Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
132


__ADS_3

Alin yang mendengar penjelasan Leo langsung marah,....marah bukan karena Leo minta uang dari Oliv melainkan Alin marah karena perempuan sinting itu berani sekali membayar orang untuk ingin membunuhnya...Untung Leo mendengar dan pura-pura jadi pembunuh bayaran kalau tidak bisa jadi Alin sudah di bunuh...Alin bersyukur Leo menolongnya kalau bukan Leo mungki Alin sudah dicelakai oleh orang suruhan Oliv.


"Memang perempuan itu biadab sekali...untung kakak mendengar kalau tidak nyawa Alin bisa melayang kakak...baguslah kakak dapat uang sebayak itu dengan gratis hasil membodohi perempuan bodoh itu. Makasih ya kakak Alin selalu merepotkan kakak dari dulu sampai sekarang"


"Kata siapa kamu merepotkan kakak dik....kakak sama sekali tidak merasa direpotkan oleh kamu...karena kamu adik kesayangan kakak...dan hanya kamu satu-satunya yang kakak miliki saat ini, bagaimana kakak tidak mempertaruhkan nyawah kakak untukmu. rencana uang ini kakak mau sumbangkan saja ke panti asuhan mereka lebih membutuhkan lagian ini bukan uang haram...siapa suruh dia berikan dan kecuali kakak membunuh baru uang haram, ini tidak"


"Terserah kakak mau apakan uang itu Alin tidak peduli, lagian anggap saja uang itu adalah uang kakak mana berani dia minta kembali uang itu dia tidak akan berani karena dia takut sama polisi...lucu perempuan itu dia katanya takut sama polisi tapi lucunya dia tidak berhenti membuat kejahatan."


"Dik kakak hanya pesan untuk kamu...kemana pun kamu pergi ingat selalu berhati-hatilah..kakak takutnya setelah dia sudah menyadari kalau kakak sudah menipunya justru dia nekat sendiri untuk melakukannya"


Benar juga apa yang di katakan oleh Leo karena...Leo tahu Oliv perempuan yang sangat nekat dia menghalalkan segala cara hanya untuk mrncapai tujuannya.


Leo dan Alin asyik ngobrok tiba-tiba hp Alin berdering saat Alin lihat ternyata dari bibi di rumah sakit seketika jantung Alin berdengup dengan kencang Alin takut ada sesuatu hal buruk terjadi atas pak Donal.


"Bibi telfon ada apa ya, kakak. Semoga tidak terjadi apa-apa terhadap papa Donal..." ujar Alin...


"Coba angkat dik siapa tahu itu penting, mungkin bibi mau kabarin soal kondisi papa Donal semoga kabar baik...." ujar Leo.


"Hallo bik...ada apa? Tidak terjadi sesuatu kan disana" tanya Alin

__ADS_1


"Hallo non maaf bibi menganggu tapi bibi hanya mau bilang kalau Tuan sudah sadar, jadi Tuan mencari non kata Tuan sebelum Tuan pergi Tuan ingin ketemu dengan nona agar minta maaf secara langsung"


Perkataan bibi membuat Alin dan Leo berpikir keras pak Donal kira-kira mau pergi kemana.


"Maksudnya bagaimana bik? memangnya papa Donal mau kemana rupanya kok pake pergi segala, belum sehat jug mau pergi, tolong bibi bilang ke papa Donal sebentar lagi Alin datang jadi tunggu saja." ujar Alin


"Baik non, tapi cepat ya"....Alin dan Leo masih menunggu Devan dan Yora...setelah Alin mengakhiri panggilan Alin menarik nafas dalam-dalam baru menghembuskannya secara perlahan.


Tiba-tiba pintu rungan Alin terbuka dan muncul seorang pria tanpan berdiri didepan pintu memandang kedua orang yang ada didalam ruangan.


"Sayang maaf mas baru sampai soalnya banyak sekali pekerjaan tadi di kantor sehingga mas harus menyelesaikan dulu baru kesini." Ujar Devan.


