Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
125


__ADS_3

Leo kembali memeras Oliv karena, Leo geram dengan kelakukan Oliv yang tidak ada hentinya menggangu kehidupan Alin dan Devan karena Oliv takut dengan ancaman dari Leo akhirnya Oliv kembali mentransfer uang sebanyak satu miliyar. Mampus kamu Oliv di bodohi oleh Leo


"Sialan aku jadi terjebak dengan pria sialan ini kenapa juga kemarin aku mau mempekerjakan nya, tahu kayak gini aku cari orang lain masa hanya menghabisi perempuan lemah itu harus bayar dua setengah miliyar gila deh, tapi kalau aku tidak kirim justru aku di laporkan aduh banyagin saja sudah ngerih apalagi benaran aku masuk penjara amit-amit ah."


Oliv emosi sampai memukul setir mobilnya sambil berteriak frustasi didalam mobil. Tidak...aku tidak mau di manfa-atin terus begini aku lebih baik cari orang lain saja, agap saja aku buang uang sial, aku harus cepat kekantor karena jam dua belas itu jam istirahat untuk makan karyawan jadi ini kesempatan aku mempermalukan perempuan sialan itu.


Oliv kembali menjalankan mobilnya menyapuh kesunyian jalan raya yang hanya sedikit kendaran lalu lalang kesana kemari, nekat sekali Oliv pergi kekantor Alin mau cari perkara dia belum tahu seperti apa harimau betina kalau ngamuk.


Apakah Oliv akan mengalami kejadian seperti yang di alami oleh Saras lagi gak ya, bisa jadi kalau sih Oliv macam-macam.


Hampir setengah jam akhirnya mobil Oliv berhenti tepat di depan loby kantor nya Alin dan benar saja prediksi Oliv karyawan berhamburan keluar ada yang pergi ke restoran perusaha-an ada juga yang keluar makan.


Dengan gaya sombong dan hedongnya Oliv melangkah masuk kedalam namun langsung di cegah oleh satpam.


"Maaf bu, ibu tidak boleh masuk kalau tidak ada janji dengan bu bos karena sekarang bu bos lagi sibuk apalagi tidak ada kepentingan sama sekali" ujar seorang satpam mencengah Oliv untuk masuk kedalam.


Oliv menatap satpam itu dengan tatapan nyalang, dia ingin memaki satpam itu tapi dia baru sadar kalau sekarang dia didepan umum dan tujuan dia datang kekantor karena ingin ketemu dengan Alin bukan berantam dengan satpam sehingga Oliv urun niat mau memaki satpam itu.


"Aduh....dasar satpam rendahan tua bangka pake mencengah segala lagi, bagaimana ya aku cari cara untuk bisa masuk ke ruangan perempuan itu pokoknya aku harus masuk sebelum semua karyawan balik dan mencegah aku lagi." Gumam Oliv dalam hati.

__ADS_1


"Hehehe...pak maaf perkenalkan saya Oliv temannya Bu Alin saya sudah janji dengan bu Alin ingin ketemu dengannya jadi saya disuruh langsung naik saja karena ada sibuk jadi saya langsung keruangannya pak" ujar Oliv berbohong. Pak satpam juga percaya begitu saja.


Pak satpam sebenarnya tidak percaya tapi dari wajahnya tidak mungkin bohong bisa jadi memang perempuan itu teman bosnya.


"Aduh.. .semoga pak tua ini percaya jangan sampai lama disini deh.. bisa gawat ah. Lama banget sih"


"Baik bu kalau begitu biar saya yang antar ke atas kalau tidak biar Tuan Leo yang datang jemput kebawah karena kalau tidak ibu tidak bisa naik karena lift bos harus punya kartu akses"


"Gila banget nih perempuan lift saja harus pakek kartu akses mau masuk saja harus pakek di antar lagi" gumam Oliv dalam hati dari pada gak ketemu biar di antar saja.


"Baik pak kalau begitu, saya tidak masalah atau kalau bapak sibuk boleh saya pinjam kartu bapak nanti setelah saya turun baru saya kembalikan ".


