Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
123


__ADS_3

Jhovan pura-pura minum karena kalau soal minum memang Jhovan jagonya, dalam hati Jhovan muak melihat teman bermuka dua didepan sok baik tapi di belakang menusuk dan menghanyutkan.


"Hey...bro minum dong jangan bengong begitu tumben diri lo lemas banget...kalau lo ada masalah boleh kok lo ceritain ke kita-kita siapa tahu aja bisa bantu ya gak?" Teman toxic itu sengaja bicara begitu kepada teman-teman yang lain.


"Hahaha....kalian teman terbaik mengerti kondisiku saat ini makasih ya" Jhovan sengaja bicara begitu, padahal dalam hati sakit sekali mengetahui ternyata temannya tidak sebaik yang dia pikirkan.


Jhovan tersenyum sarkas dan langsung mengambil minuman itu dan minumnya, setelah selesai minum jhovan juga tidak sengan menumpahkan minuman itu kedalam cangkir dan menyerahkan kepada teman-temannya dengan senang hati mereka meminumnya.


"Jangan aku aja dong yang minum jika kita benar-benar teman kalian juga harus minum jangan aku saja, minum yang banyak oh ya, selamat ulang tahun ya bro. Semoga makin sukses" di tengah-tengah kericuhan itu Jhovan masih sempat mengucapkan selamat kepada teman yang katanya berulang tahun.


"Makasih bro atas ucapan dan kehadirannya semoga kamu senang bisa bergabung disini, karena kapan lagi kamu merasakan hiburan seperti ini apalagi kamukan sekarang sudah tidak punya apa-apa lagi jadi apa yang mau kamj bangakan ," ucapan teman yang berulang tahun itu mengundang tawa semua teman-temannya yang lain, mereka ngeledek Jhovan tapi Jhovan masih menahan emosi karena dia sebelum datang ke club Jhovan sudah menyiapkan kejutan untuk teman-teman.


"Iya, memang aku sudah tidak punya apa-apa jadi jika kalian tidak mau berteman denganku tidak masalah, aku tidak rugi jika kehilangan teman bermuka dua didepan baik tapi di belakang menusuk. Sekarang ini aku lebih tenang tidak punya teman dari pada punya teman juga parcuna." karena perkataan Jhovan membuat salah satu temannya tersingung yang telpon Jhovan tadi, jadi hampir sediki ia memukul Jhovan tapi temen yang lein melerai.


"Maksud kamu apa bro bicara begitu jadi maksud kamu kita ini teman bermuka dua begitu kah. Kita ini teman dan memang benarkan yang di bilang itu sekarang apalagi yang mau kamu bangakan sudah bangkrut jatuh miskin jadi terimah saja lah."


" Kalau memang kamu tidak seperti itu kenapa kamu merasa dan marah bro....jika ada orang yang tiba-tiba marah karena perkataan aku itu tandanya orang itu merasa karena memang dia seperti itu. Tadi aku bukannya menyinggung siapa pun disini tapi aku mengikuti apa yang dikatakannya kenapa kamu yang justru merasa tersinggung"?

__ADS_1


"Hussss sudah yuk kita lanjut minum, ingat kita datang kesini karena undangan jadi jangan ada yang merasa paling hebat dan kaya disini bukankah kita teman?"....mereka semua bodoh membiarkan Jhovan menuang minum terus menerus kedalam cangkir, dan berikan kepada mereka, sedangka Jhovan minum tapi dia tetap santai karena sebelum dia datang ke club dia sudah beli pil penangkal minuman keras jadi minuman yang Jhovan minum tidak mapan.


"Ayuk....minum semuanya mari kita dugem malam ini kita berpesta sekarang, silahkan jika kalian mau menyewah para ledis disini sepuas kalian."


Jhovan yang mendengar gurauan teman yang satu itu langsung tersenyum, karena mereka semua masuk kedalam jebakannya.


"Mampus kalian malam ini siap-siap besok kalian tidur di penjara dan orang tua kalian datang menebus kalian, ini hukuman untuk manusia bermuka dua seperti kalian. Aku baru tahu yernyata selama ini aku punya teman biadab seperti kalian semua" Gumam Jhovan dalam hati.


Karena Jhovan melihat bahwa kelima teman sudah mabuk parah bahkan mereka tidak berdaya dengan dua cewek bayaran di samping mereka, ini kesempatan untuk Jhovan memasukan sesuatu kedalam minuman itu dan langsung di kocok setelah itu di tumpahkan kedalam cangkir dan memberikan kepada mereka semua termasuk kedua perempuan itu.


