
Sekarang di hotel keluarga besar jhovan mereka sudah bersiap masuk ke gedung, karena sudah banyak tamu undangam yang hadir, dari sanak saudara kedua belah pihak, sesama teman bisnis, dan keramabat.
Jhovan dan keluarga nya beriringan masuk ke dalam gedung acara, semua mata terjutu kepada jhovan. Ada yang mengangumi nya, dari tadi MC gak ada henti nya berbicara, untuk menyambut kedatangan dari pihak laki-laki yang sekarang sudah memasuki gedung.
Selanjutnya marih kita sambut keluarga dari pihak perempuan yang akan memasuki gedung acara karena acara lamaran akan segera di mulai.
Selamat malam para tamu undangan yang terhormat, saya mengundang kita semua bangkit berdiri untuk kita menyambut kedua belah pihak yang berbahagia pada malam hari ini, dan mari kita sambut keluarga Tuan donal beserta istri dan putry nya, dan keluarga besar dari tuan Roi beserta istri dan putra nya mari kita berikan tepuk tangan yang meria.
Tepuk tangan dan teriakan mengema di ruang gedung acara karena baik pihak laki-laki mau pun pihak perempuan sekarang sudah masuk ke dalam ke gedung.
Para tamu undangan di persilakan kembali duduk. MC kembali berbicara. dengan sebuah cerita pendek yang yang di ibaratkan saras adalah bunga.
Berapa tahu yang lalu seorang ibu mengandung sembilan bulan sepuluh hari, dan melahirkan seorang putry cantik jelita, ibu dan ayah itu mereka merawat putry nya yang masih kecil seperti bunga yang tumbuh bermekarang di halaman rumah yang semakin di siram dan di rawat semakin tumbuh dan menumbukan bunga nya yang sangat harum dan indah Karena di rawat dengan penuh kasih sayang, oleh seorang ibu dan seorang ayah.
Namun suatu ketikan bunga yang indah itu di lihat oleh seorang pangeran tanpan dan diam-diam ternyata pangeran tanpan itu menginginkan bunga mawar itu ia ingin memetik nya dan membawa nya pulang ke rumah nya sebagai milik.
Namun karena mawar itu berduri jadi pangeran gak mengerti bagaimana cara metik nya, akhirnya ia meminta tolong kepada orang tua nya untuk datang ke rumah tersebut agar bantu memetik bunga mawar itu. ia berjanji akan merawat dan menjaga bungan itu seumur hidup nya.
Akhirnya pangeran itu memberanikan diri dan menyampaikan masuk nya ke kedua orang tua nya. Ternyata orang tua dari sih pangeran menyetujui permintaan pangeran untuk datang kerumah pemilik bunga itu.
dan meminta langsung, namun ternyata pemilik bunga itu bersedia memberikan bunga itu asal pangeran merawat dan menjaga nya dengan baik.
Pada akhirnya baik dari keluarga pangeran dan juga pemilik bunga mawar sepakat untuk melakukan pemetikan bunga itu dengan suatu acara yang mewah agar tak bisa di lupakan selamanya karena menurut pemilik bunga hanya bunga itu satu-satu nya yang mereka miliki.
Jadi malam ini para tamu undangan yang terhormat bunga itu sekarang ada di depan kita yang sebentar lagi akan di petik oleh seorang pangeran tanpan.
__ADS_1
Karena pangeran adalah jhovan arkan dan bunga mawar adalah sarasti Adibrata saat nya kita saksikan sesi penukaran cincin yang di lakukan oleh sih pangeran dan bunga mawar.
Tepuk tangan riuh.
*******
Sedangkan devan dengan rombongan nya dalam perjalanan menuju ke hotel, gak lama meraka sampai dan turun dari mobil, banyak pasang mata yang memandang mereka dengan kagum karena, devan di gandeng oleh alin dan yora di temani leo sedangkan bujang lapuk si dimas dan boby akan bereaksi melancarkan rencana mereka.
Alin, devan dan yang lain beriringan masuk ke dalam gedung semua tamu undangan mala lebih kagum memandang devan dan alin yang baru saja nyampe.
("Wah bukan kah ini putra tua davin dengan calon istrinya ternyata mereka datang juga ya, pasangan yang serasa cantik dan tanpan")
("kenapa saya lebih senang melihat pasangan ini dari pada yang di depan ya")
(Mendingan lihat si tanpa ini dan calon istrinya")
Saras langsung panas hati nya padahal saat ini mereka sudah di depan mau tukar cincin, dasar sih saras dulu dia yang merebut jhovan giliran alin iklas dan memilih devan, ehhh gak tahu nya sih saras juga menginginkan devan.
Mc mulai berbicara lagi,
Selamat datang tuan devan dan nyonya alin. Semua mata tertuju pada mereka terutama pak donal
Deg deg deg!!!
Jantung pak donal mulai gak aman kembali karena melihat sorot mata alin tajam sepeti jarum yang menhujani tubuhnya.
__ADS_1
"Nak papa pengin banget peluk kamu dan berkata maaf, tapi gak bisa papa lakukan. Karena papa tahu ada kebencian besar dalam diri kamu nak, papa sudah melakukan kesalahan fatal."
Baik lah kita kembali ke acara selanjut ya, yaitu acara lamaran sekarang jhovan sudah di depan saras, yang lagi berdiri sedangkan jhovan berlutut di bawa ia memengang satu kotak berbentuk love berwarna merah yang ada pita nya.
Ia memandang wajah saras dan berkata: mungkin saya adalah laki-laki yang bukan pertama hadir dalam hidup mu saya juga bukan yang Terbaik menurut mu tapi malam ini ijinkan saya untuk menyampaikan isi hati ku jika saya sangat mencinta mu, saya ingin selalu bersama kamu
Jadi mau kah kamu menjadi istriku, menjadi ibu dari anak-anak ku dan mau mendampingi saya dalam suka mau pun duka dan mau kah kamu mendampingi saya sampai maut memisahkan"?.
Saras belum mengatakan apa pun tapi ia memandang devan dari depan dengan mata yang senduh tapi penuh amara, saras membuang muka dan kembali menatap jhovan yang sekarang ada di hadapan nya.
"Iya saya mau menjadi seperti yang kamu katakan tadi yaitu jadi istrimu, mendampingi kamu sampai maut memisahkan dan juga mau jadi ibu dari anak-anak mu". ujar saras mantap tapi sorot mata nya masih melirik ke devan dan alin.
Tepuk tangan kembali riuh mengemah seluruh ruangan. Akhirnya selesai juga acararnya.
("Akhirnya selesai juga ya pa, mama legah banget") ujar bu anita
("Ia ma, papa juga legah tapi perasaan papa gak enak kenapa ya") jawab pak roi
(" Papa sakit apa gimana") tanya bu anita
("Bukan sakit ma tapi perasaan mama gak enak gitu")
("Hanya perasaan papa aja kali karena papa merasa bahagia karena jhovan anak kita akhirnya bertunangan")
("Ya mungkin juga ma.")
__ADS_1
Sekarang baik pak donal mau pun pak Roi mereka maju ke depan dan mereka mempersilakan para tamu undangan untuk menikmati semua hidangan yang sudah tersedia