Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
35:35 Kedatangan Calon Mertua Dan Bunda.


__ADS_3

Ditempat lain alin dan devan, sudah bersiap ke bandara, mereka pergi jemput orang tua devan dan bundanya alin, karena jam sepuluh mereka mendarat di kota B.


"Sayang sudah selesai bersiap belum, aku sudah jamuran nih. " panggil devan yang sekarang lagi duduk santai di ruang apartement alin, hal itu membuat alin terkeke.


"Hahaha, maaf sayang bentar lagi ya, nih masih cari baju yang pas, soalnya gugup pergi jemput orang terhormat calon mertu, jadi harus tampil cantik, biasa ambil hati calon mertua" jawab alin di sambut gelengan kepala dari devan.


"Kamu semakin hari makin bikin gemes aja, pengen aku kurung kamu dalam kamar, tapi sayangnya belum sah, jadi sabar aja, jangan sampai bikin aku jadi khilaf."


Dimana aku bisa melupakanmu sedangkan dari dulu, kamu selalu menghantui pikiranku, perlakuan manismu, dulu waktu kita masih di sekolah, itu yang membuatku hampir gila saat kehilangan kontak denganmu.


Tapi sekarang kamu tahu, setelah menemukanmu aku sudah berjanji pada diriku sendiri, kalau aku selalu menjaga, dan melindungimu, walaupun nyawaku taruhannya aku tak peduli, jadi tolong jangan perna tinggalkan aku lagi".


Sangking melamunya devan, ia gak sadar kalau dari tadi alin sudah berdiri tepat didepannya tapi devan gak menyadari, sampai alin melambaikan tangannya didepan wajahnya, itu membuat devan kaget.


"Oalah sayang, kamu kok bikin kanget aja sih, sejak kapan ada di sini, bikin jantungku hampir copot. Karena pikir itu hantu cantik." ujar devan terkeke, tapi mala dipelototin sama alin.


Karena sudah ngambek, alin keluar dari ruangan, dan langsung masuk kedalam lift tinggalkan devan, itu membuat devan kejar dari belakang, namun sayang lift sudah terlanjur tutup, dan alin sudah turun ke bawah itu membuat devan seketika panik,


Devan buru-buru mencet lift berharap cepat terbukan, dan benar saja gak selang lama lift terbuka lagi, dan menampakan alin masih di dalam dengan senyum kemenangan.


"Ya ampun, jadi kamu mau ngerjain aku gitu, tega kali, bikin aku panik aja," ujar devan passng muka memelas


"Makanya jangan suka bikin aku sebal".


"Iya, ya maaf, aku janji deh, gak bakal ulangi lagi, jadi jangan cemberut lagi sayang, cobak senyum manisnya mana." ucap devan dengan masang wajah memohon agar alin memaafkannya


"Iya sudah aku maafin, Yuk jalan nanti kita terlambat, ".mereka segera keluar dari lift. Dan menuju ke parkiran mereka masuk ke dalam mobil, dan devan, melajukanya menuju jalan raya.


Walaupun ini masih pagi tapi karena lewat jalan tol jadi masih agak renggang, devan dan alin dalam perjalanan yang ditempuh sekitar satu jam, akhirnya mereka sampai juga dibandara.


Tak lama setelah mereka sampai, orang tua devan dan bunda alin keluar dari loby utama bandara, dan langsung di sambut ceria oleh alin dan devan, alin langsung berhambur ke pelukan sang bunda dan sang mertua.


"Dimana kabar kalian sayang selama disini masih amankan, atau ada ngangguan," ujar sang bunda.


"Gapapa bun, sejauh ini semuanya aman aja kok, lagian siapa juga yang berani menganggu anak bunda yang cantik ini." jawab alin sambil terkeke

__ADS_1


"Terus kita berdiri aja disini sampai kapan, apa kita gak usa jalan, bukankah katanya nanti mau kesalon nanti".ujar devan membuyarkan ketiga perempuan yang dicintainya.


"Hehehe maaf masih masih lepas kangen, makanya lupa, kalau kita masih didepan bandara."


"Yuk lah kalau gitu, mereka masuk ke dalam mobil dan mereka pergi meninggalkan bandara.


Dalam perjalanan, ke apartement, pak davin buka suara, "nak dimana dengan perusahaan, apa masih dalam keadaan aman".


"Sejauh ini masih aman pa, cuman perusahaan Arkan grup agak sedikit main curang."


"Yaudah biarkan aja dulu mereka leluasa, tunggu selesai acara baru kita bertindak.


"Iya pa," ujar devan.


" ma, pa, tante kita langsung ke apartement, atau kemana dulu, tadi sudah makan belum, kalau belum, kita cari restoran terdekat biar makan dulu."


" Yaudah nak kita cari makan dulu, soalnya tiba-tiba papa lapar, padahal tadi dipesawat di kasih makan, tapi karena belum lapar jadi papa gak dimakan. tahunya pas turun gini baru terasa raparnya".


Perkataan pak davin sontok membuat seisi mobil pecah ketawa, karena setahu mereka pak davin jarang sekali bicara, sekali-sekali aja itu pun kalau hal penting, pak sabun hanya geleng kepala melihat tingkah mereka.


Dan membukanya ternyata ada beberapa panggilan, dari orang suruhannya dan juga banyak pesan masuk, namun ada pesan yang mengundang perhatian alin, ia segera membuka pesan dari nomor baru itu.


