
Alin benar-benar marah mendengar kalau Oliv datang menyusul mereka ke dubay walaupun belum tahu pasti apa tujuan Oliv ke dubay, bisa jadi tujuan Oliv bukan menyusul mereka melainkan karena memang Oliv niat untuk jalan-jalan kesana. Namun kareba kenapa sangat kebetulan sekali hal itu membuat Alin curiga apalagi sekretaris Dimas dengan jelas mengatakan jika Oliv kesana karena memang tujuan menyusul Devan.
"Sayang....jangan marah dulu belum tentu dia datang kesini untuk menyusul kita bukan? siapa tahu dia juga pengen berlibur kesini kebetulan kita juga disini, jadi kita tunggu aja kalau bemaran seperti yang di katakan sekretaris Dimas biar kita sama-sama menghadapi dia, untuk apa takut dengan perempuan gila seperti dia belum cukup dia di permalukan sampai videonya viral dimana-mana" ujar Devan.
"Ya semoga aja begitu mas, karena kalau benar seperti yang di katakan sekretaris Dimas lihat saja aku akan buat dia menyesal karena merani menganggu rumah tanggah ku jangan dia pikir aku ini diam jadi tidak bisa menghajarnya, atau dia lupa dengan kejadian di kantor waktu itu, mau main-main denganku silahkan saja ku habisi dia baru tahu rasa lagi hamil juga l." Ujar Alin.
"Sayang kenapa kamu jadi emosian begini biasanya juga tidak, tapi kamu tenang aja sayang istri mas cuman satu mana berani mas dekat dengan cewek lain hanya istri tetcinta di hati, mas bikan pria gampangan sayang sehingga mas membiarkan wanita itu mendejati mas, padahal dulu dia sangat baik calon suaminya juga sangat baik tapi heran kenapa dia berubah total begini." Ujar Devan menenangkan hati Alin.
"Siapa yang tidak emosi cobak mas, punya suami tanpan di gemari banyak perempuan, makanya mas kurangi tuh ketampanan itu biar tidak ada yang mendekati mas cukup aku aja, kayak ginilah punya suami kelewatan tanpan banyak wanita yang mengejarnya ibarat dimana gula disitu ada sebut hehehe, cinta itu bisa mengubah segalahnya mas, lagian kalau Alin lihat Oliv tidak mencintaimu mas, tapi dia hanya mengincar harta kamu aja" ujar Alin terkekeh.
"Hehehe.. Beginilah sayang atau mas operasi aha kali biar rubah wajah sama kayak wajah kamu sayang, biar jadi kembar kita. Oliv itu bukan orang biasa sayang orang tuanya itu seorang penghsaha juga, jadi apalagi yang mau dia cari" ujar Devan.
Tidak lama kemudian mobil berbelok masuk ke lokasih Burj Khalifa, Alin senang saat melihat menara tinggih di hadapannya. Mungkin kalau author yang ada di posisi Alin pasti sangat senang juga hehehe.
"Wah....bagus banget....mas! yuk kita masuk kedalam Alin mau lihat pemandangan di kota ini. Alon tidsk sabar syukurlah Alin tidsk hanya mendengar dari cerita orang-orang soal tempat ini sekarang Alin sudah disini ternyata sangat indah" Ujar Alin seperti tidak sabar.
"Sayang sabar dong kita sudah sampai jadi sebentar lagi kita akan naik keatas menara ini jangan takut hari ini hanya kita yang ada di disni tidak ada orang lain selain kita, hari ini adalah hari buat istri cantikku yang akan puas mengelilingi tempat ini, jadi jangan buru-buru." Ujar Devan.
__ADS_1
Devan mengandeng tangan Alin dan gegas menujuh ke menara, mereka mau naik ke atas menara itu. Setelah mereka sampai di atas menara Devan dan Alin memandang di sekeliling.
"Sayang ternyata kalau berdiri di atas menara dan memandang kesekeliling kota ini ternyata indah sekali, pantas aja sayang ngotot datang kesini ternyata tidak begitu buruk" ujar Devan.
"Iya mas ini sangatlah indah"
Alin tidak mau ketinggalan sehingga Alin meminta sekretaris Dimas untuk mengambil gambar Alin dan Devan. Menurut Alin kalau skal uang untuk jalan-jalan tidak kekurang hanya saja untuk mrngatur waktu ini yang susah jadi ini kessmpatan emas mereka sudah di tempat itu jadi mereka harus mrngabadikan momen itu.
"Sekretaris Dimas tolong ambil gambar kami berdua dulu ya, am il latar yang paling bagus" ujar Alin.
"Tuan kalau mau ambil gambar lebih baik jangan disini, ini kurang bagus kalau disana baru latar dan pemandangannya sangat bagus Tuan." ujar Sekretaris Dimas.
"Sudah nona muda, tapi sudah lama" ujar sekretaris Dimas.
Mereka bergegas ke tempat yang dimaksud sekretaris Dimas, ternyata benar foto dari tempat itu dengan latar yang sangat bagus.
Alin naik ke atas punggung belakang Devan baru menaikan kedua tangannya, belum selesai di situ Alin juga di gendong oleh Devan sambil mengambil foto banyak sekali gaya mereka saat mengambil gambar.
__ADS_1
Setelah merasa cukup mereka keliling menara itu dan melihat-lihat oleh-oleh yang akan di beli untuk bawah, Devan dan Alin memilih banyak sekali hadia. Setelah puas milih saatnya mereka kembali ke mobil dan melakukan perjalanan selanjutnya namun sebelum itu mereka singga di sebuah restoran untuk makan siang karena tidak terasa sudah ham dua belas.
"Sayang sudah puas belum jalan-jalannya, sebelum kita berangkat ke tempat selanjut, kita makan dulu nanti kamu sakit mas yang akan di marahin nanti sama rombongan emak-emak hehehe...karena anaknya tidak ku kasih makan" ujar Devan
"Iya mas kita makan dulu soalnya Alin sudah lapar di restoran ini makanannya kurang nikmat, jadi kita cari di tenpat lain saja pasti yang lain juga sudah pada kelaparan" ujar Alin.
Mereka keluar dari area menara itu dan melanjutkan perjalanan ke restoran yang sudah sekretaris Dimas siapkan karena sekretaris Dimas tahu makanan nona dan Tuannya sehingga sekretaris Dimas mencari restoran yang menyiapkan hidangan kesukaan Tuan dan nonanya.
Sepanjang perjalanan menujuh ke restoran Alin menyadarkan kepalanya di dada bidang Devan sambil menutup mata, bukan tidur tapi Alin sengaja menutup mata, setelah itu Alin kembali membuka mata dan menikmati suasana di dubay.
Tidak lama kemudian mereka sampai di tempat tujuan Sekretaris Dimas membelokan mobilnya ke parkiran hotel dan mulai mencari tempat parkir.
Devan dan Alin kelyar dari mobil dan bergandengan tangan masuk kedalam restoran ternyata tempat duduk mereka sudah di siapkan oleh pihak restoran, mereka semua langsung duduk. Alin dan Devan satu meja khusus untuk mereka berdua sedangkan para pengawal bedah tempat duduk mereka.
Tidak lama semua hidang sudah terhidang di atas meja kareba sudah pada lapar sehingga mereka semua langsung makan dengan lahap.
"Pengawal Boby pelan-pelan makannya nanti nyangkut hahaha....." ujar sekretaris Dimas ngledek pengawal Boby.
__ADS_1
"Maaf sekretaris Dimas saya terlalu lapar jadi saya tidak bisa pelan-pelan makan takutnya makanam di habiskan sama sekretaris Dimas