Benar saja tidak lama kemudian pintu ruangan kembali terbuka dan muncul seorang gadis cantik masuk kedalam ruangan dengan senyum manis dibibirnya.


"Maaf ya semuanya aku terlambat sudah pada menunggu dari tadi ya"


"Tidak juga mas Devan juga baru sampai kok, yuk karena semua sudah sampai kita langsung berangkat saja atau bagaimana...kita satu mobil saja dengan mobil mas Devan mobil yang lain titip saja di kantor atau bawah dua mobil saja." Tanya Alin


"Kita bawah dua mobil saja...nanti mobil yang sisa besok baru ambil lagian di kantor mana ada pencuri semua aman terkendali dari pada nanti kita pulang kayak semalam sudah ketakutan duluan tahu untung kita tidak kenapa-kenapa."

__ADS_1


Setelah mereka sepakat akhirnya mereka memutuskan bawah dua mobil saja tambah mobil Boby dan Dimas jadi empat mobil karena kedua orang itu bawah mobil masing-masing.


Mereka turun ke lantai dasar dan gegas ke parkiran untuk mengambil mobil, Devan dengan Alin satu mobil, Yora dengan Leo satu mobil. Mereka langsung masuk kedalam mobil masing-masing akhirnya mereka berlalu pergi menujuh kerumah sakit dimana pak Donal dirawat...karena Alin sebenarnya memiliki firasat buruk ditambah lagi dengan perkataan bibi barusan membuat Alin jadi pikiran jangn sampai pak Donal kenaa-kenapa.


Keempat mobil itu membelah jalan raya bersaingan dengan kendara'an yang lalu lalang kesana kemari...


"Mas..ada yang ingin Alin bicarakan dengan mas tapi ini bukan waktu yang tepat jadi nanti setelah pulang saja dari rumah sakit baru kita bicarakan masalah ini"


Devan menyipitkan kedua alisnya bingung karena tidak tahu apa yang ingin Alin bicarakan, dan juga kenapa tidak sekarang aja apalagi mereka berdua didalam mobil jadi menurut Devan ini waktu yang tepat, karena sejujurnya Devan juga sangat penasaran apa yang mau disampaikan Alin karena kalau dilihat dari rauat wajah Alin hal ini sangat serius.


"Sayang kenapa tidak sekarang saja kamu sampaikan lagian kita sudah berdua didalam mobil, sayang cerita sambil kita jalan memangnya soal apa sih sayang kok kayak serius banget"


"Nanti saja baru kita bicara di apertemen mas ini masalah agak serius, jika kita menggap reme dan membiarkan...sekarang ini Alin mau fokus dulu dengan papa Donal Alin pengen tahu bagaimana kondisinya biar Alin bisa tenang"


Devan hanya nurut saja karena menurut Devan lebih baik mengalah dari pada menambah masalah, apalagi Devan belum tahu soal kedatang Oliv ke perusahaan Alin dan mengacaukan ya, Alin mau membahas masalah soal yang di katakan Leo barusan menurut Alin itu masalah serius jadi tidak bisa di anggap remeh karena kalau dibiarkan Oliv maksn menjadi.


Dan usulan itu disetujui oleh Leo tapi sebelumnya Alin mau bicarakan hal ini juga kepada Devan biar Devan tahu seperti apa kelakuan teman lamanya, waktu di kota A pasti Devan tidak menyangka Oliv bisa melakukan hal jahat itu hanya demi mendapatkan Devan.


"Ya, sudah sayang kalau belum mau cerita nanti setelah pulang sampai apertemen baru sayang beritahu ya, oh, ya. Kalau masalah ini kakak Leo tahu tidak" Tanya Devan.

__ADS_1


"Tahu mas, justru kakak Leo yang duluan mengetahuinya mas" ujar Alin makin dibuat penasaran


__ADS_2