Ratna benar-benar gak terimah sampai ngamuk, karena mereka merasa hukuman itu sangat berat untuk mereka berdua.


"Pak hakim ini tidak adil kenapa hukuman kami sangat berat. Seharusnya lima tahun atau dua tahu kenapa hukuman saya, sampai lima belas tahun. Ini gak adil saya gak terimah, kalian di bayar berapa oleh mereka." bu Ratna menunjuk Alin dan Devan


Saras lari ke pak Donal minta bantuan agar pak Donal bisa menolong mereka, walaupun mereka gak bebas sengaknya hukuman mereka dapat keringanan" pah tolong bantu kami pah, Saras anak papa juga. Tolong minta sama mbak Alin untuk memberikan keringan kepada aku dan mama pah, ini tidak adil."


Saras sampai memohon dan memeluk kaki pak Donal, tapi pak Donal masih bergeming, pak Donal juga. Masih benci sama kedua prenpuan itu mana mau ia menolong mereka.


"Kamu terimah saja keputusan dari hakim, karena memang hukuman itu yang pantas untuk seorang pembunuh seperti kamu dan mama kamu. Coba awalnya kalian berdua jujur mungkin, aku bisa toleransi karena, perbuatan kalian berdua putri kandung ku sampai sekarang masih membenciku."

__ADS_1


"Kalian jangan berharap saya akan membebaskan kalian karena sampai kapanpun itu tidak akan terjadi, sekarang kalian berdua nikmati saja, karena menghilangkan dua nyawa sekaligus itu kejam."


Pak Donal benar-benar muak dengan istri dan anaknya ini, sama sekali gak ada rasa ibi dalam dirinya, pak Donal benar-benar sudah benci sama kedua perempian gila ini, jadi ia gak peduli berapa besar mereka memohon itu gak akan mampan


__ADS_2