"Tidak bisa bu harus karyawan disini yang pengang tidak bisa orang lain." akhirnya pak satpam inisiatif mau antar Oliv ke ruangan Alin, namun saat sampai di depan lift tiba-tiba lift terbuka dan nampak Leo yang hendak keluar dari dalam lift melihat Oliv ada dia terkejut tapi sebisa mungkin Leo menyembunyikan.


Membuat Leo panik dan segera memencet lift tidak lama lift kembali terbuka dan Leo kembali naik, sedangkan Oliv dengan senyum mengembang keluar dari Lift dan mencari ruangan direktur utama. Dia mencari akhirnya dapat juga.


"Nah itu dia ruangannya ternyata bagus banget juga perusaha-an perempuan, ini liftnya saja khusus untuk kelantai sini saja."


Dengan gaya hedong Oliv melangkah menuju ke ruangan Alin ternyata didalam hanya Alin dan Lisa mereka sementara membahas tentang persiapan untuk presentasi, karena proyek kali ini sangat besar.

__ADS_1


Mereka yang asyik membahas proyek tiba-tiba pintu di dorong paksa oleh seseorang tanpa mengetuk. Membuat kedua orang yang ada didalam terkejut.


Crekkkkkk!...


Lisa dan Alin menoleh dan menatap Oliv dengan tatapan terkejut karena Alin tidak menyangka perempuan itu berani datang ke kantornya, dan bagaimana dia bisa masuk sedangkan liftnya harus yang punya akses yang baru bisa masuk.


"Kamu ngapain disini masuk ke ruangan saya tanpa parmisi lagi....keluar atau saya usir anda secara paksa...tidak ada yang mengundang anda kesini"


"hehehe....haduh....tidak perlu pakek urat...santai karena saya kesini bukan mau cari ribut saya hanya mau bicara baik-baik sama kamu tapi ya tergantung kamu sih gimana" Oliv dengan tidak tahu malunya belum di persilahkan duduk saja dia langsung duduk disofa.


"Baiklah saya juga tidak mau cari masalah jadi jika kamu datang dengan cara baik maka saya juga menerima dengan cara baik, namun jika kamu datang dengan cara kasar maka saya juga akan meladeni kamu dengan cara kasar juga. Sekarang katakan apa mau kamu." tanya Alin masih tenang.


Baru saja Oliv mau bicara pintu kembali terbuka dan tanpaklah Leo yang masuk.


"Maaf dik, perempuan ini asal masuk saja saat kakak mau keluar dari lift" ujar Leo namun Alin hanya senyum.


"Saya kesini hanya mau minta sama kamu, tolong kamu jauhi Devan dan jangan ganggu dia lagi karena Devan itu milik saya bukan milikmu, justru kamu datang dan merampasnya dari saya, jadi jauhi dia" perkataan Oliv justru menjadi bumerang baginya Alin, Leo dan Lisa tertawa bersama membuat Oliv emosi.


"Hahaha...nona...Oliv..nona Oliv...saya kok jadi kasian ya sama kamu, kalau soal itu jangan minta sama saya kalau memang kamu dan Devan itu saling mencintai dari dulu seharusnya Devan itu memilih kamu bukan saya, dan satu lagi yang perlu anda tahu nona Oliv Devan sendiri yang datang mencari saya disini bukan saya yang pergi mencarinya, jadi minta sama Devan menjauhi saya bukan saya yang menjauhinya.

__ADS_1


Biar saya beritahu anda nona Oliv saya tidak perns merampas calon siapapun karena Devan itu masih sendiri dan Devan juga yang datang melamar saya menjadu istrinya. Jadi seharusnya anda datangi Devan bukan saya, anda salah Alamat.


"Seharusnya kamu menolak menikahinya kenapa kamu juga menerimanya padahal kamu tahu aku ini tunangannya ini foto kami," Oliv sengaja mengeluarkan beberapa foto yang sudah dia siapkan untuk membuat Hubungan Alin dan Devan bermasalah, tapi Oliv tidak tahu kalau soal masalah foto itu Alin juga sudah tahu karena di beritahu oleh Devan.


__ADS_2