Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
33:33 Peringatan Kecil


__ADS_3

Sekitar hampir tiga jam mereka melakukan perawatan, dan sekarang sudah selesai, "nyonya dimana puas gak dengan hasil pelayanan di salon kami,"


"Oh, puas bangat mbak, makasih ya,"


" Sama-sama nyonya selamat datang kembali, dan terimah kasih karena sudah mampir, "


Selesai saras dan sang mama keluar dari salon dengan sumringan dimana tidak, dapat pembayaran murah di tambah pelayanan bagus menurut mereka.


"Ma hari ini saras, bahagia bangat deh, soalnya enak bangat badan saras setelah selesai luluran tadi" ujar saras


" Iya saras, mama juga, yuk, kita langsung pulang aja sudah sore nich, takutnya papa sudah pulang, mama, lupa ijin lagi sampai rumah baru makan aja."


Bu ratna langsung melajukan mobilny, menyapu jalanan yang sudah dipadati dengan banyaknya kendaraan, karena sudah jam lima sore, adalah jam pulang kerja, jadi jalanan macet para.


Hmm banyak bangat kendaraan pake macet segala, padahal pengen cepat nyampe rumah. Ngumpet saras pastinya dalam hati aja, takutnya sang mama ngomel lagi.


Sekita satu jam ditempuh perjalanan, akhirnya mereka nyampe juga di rumah, namun ternyata yang di takutkan bu ratna terjadi, pak donal sudah pulang dan lagi duduk diruang keluarga menunggu mereka.


Baru juga nyampe, langsung di sambut dengan pertanyaan bertubi-tubi dari pak donal, dengan mimik muka yang gak bersahabat.


"Dari mana kalian ma, jam segini baru pulang, gak pakek minta ijin lagi" pertanyaan pak donal, seketika membuat bu ratna ketakutan, namun secepat mungkin bu ratna menyesuaikan dirinya.


"Ehh papa sudah pulang pa, kok gak bilang sama mama, kalau papa sudah pulang". si ratna jago juga mengalihkan pembicaraan.


"Kamu gak usa mengalihkan pembicaraan ratna, saya tanya kalian dari mana." Suara pak donal sudah mulai meninggih.


"Maafin mama pa, tadi mama, sama saras, pergi kesalon jadi mama lupa ijin sama papa. Ujar ratna jujur


"Ok kalau gitu lain kali pergi ijin dulu."ujar pak donal


"Iya pa maafin mama, oya papa sudah makan belum, yuk kita makan dulu."


"Papa gak makan lagi, tadi papa, sudah makan di kantor, papa mau mandi terus istirahat soalnya lelah." pak donal bagun dari duduknya dan masuk ke dalam kamarnya. diikuti ratna dari belakang, sedangkan sih saras sudah duluan masuk ke dalam.

__ADS_1


Setelah semua, masuk kedalam kamar masing-masing, dan membersihkan diri, kini saatnya mereka mau istirahat karena jarum jam sudah menunjukan pukul sembilan.


Namun baik si ratna maupun si saras tiba-tiba, mereka merasakan sensasi yang berbeda, dalam diri mereka , dari ujung kaki sampai ujung rambut, sih saras merasakan badannya panas dan gatal, bukan hanya itu semua kulitnya memerah di tamba lagi tubuhnya bentol-bentol.


Semakin digaruk, semakin panas, dan tambah gatal sehingga dari wajah sampai badan dan semua kulit tubuhnya, sudah merah panda, sampai luka-luka karena digaruk.


Karena saras, sudah gak tahan lagi dengan hawa panas dan gatal, ia berlari masuk kedalam kamar mandi, dan menguyur tubuhnya dengan air dingin namum bukannya berkurang tapi mala makin parah.


Sama halnya yang di alami oleh bu ratna sampai pak donal, jadi panik lihat istrinya sudah kaya binat**ng buas karena lihat mukanya merah, dan muncul bentol.


"Ma, kamu kenapa jadi seperti ini sih, ihhh seram bangat, ya ampun ma lihat tuh tubuh kulit mama, merah apa lagi muka mama," pak donal merasa ngeri lihat istrinya,


Belum juga selesai pak donal, kaget lihat kondisi istrinya yang memprihatinkan , sekarang pintu kamarnya di gedor dari luar kayak sesuatu yang darurat " siapa sih gak ada sopannya main ngedor pintu aja " biarpun emosi pak donal lantas buka pintu.


Betapa terkejutnya, pak Donal melihat penampilan saras, yang sekarang lagi berdiri di balik pintu, dengan seluruh tubuhnya basah kuyuk, namun bukan itu jadi perhatian, wajahnya merah panda, sekujur tubunya di penuhi dengan luka dan bentol-bentol.


