Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
108


__ADS_3

Biasanya Oliv menghabiskan waktunya di bar atau di diskotik tapi tidak untuk kali ini ia merubah haluan, Oliv lebih senang bersama Bara Dan Indry cari angin segara di tepi danau buatan yang sangat indah. Dan ramai di kunjungi anak-anak muda dengan pasangan masing-masing.


Begitu juga Bara dan Indry mereka sangat senang karena mereka bisa menikmati malam ini dengan bahagia yang biasanya mereka pulang dari tempat kerja langsung masuk kamar dan istirahat, tapi sekarang mereka merasakan angin malam yang sejuk.


"Wah....ternyata sejuk banget loh ditempat ini disini juga rame banget, sering-sering deh kita mampir kesini kalau suntuk dengan pekerjaan" ujar Indry.


"Iya ternyata disini sejuk yah padahal gua sudah bertahun-tahun tinggal disini loh tapi gua gak tahu kalau ada danau buatan disini, ya gimana mau tahu cobak hidup gua aja hanya di tempat kerja terus pulang langsung tidur. Males banget gua keluyuran padahal banyak teman gua loh yang ngajak jalan dan minum tapi itu bukan rana gua."


"Justru karena gua tahu sifat lo berdua makanya gua sengaja ngajaj lo berdua kesini, gua gak mau lo berdua ikutan kayak gua, cukup gua aja yang jadi orang gak benar tapi lo berdua jangan jika lo berdua berjodoh bagus juga gua orang pertama yang merestui hibungan lo berdua"


"ngaur aja lo Liv, gua masih sibuk gurusin kerjaan gua jadi nanti aja mikirin pasangan, kalau memang gua jodohya pasti suatu saat gua akan nikah dengannya"


Tidak lama kemudian minuman mereka bertiga datang, dan langsung minum melepaskan kehausan mereka sambil berbincang dan bercanda.


Namun tiba-tiba seorang anak gadis perkiraan umur masih sepuluh tahun ia membawa bunga mawar di tangannya menghampiri Bara yang lagi asyik minum minumannya.


"Kak beli bungan dong cantik loh bunganya, kak beli bunga untuk kak cantik itu pasti kak cantik senang, masa kak pacarnya gak mau beliin kak cantik bunga."


Bara yang melihat anak itu timbul belas kasihan, dan Bara kembali menatap wajah Indry, tapi Indry justru memberikan senyum kepada Bara.


"Berapa harga bunganya adik kecil"? Tanya Bara.


"Satu sepuluh ribu kak" ujar anak kecil itu.


"Yaudah kalau begitu aku mau lima ya," ujar Bara


"Wah...benaran kak ganteng mau lima? ini kak bunganya" anak itu menyodorkan lima tangkai bunga ke arah Bara sedangkan bara mengeluarkan uang selembar berwarna merah ke anak kecil itu.

__ADS_1


"Ini uangnya yang sisa untuk kamu aja" ujar Bara membuat anak itu sangat bahagia.


"Makasih banyak kak ganteng, semoga kak ganteng dan kak cantik bahagia"


"Amin" justru Oliv yang menjawab amin


Setelah anak kecil itu pergi Bara mengambil kelima bunga itu dan memberikan satu untuk Oliv, bunga tanda sahabat sedangkan empat lagi diberikan kepada Indry entah untuk Indry tanda apa soalnya Bara dengan Indry belum sah punya hubungan, saat ini hubungan mereka hanya sebatas sahabat.


"Bar ngapain lo ngasih gua satu untuk apa sih, ngasih aja semua ke Indry" ujar Oliv


"Lo kan sahabat gua Liv memangnya salah gua ngasih bunga buat lo, lagian Indry udah dapat empat tuh"


"Yaudah deh..makasih loh bunganya cantik sih tapi coba dikasih dari pria pujaan hati gua mungkin gua teriak kegirangan tapi sayang pria yang gua incar justru berduaan dengan wanita lain"


Indry dan Bara yang melihat Oliv agak sedih, mereka sebenarnya kasian juga tapi ya mau bagaimana lagi mereka juga udah tahu Devan sudah punya tunangan jadi gak mungkin mereka mendukung perbuatan Oliv.


Lagian James masih mencinta Oliv tapi ane kenapa Oliv gak mau padahal mereka dulu juga pacaran, sampai James niat jahat untuk menodai Oliv karena James masih mencintai Oliv, jadi James tidak mau putus dengannya.


"Eh....jangan pada menghayal, dari tadi kita minum aja nih, gak ada yang mau makan asli gua lapar banget, kalau lo berdua gak mau makan terserah karena gua masih mau sehat jadi mendingan gua makan biar bisa jaga kesehatan gua lebih baik, lo berdua mau makan gak biar gua pesanin. Mau mau makan apa?" tanya Indry.


"Iya gua juga masih mau hidup, gua mau nasih goseng special aja deh, kalau lo Liv mau apa?" tanya Bara.


"Samain aja kayak punya lo In, sebenar gua juga udah lapar tahu dari tadi, tapi karena keasyikan ngobrol jadi lupa deh.".


Akhirnya Indry bangkit dari duduknya dan menghampir mas penjual nasi goreng.


"Mas nasi goreng special tiga ya pake telor" ujar Indry.

__ADS_1


"Baik neng pake pedas gak neng" tanya penjual nasi goreng.


"Sedang aja mas"


Setelah selesai pesan Indry kembali ke tempat duduknya dan mereka kembali berbincang, sambil menunggu makanan datang. Namun dari tadi mereka bertiga tidak menyadari kalau ada seseorang yang mengikuti mereka.


Sebenarnya yang diikuti itu Oliv, bukan Bara atau Indry karena target orang itu Oliv entah orang suruhan siapa untuk memata-matai Oliv. Yang jelas antara musu Oliv atau ada orang yang diam-diam melindungi Oliv tanpa Oliv sadari.


Orang itu mengikuti kemana Oliv pergi dan ia juga selalu melaporkan kepada seseorang yang dipanggil bos, orang itu berbaur juga dengan semua pengunjung sehingga ketiga orang itu sama sekali tidak menyadari jika ada seorang laki-laki ada duduk di sebelah mereka selalu memperhatikan mereka.


Setelah mereka tunggu hampir lima belas menit akhirnya makanan datang bauh wanghinya membuat mereka semakin lapar sehingga mereka sudah tidak tahan dan mereka langsung makan.


"Wah...ternyata nasi goreng enak sekali, rasanya tak kalah jauh dengan masakan restorant, enak banget tahu wangi lagi nasi gorengnya ya gak sih."


"Iya lo benar In nasi gorengnya enak banget padahal tadi gua ragu tahu, gua takut nanti tidak enak ternyata gua salah, mala lebih enak disini dari pada di restoran tahu."


Mereka bertiga makan dengan lahap namanya juga kalau orang sudah kelaparan apapun yang di makan terasa sangat enak, bisa jadi mungkin terasa enak seperti itu karena mereka ketiga sudah kelaparan sehingga mereka merasakan kalau nasinya sangat enak.


Setelah mereka selesai makan akhirnya Oliv yang pergi bayar.


"Mas berapa semuanya" tanya Oliv.


"Tujuh puluh lima neng" ujar penjual nasi.


Oliv keluarkan uang selembar seratus ribu dan menyodorkan ke penjual nasi sembari berkata.


"Mas kembalinya untuk mas aja" ujar Oliv.

__ADS_1


Tapi justru reaksi sih mas membuat Oliv terkejut karena sih gak justru gak mau dan ia menyodorkan kembali uang itu tapi Oliv sudah pergi.


__ADS_2