
Jhovan jelaskan kepada Saras kalau pak Donal sakit dan di rawat di rumah sakit membuat Saras sedih karena sekarang saras sudah sangat berubah, tapi tidak tahu dengan bu Ratna sudah bertobat belum.
"Jadi ayah ternyata sakit selama ini ya mas, tapi Saras bersyukur kalau mbak Alin yang merawat ayah bisa jadi merek sudah baikan, tapi tidak masalah kalau memang mereka sudah baikan aku sangat bahagia mendengarnya mas"
"Ras kalau soal permintaan maaf kamu ke Alin aku belum tentu bisa sampaikan tidak karena, semenjak hari itu selesai dari sidang terakhir kalian itu mulai dari situ kami tidak pernah bertemu karena rencana mereka akan menikah tapi aku juga tidak tahu bulan dan tanggal berapa"?
" Ya sudah tidak masalah mas Mas, Saras boleh minta satu hal lagi tidak? Tanya Saras.
"Saras minta sama mas untuk tidak menganggu mbak Alin lagi, biarkan mbak Alin bahagia kasian dari dulu Saras dan ibu sudah jahat sama mbak Alin begitu juga mas, jadi Saras mohon jangan ganggu mbak Alin lagi, jika mas mau menikah silahkan tapi jangan mbak Alin mas." Pinta Saras.
Jhovan menarik napas panjang sebenarnya sampai sekarang Jhovan masih berusaha mengejar cintanya pada Alin, tapi sayang Alin sudah punya calon suami jadi susa bahkan Jhovan sempat mau kerja sama dengan Oliv untuk menjebak Alin tapi sekarang Jhovan kembali berpikir karena Alin dan Devan bukan orang sembarangnya.
Apalagi sekarang Jhovan sudah tahu kalau Saras lagi hamil anaknya jadi Jhovan sudah tekat untuk merawat anaknya kalau Saras sudah melahirkan.
Sekarang Jhovan sudah kembali berpikir lebih baik dia bekerja keras saja, untuk mendapatkan banyak uang dan membahagiakan anaknya dari pada memikirkan untuk merebut kembali Alin itu sangat mustahil.
"Kamu tenang saja Saras memang aku sebenarnya masih mencintai Alin dan ingin untuk merebut kembali dari Devan, tapi setelah kamu bicara begitu aku kembali berpikir lagi lebih aku aku fokus saja dengan anak yang kamu lahirkan dan cari pekerjaan untuk merawatnya ya sudah kalau begitu kamu jaga kesehatan kamu ya, oh ya, aku lupa tadi kalau aku bawah nasi padang untukmu dan juga cake kesukaan kamu, kamu makan yang banyak biar babynya sehat.
__ADS_1
Sayang kali kamu di sini jadi tidak bisa periksa kandungan kamu kalau tidak aku mau melihat dulu perkembangan anak itu, tapi tidak masalah yang penting kamu sehat saja ya."
"Baik mas makasih ya makanannya dan sudah mau datang kesini" ujar Saras.
Kebetulan jam kunjungan juga sudah habis jadi Saras terpaksa harus kembali ke tahanan, dan Jhovan kembali pulang kerumahnya dengan membawah sejuta harapan, semoga dia bisa membuka usaha dan menghidupi anaknya itu nanti.
Setelah Jhovan masuk kedalam mobil Jhovan belum menghidupkan mesin mobilnya, tapi Jhovan duduk termenung didalam mobilnya, tidak mungkin dia hanya mengambil anaknya sedangkan mengabaikan ibunya dari bayi itu, lagian apa yang harus Jhovan lakukan hukuman Saras bukan sehari dua hari saja tapi juga sepuluh tahun itu sangat lama.
Jhovan langsung menghidupkan mesin mobilnya dan keluar dari parkiran tahanan dan berlalu pergi meninggalkan lapas, rencana Jhovan setelah sampai dirumah Jhovan akan bicara dengan kedua orang tuanya mengenai anak yang dikandung oleh Saras, lepas dari mereka mau terimah atau tidaknya yang penting Jhovan harus bicara dengan mereka Jhovan tida boleh diam begitu saja.