(" Siapa anda, dan mau anda apa, tolong jangan, sebarkan video itu, dan biar lebih enak mendingan kita ketemu, jangan jadi pengec**t hanya mengancam lewat pesan aja, jangan main-main sama saya karena anda belum tahu siapa saya.")


Pesan dari jhovan membuat alin tersenyum sinis. "Yang main-main itu kamu, bukan aku jadi jangan suka ngancam, karena itu tak mampan untukku, karena semakin kamu ngacam aku, itu semakin membuat kalian semua perlahan-lahan hancur."


Alin gak langsung membalas pesan dari jhovan, tapi ia mengalihkan pandangannya ke pesan yang di kirim oleh anak buahnya, ada kirimin foto didalamnya.


Ada jhovan dengan sang mama, berada di loby utama rumah sakit, foto selanjutnya didepam ruangan bu ratna dan saras masih jhovan beserta sang mama dan pak donal.


("Bos ini tadi pagi pacarnya saras, dan calon mertuanya datang jenguk saras dan ratna.") Pesan yang dikirim sama anak buahnya, pas melihat wajah pak donal hati alin terasa nyeri, kayak dicabik-cabik, sakit pastinya.


Dari dulu sampai sekarang aku sangat merindukan sosok seorang ayah, tapi bukan diri anda pak donal, semua itu sudah saya kuburkan enam tahun lalu.


Alin cepat mengetik dan mengirim pesan ke anak buahnya, sebenarnya ia pengen telpon tapi gak enak, karena ada bunda dan calon mertuanya, nanti mereka bertanya, apa lagi ada devan. Pasti gak akan membiarkan dia lolos gitu aja.

__ADS_1


(" Kamu tetap disana dan pantau mereka, dan kamu siapkan aku masker, dan topi hitam, untuk nanti malam, ada yang mau saya lakukan.")


("Siap Bos, tapi boleh tahu, untuk masker dan topi itu bos, apa yang mau bos lakukan, dimana kalau saya aja bos, jangan bos yang turun langsung. Takutnya bos kenapa-kenapa gimana")


(" Kamu tenang aja, kamu hanya ikuti perintahku, soalnya ini bukan hal bahaya kok , jadi kamu tenang aja, lagian bukannya nanti malam kamu juga ada bersamaku")


("Ok bos, kalau begitu saya akan siapkan semua")


Alin segera simpan kembali benda pipinya kedalam tas, dengan muka yang masam. Namun tanpa alin menyadari, sedari tadi devan perhatikan gerak- gerik alin.


Pas alin menyimpan benda pipinya devan langsung bertanya, "Sayang kamu kenapa dari tadi kok raut wajah kamu kelihatan, kayak berubah-ubah gitu ada masalah sayang, cerita sama aku".


Dengan secepatnya alin tersenyum dan berkata:" gapapa sayang itu hanya perasaan kamu aja, aku gak kenapa-napa."


Tak lama setelah mutar-mutar cari restoran, akhirnya ketemu juga, devan yang nyetir mobil langsung membelokan mobil ke area parkir restoran.


Dan memarkirkan mobil dengan sempurna baru Semua keluar dari mobil, dan bergegas masuk kedalam restoran, mereka mencari tempat duduk yang paling aman.


Dan ternyata di sudut ruangan itu, ada meja yang masih kosong yang sedikit mengarah keluar, akhirnya mereka duduk bersantai sambil pesan makanan.


Selasai pesan makanan dan sambil menunggu makanannya datang , dibarengin dengan obralan ringan. Kali ini yang buka suara sang bunda Neska.


"Sayang bunda mau tanya, selama disini apa yang sudah kamu lakukan terhadap keluarga yang tak tau diri itu".pertanyaan tiba-tiba dari sang bunda, membuat alin seketika gugup, karena pikirnya selama ini bundanya gak tahu apa-apa.


Tapi ternyata alin salah, karena selama ini Bu Neska diam-diam mengirim seseorang, untuk selalu melindungi alin dari jarak jauh, tampa diketahui oleh alin dan semua yang alin lakukan, sang pengawal itu selalu melaporkan ke sang bunda.


Makanya hak heran kalau sang bunda tahu semua kegiatan alin termasuk kejadian yang menimpah daras dan bu ratna, namun tak menepis Bu Meski juga senang dengan cara alin membalas keburukan kedua perempuan itu.


"M maksud bunda apa, alin gak ngerti dan alin juga tak melakukan apa-apa bunda". Jawab alin gugup, lantas hal itu membuat sang bunda tertawa melihat anak gadisnya ketakutan.


"Sayang dengarkan bunda, kamu jujur aja, bunda gak akan marah, tapi kamu harus ingat jangan sampai kamu terluka, bunda gak akan mengampuni mereka. Dan satu lagi seharusnya kamu jujur sama calon suami kamu, jangan lakukan sendiri."


Penuturan bu Neska mengundang perhatian devan, bu Asta dan pak davin, karena mereka penasaran akhirnya mereka bertanya.


"Sayang, apa yang kamu lakukan jawab mama." ujar bu Asta, namun belum juga alin jawab, sang bunda sudah duluan menjawab.

__ADS_1


"Dia buat kedua perempuan ular itu masuk rumah sakit dan sekarang masih di rawat di rumah sakit.


__ADS_2