
Sedangkan masih di hotel seorang gadis cantik baru mengeliat dari tidurnya, ternyata temannya sudah tidak ada disampingnya itu tandanya orangnya sudah berangkat kerja jadi tinggal Oliv seorang diri dihotel karena Indry dan Bara sudah berangkat kerja.
"Aduh lapar banget deh. Sudah jam berapa sih kenapa Indry tidak bangunkan aku, padahal hari ini rencana aku mau pergi ke perusaha-an perempuan itu aku mau berikan peringatan kepadanya untuk menjauhi Devan....karena Devan itu milikku bukan miliknya."
Oliv berusaha bangun dari tidurnya apalagi lapar menyeruak dan perutnya sudah bunyi terus minta di isi .
"Aduh ada makanan gak ya, lapar banget lagi aku pesan saja deh, tapi cek dulu siapa tahu Indry masak biasanya anak itu rajin sekali masak lagian masakan Indry juga tidak terlalu buruk enak juga masakannya." gumam Oliv
Setelah Oliv cek tenyata ada nasi goreng sosis dan ayam goreng di atas meja, Oliv menarik nafas dalam-dalam dan menghebuskannya keluar . Ternyata benar duga-an Olin kalau Indry masak.
"Untung dia masak walaupun simple tapi tidak masalah yang penting bisa menganjal perut, aku mandi dulu setelah itu baru makan kira-kira sudah jam berapa ya kalau pagi gak mungkin aku selapar ini."
Oliv gegas melihat jam, ternyata sudah jam sepuluh membuat Oliv terkejut padahal Oliv rencana mau ke perusaha-an Alin masih pagi, tapi sekarang sudah siang jadi biar saja pikirnya dia pergi jam setengah sebelas. Karena Oliv rencana mempermalukan Alin di depan karyawannya padahal Oliv tidak tahu kalau semua karyawan sudah tahu siapa Oliv dia perempuan pengodah calon suami bos mereka.
"Ah...mandi dulu baru makan setelah itu langsung pergi sepertinya perempuan sinting itu ada di kantor deh, semoga Devan gak ada karena kalau Devan tidak ada aku yakin dia tidak berani sama aku, waktu itu dia berani karena ada Devan disana jadi dia hanya mau menunjukan kalau dia berani padahal kalau Devan gak ada mati kutuk."
Kamu kege-eran deh Oliv, lihat saja nanti siapa yang ketakutan kamu atau Alin apalagi Leo dan Boby menjaganya di perusahaan, cobak saja.
__ADS_1
Oliv sangat percaya diri dia langsung masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan dirinya, ia merendam dirinya didalam bathtub hampir tiga puluh menit, akhirnya selesai juga keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang segar dan terlihat wajahnya sangat fres.
"Hmmm segar sekali badan ini biarlah agar nanti aku bisa hajar perempuan itu sampai babak belur, siapa suruh dia merampas calon suamiku. Aku mau lihat kehebatan dia, oya aku masih punya foto waktu aku masih dengan Devan di kota A ada beberapa foto bersamanya saat aku terjatuh dan di memelukku, waktu itu Cinta yang mengambil fotonya biar aku tunjukam foto-foto itu sebagai bukti kalau aku dengan Devan saling mencintai pasti dia sangat sok tahu kenyata-an ini."
Oliv duduk di depan meja rias dan mulai merias wajahnya dengan make up agak menor memang Oliv suka make up yamg menor padahal Oliv itu cantik.
Setelah selesai mengolesi wajahnya dan merias secantik mungkin menurutnya, ia memilih pakian yang cocok menurutnya. Pilihatnya jatuh kepada rok span pendek sepaha dan baju kemeja. Oliv dengan bangga memakai pakian itu biar terlihat seksi pikirnya.
"Sempurna siapapun laki-laki yang ada di perusaha-annya pasti matanya tertuju kepadaku karena aku memang cantik kalau di bandingkan dengan perempuan yang dipilih oleh Devan. Apa sih yang dilihat Devan dari Dia kalau pintar dan kaya sih iya, tapi itupun kekayaan dari ibunya sendangkan aku cantik dan juga jago bisnis."
"Hummm ternyata Indry pintar masak buktinya masakannya enak siap pun yang menjadi suaminya bersyukur karena bisa mendapatkan istri yang baik dan bisa masak. Buktinya masakannya sangat enak atau karena aku lagi kelaparan makanya terasa sangat enak heheh"
Setelah Oliv selesai makan ia keluar dari hotel dan menuju ke parkiran mobil, Oliv masuk kedalam mobil dan langsung menghidupkan mesin mobilnya terus keluar dari parkir hotel.
Mobil Oliv membelah suasana jalan raya yang masih ramai oleh kendaraan yang lalu lalang, sepenjang jalan Oliv ingat kembali orang yang sudah ia bayar untuk mencelakai Alin tapi sampai sekarang tidak bisa hubungi, akhirnya Oliv kembali meraih hpnya dan berniat mau menghubungi orang tersebut.
Ternyata saat Oliv hubungi bisa masuk tapi belum di angkat, karena kebetulan masuk akhirnya Oliv menepihkan mobilnya dan kembali menelpon nomor itu tidak lama kemudian orang itu mengangkat telpon Oliv.
__ADS_1
"Hallo...siapa ini"? Tanya orang diseberang.
"He...kamu ya masih tanya siapa lagi...saya orang yang membayar kamu tempo hari untuk mrmbunuh seseorang berani sekali kamu membohongi saya ya. Kamu mau mati kenapa nomor telpon kamu gak aktif dan kenapa tugas kamu belum selesai. Mana janjimu aku sudah bayar kamu mahal ya"
"Oh..bos toh rupanya...maaf ya bos kalau tugas saya belum saya lakukan karena sekarang saya ada di kampung karena orang tua saya sakit bos, jadi saya belum melakukan tugas saya sebenarnya rencana saya mau pulang malam ini hanya saja saya tidak punya uang bos"
"Apa...jangan main-main ya sama saya...saya bisa laporkan kamu ke polisi atas penipuan" kesal Oliv.
"Ya sudah kalau bos mau lapor saya tidak akan balik lagi kesana, dan kalau saya di tangkap palingan saya sebut nama bos saja, kalau bos tidak mau saya kembali kesana ya sudah. Ayah ku sakit jadi butuh banyak uang untuk pengobatan makanya uangnya habis tanpa sisa
Pria itu hendak mau mengakhiri panggilannya, tapi langsung di cegah oleh Oliv.
"Eh....tungguh dulu, enak aja mau mati-in, memangnya kamu butuh berapa lagi biar saya transfer" aduh Oliv kamu bodoh banget apa gimana, mana mungkin pria itu berani mencelakai adiknya sendiri itu tidak mungkin biar kamu habiskan semua harta orang tua kamu juga Alin tetap baik-baik saja.
Selama ini kamu salah sasaran Oliv karena tanpa kamu sadari justru orang yang kamu bayar dia yang melindungi Alin, dan orang itu juga yang selalu memata-matai kamu, jadi setiap pergerakan kamu sudah terpantau olehnya.
"saya butuh satu miliyar bos karena jika saya balik kesana saya harus tinggalkan dana besar untuk kebutuhan keluarga dan Ayah saya yang lagi dalam pengibatan, tapi kalau bos tidak mau tidak masalah cari orang lain saja tapi jangan salahkan saya kalau perbuatan bos terbongkar."
__ADS_1