"Aku harus bicara dengan ayah dan ibu apapun respon mereka aku harus siap menanggung resiko, karena aku yakin kalau anak yang Saras kandung itu adalah murni anakku tidak mungkin aku tidak mengakui darah danging ku sendiri biarpun aku belum menikah tidak masalah. Aku memang laki-laki bejat sama perempuan tapi aku tidak mau jadi ayah bejat."
Tidak lama kemudian mobil yang di kendarai Jhovan memasuki pekarangan rumah, ternyata mobil ayahnys ada terparkir dengan sempurnya disitu, berarti ayahnya ada pikir Jhovan, baguslsh ini kesempatan untuk Jhovan bicara dan benar saja saat Jhovan masuk ia mendapati ibu dam ayahnya duduk di tuamg tengah sambil nonton tv.
Saat Jhovan masuk kedua orang tuanya menatap Jhovan dengan tajam, hal itu membuat Jhovan tersenyum dan ikut duduk di samping kedua orang tuanya membuat ibu dan ayahnya Jhovan heran, kenapa anak mereka tiba-tiba ikut duduk biasanya ogah duduk sekedar bicara bercanda.
"Ayah. Ibu tadi kemana Jhovan cari tadi tidak ada dirumah" tanya Jhovan.
__ADS_1
"Tadi ibu dan ayah kamu ada keperluan mendadak, kalau kamu dari mana tumben duduk disini biasanya tidak akan mau duduk nibrung" tanya bu Anita.
Kalau pak Roi masih diam belum ada raaksi atau tangapan apapun darinya masih menyimak interaksi istri dan putranya..
"Ah..ibu bisa aja memangnya tidak bisa ya bu Jhovan duduk disini" Tanya Jhovan.
"Tidak masalah kok, oh ya kamu baru dari mana? kok tadi ayah dan ibu pulang kamu tidak ada dirumah"?
Jhovan menghela napas panjang baru berbicara karena Jhovan sangat takut orang tuanya tidak setujuh.
"Ayah Jhovan mau buka usaha, Jhovan berpikir jika kita hanya mengandalkan penghasilan dari restoran tidak cukup, memang restoran pengahasilan lumayan juga tapi Jhovan mau buka usaha sendiri biar ayah dan ibu kelolah restoran itu saja dan Jhovan buka usaha sendiri, jadi Jhovan minta solusi dari ayah dan ibu, dari pada Jhovan keluyuran tidak jelas"
Pak Roi dan bu Anita tercengang saat mendengar Jhovan mau berusaha sendiri, dan mau buka usaha, itu yang pak Roi mau dari dulu tapi Jhovan tidak perna mau mengurus restoran itu dan selalu pergi tidak tahu arah tujuan.
"Memangnya kamu mau buka bisnis apa dan dari mana modalnya, sedangkan kamu tahu sendiri kehidupan kita kalau ayah dan ibu bantuh dana pun palingan sedikit saja tapi tumben kamu mau buka usaha, bukankah dari awal ayah sudah meminta kamu untuk bantu ayah di restoran saja kamu tidak mau kenapa sekarang kamu mau buka usaha sendiri ada apa" tanya pak Roi.
"Kalau soal modal Jhovan rencana menjual mobil Jhovan saja ayah lagian kalau Jhovan sudah buka usaha oromatis Jhovan tidak kemana-mana lagi, selain urus bisnis itu jadi sekali-sekali pinjam mobil ibu saja lagian jarang sekali ibu pakek dari pada rusak kalau nanti usaha Jhovan sudah berkembang baru Jhovan beli ganti mobil saja lagia kalai jual mobil Jhovan lumayan juga ayah empat ratus juta dapat ini"
__ADS_1
Pak Roi hanya mangut-mangut saja menurut pak Roi ada bagusnya juga, kalau Jhovan jual mobilnya dan buka usaha.
"Ayah, ibu ada yang ini Jhovan sampaikan tapi Jhovan