Setelah Jhovan memberikan ada seorang temannya datang menghampiri Jhovan dan meminta tolong antarkan dia ke kamar hotel bersama perempuan itu. Jhovan memanggil seorang pelayan di club dan membantu memapah mereka ke kamar hotel dengan kedua perempuan tadi dan yang satu lagi tunggu di kamar hotel itu yang mau di jebak dengan Jhovan tapi gak jadi.


Setelah delapan orang itu masuk Jhovan mengunci pintu dan sengaja memasukan kartu lewat bawah pintu. Agar tidak ada yang curiga kalau dia yang jebak mereka , bahkan Jhovan sengaja mengambil hp dari salah satu temannya untuk menelpon polisi melaporkan kalau di kamar hotel ada yang melakukan perzinahan.


"Hahaha selamat bersenang-senang kawan nikmati kesenangan sesaat kalian aku mau lihat besok kalian masih punya muka gak, enak aja kalian menghina aku begitu lihat saja nanti aku akan berjuang menjadi orang kaya untuk membalas semua hibaan kalian. Untung tadi aku datang beli bawah obat perangsang jadi sebentar lagi obat itu akan bekerja. Saatnya aku menelpon polisi untuk datang mengebrak hotel ini setelah mereka sampai aku pergi."


Jhovan menatap temannya satu persatu yang tergeletak diatas tempat tidur, lalu merai hp temannya dan menelpon polisi. Untung Jhovan tahu nomor polisi jadi gampang.

__ADS_1


"Hallo...pak selamat malam, maaf pak ini saya...Fadil melaporkan kalau saat ini di hotel jalan XX kamar no sekian terjadi perzinahan pak perkira-an satu kamar lima orang dan satu lagi tiga orang tolong segerah periksa TKP pak" ujar Jhovan


"Siap pak atas laporannya kami terimah dan segerah ke TKP." balas pak polisi dan langsung matikan telpon.


Jhovan langsung matikan telponnya dan memasukan hp kembali kedalam kantung celana temannya, karan Jhovan melihat kalau obat mulai bereaksi dan teman-teman-temannya mulai merasakan panas, ia gegas keluar dari kamar hotel dan mengunci pintu nya dari luar dan kartunya sengaja dia sodorkan lewat bawah pintu karena Jhovan yakin drama segerah di mulai.


Dan benar saja tidak lama Jhovan mendengar erengan luar biasa dari dalam kamar hotel membuat senjata Jhovan ikut bangkit tapi untung bisa di kendalikan. Kedua kamar itu di penuhi dengan suara merdu dari ketiga perempuan malam itu dan hal itu membuat Jhovan tertawa kemenangan


Jhovan tertawa lepas karena malam ini kemenangan berpihak kepadanya.


"Itulah efeknya teman bermuka dua dapat ganjaran dari perbuatannya sendiri" Tidak selang lama Jhovan telpon, datang mobil polisi tapi untung mereka tidak membunyikan sirine, Jhovan gumpet di lorong hotel untuk memastikan kalau polisi berhasil menangkap kedelapan orang itu.


Jhovan melihat ternyata saat polisi datang ke kamar hotel mereka bersama manajer club itu dan langsung mereka membuka pintu hotel, karena Jhovan yakin rencananya berhasil akhirnya dia keluar dari club dan masuk kedalam mobil terus pulang kerumahnya.


Sedangkan kedua kamar hotel itu sudah di kepung oleh polisi jadi mereka meminta manajer hotel membuka kamar hotel itu, betapa terkejutnya para polisi dan manajer hotel saat membuka pintu hotel dua perempuan itu di giring oleh ketiga pria itu mereka berlima tanpa busana.


Bukan hanya itu kamar hotel yang satu juga begitu dua pria itu mengiring satu perempuan, tidak ada sehelai benar pun di tubuh mereka karena hal itu mengundang perhatian para tamu yang datang ke club, itu mereka berhambur ingin melihat sampai mereka video kan dan langsung posting.

__ADS_1


Namun aksi semua orang yang ada diluar tidak di hiraukan oleh kedelapan orang yang ada didalam kamar hotel karena mereka di bawah kendali obat, sehingga mereka belum menyadari kalau bahaya ada didepan mata menanti mereka semua. Seorang polisi memberikan aba-aba kepala polwan untuk mengenakan kembali pakian para wanita itu begitu juga parah pria karena mereka mau di bawah ke kantor polisi.


__ADS_2