Pak donal lihat istrinya, yang masih teriak di atas tempat tidur, lalu ia alihkan pandangannya ke saras, yang masih setia berdiri di depan pintu sambil garuk sana sini sudah kayak ulat bulu yang kena pas turus loncat-loncat hahaha.


Jadi binggungkan mana yang mau di tangani duluan, istrinya atau putry nya, sedangkan asisten rumah tangganya mereka masih setia menunggu disitu namun tak ada yang bergerak, karena belum dan perintah dari bosnya.


"Tolong cepat pangilkan supir kesini untuk , kita bawa ibu dengan nona saras ke rumah sakit, "iya tuan," pak donal menuntun istrinya dan sih bibik mrnuntun saras ke dalam mobil dan mereka menuju ke rumah sakit budi mulia.


Dengan jarak di tempuh sekitar empat puluh menit, mereka sampai di rumah sakit, "Dokter tolong periksa istri dan putry saya."


"ya bapak tenang saja saya berikan yang terbaik tapi mohon di tunggu aja diluar. Ujar sang dokter ramah."


Pak donal, dan Art nya tunggu di luar. sedangkang di dalam ruangan hanya terikan yang memilukan keluar dari mulut saras, dan ratna. Karena mereka berdua memberontak dan ingin mengaruk luka-luka yang masih gantal, terpaksa dokter menyuntik mereka obat penenang biar agak sedikit tenang.


Sekitar dua puluh lima menit pintu keluar dan muncul dokter dari dalam, " keluarga pasien bu ratna dan nona saras." tanya dokter.


" Iya Dokter, saya suami bu ratna dan papanya saras.


" Boleh pak ikut saya keruangan ada yang mau saya bicarakan" ujar pak dokter dan disambut anggukan oleh pak donal

__ADS_1


Dokter berjalan menuju ke ruangannya, di ikuti pak donal dari belakang, sesudah sampai di ruangan dokter mempersilakan pak donal duduk.


"Jadi gimana doktef dengan kondisi anak dan istri saya, apa penyebabnya, sehingga mereka mengalama hal itu."


" Jadi begini pak, maaf sebelumnya, saya mau tanya, Kira-kira hari ini istri dan anak bapak mereka di rumah saja atau kemana."


soalnya kemungkinan mereka salah pakai sabun atau bisa jadi luluran dengan campuran bahan kimia yang sangat tinggi jadi itu yang menyebabkan kulit mereka panas dan gatal bahkan bisa merusak kulit pak, jika terlambat sedikit saja bisa bahaya.


" saya seharian di kantor dokter, tapi pas saya pulang rupannya istri dan anak saya justru gak ada di rumah, setelah saya tunggu sekitar satu jam akhirnya mereka pulang katanya baru dari salon, apa iya dokter salon itu yang buat kulit mereka rusak."


" Nah bisa jadi pak, tapi kita tunggu aja dulu hasil lab nya dalam tiga hari, sementara waktu istri dan anak bapak di rawat inap disini dulu. "


" Dok apa mereka bisa sembuh dok".tanya pak donal kuwatir".


"Pak tenang aja saya jamin dalam dua hari lagi mereka sudah bisa pulang, walaupun bekas luka masih ada tapi sudah mengering."


"Makasih dokter kalau begitu saya parmisi. "


"Oh silakan pak," pak donal keluar dari ruangan dokter dengan hati yang gunda, memikirkan apa yang terjadi dengan anak dan istrinya.


****


Sedangkan di tempat lain seorang perempuan cantik menerima telpon dari seseorang.


"Hallo bos, lapor target sudah masuk rumah sakit, dan mereka tes lab juga kata dokter dalam dua hari mereka sudah bisa pulang".


" Ok tolong awasi mereka dan juga awasi pak tua itu dan laporkan kesini. Sekarang kamu jangan dulu lakukan apa-apa tunggu perintah selanjutnya dari aku."


"Siap bos." akhirnya si anak buah dengan bosnya mengakhiri panggilan


Makanya jangan macam-macamvdengan saya, hanya kecoak kecil mau main-main dengan saya itulah akibatnya. Itu tak seberapa dibandingkan dengan penderitaanku, akan aku pastikan kalian merasakan lebih dari pada itu."


"Mi, maafkan anakmu yang tak mampu mengampuni, mereka yang menyakiti kita, karena memang mereka pantas mendapatkan itu."

__ADS_1


Dan untuk laki-laki brengs**k itu aku akan buat perhitungan sama kamu, lantas perempuan cantik itu tersebut mengambil HPnya dan membuka video, dengan senyum sarkas, saya akan kasih kamu peringatan kecil.


Ia lantas mengirim video tersebut ke nomor seseorang, siapa lagi target selanjutnya kalau bukan jhovan. Semoga besok kamu menyambut pagimu dengan hari yang cerah. Bukan suram, selamat menikmati.


__ADS_2