Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
62:62 Amara Pak Roy


__ADS_3

Pak donal pergi meninggalkan semua tamu undangan yang masih ada di gedung acara, bahkan bu ratna dan saras sendiri mereka masih terduduk di lantai tapi pak donal gak hiraukan mereka, ia sudah terlanjur malu.


Pak donal keluar dari gedung dan bergegas masuk ke dalam mobil nya, dan pergi begitu saja, tanpa pamit sama calon besan nya, karena sangking malu nya.


Pak donal melajukan mobil nya menyapu keramain di kota B walaupun sudah malam, tapi masih banyak kendaraan yang lalu lalang, sekarang pikiran pak donal kalut.


Ia memikirkan perkataan alin barusan yang kata nya saras bukan anak nya."apa benar saras bukan anak saya, terus anak siapa, ahhhhhhh pak donal langsung berhenti mendadak di pinggir jalan raya dan memukul setir mobil dengan kuat.


"Ah berapa hari kedepan mendingan saya gak usa nginap di rumah, lama-lama melihat ratna dengan saras bikin darah naik." ujar pak donal


Akhirnya pak donal putar balik mobil yang awal nya mau pulang ke rumah, karena malas nginap di hotel dengan kedua perempuan yang ingin pak donal hindari. Sekarang gak jadi, pak donal berencana mau nginap di salah satu apartement milik nya, tapi waktu itu di belih atas nama alin, pak donal menempuh perjalanan sekita satu jam akhirnya pak donal membelokan mobilnya kedalam apartemen.


Sedangkan kan masih di gedung acara pak roy dengan kasar menarik tangan jhovan dan membawanya ke kamar, biarpun jhovan seorang anak laki-laki tapi ia begitu takut kalau papa nya marah, bisa semua fasilitas yang di miliki jhovan di tarik kembali sama sang papa.


namun sekarang bukan itu yang jhovan takutlah, yang di pikiran kan adalah perusahaan sang papa pasti kena imbas atas perbuatannya.


"Yuk ikut papa" jhovan hanya nurut aja seperti kerbau cucuk hidung. Sedangkan bu anita sudah ketakutan melihat kemarahan suami nya terhadap putra semata wayang mereka.


Pak roy sudah pergi ia gak peduli lagi dengan berapa banyak pasang mata yang memandang nya. Karena sudah terlanjur malu, ada lirik lagu yang mengatakan begini terlanjur basah ya sudah mandi sekali.

__ADS_1


Jadi menurut pak roy karena sudah terlanjur malu jadi sekalian aja lah malu. Karena sekarang sudah pukul setengah sepuluh jadi sebagian tamu undangan juga sudah pulang, yang masih ada itu tinggal teman-teman jhovan, saras dan juga kerabat serta keluarga besar.


Giliran tibah di kamar hotel dengan kasar pak roy mendorong jhovan sampai tersungkur, gak sampai di situ pak roy juga sudah hadiain beberapa bogem mentah di pipi dan wajah jhovan, sampai darah segar menetes keluar begitu saja dari bibir jhovan.


"Anak kurang ajar tak tahu balas budih, dari awal perjodohan kamu dengan anak itu papa sudah gak suka, papa hanya suka sama alin, sekarang kalian lihat kan siapa yang berlian dan siapa yang sampah, saya sudah menasihati kalian waktu itu kamu dan mama kamu, tapi dasar nya kalian berdua mama sama anak keras kepala."


Baru juga pak roy mengangkat tangannya untuk berikan bogem sekali lagi ke jhovan, bu anita teriak "Hentikan pakkkk bisa mati anak kita, papa boleh emosi tapi jangan sampai menghilangkan nyawa anak kita pa, tolong."


Bu anita samapi bersujud di kaki pak roy dan memeluk nya memohon agar pak roy menghentikan siksaan terhadap jhovan" pa, mama tahu mama dengan jhovan sudah salah, tapi mama gak tahu pa jadi seperti ini".


"Lihat tuh anita, lihat anak yang kamu banggakan. Dan selalu manjakan sekarang dia sudah mencoreng muka saya di hadapan semua orang, bukan kah ini kemauan kalian berdua yang berpihak untuk melanjutkan perjodohan dengan perempuan? itu lihat sekarang apa yang terjadi."


Jhovan yang mendengar, ia gak sedikit pun membantah, tapi ia berlutut merangkak menuju ke sang papa, ia mencium kaki sang papa.


"Pa, maafin jhovan, semua ini gara-gara jhovan, maafin jhovan pa, tapi tolong jangan salahin mama, mama sudah mendidik jhovan dengan baik, tapi jhovan aja yang gak mendengar pa, jhovan ngaku salah pa, silakan papa ambil kembali semua nya asal papa mau maafin jhovan dan gak marah sama mama."


Jhovan gak merasa bagaimana sakit yang ia rasakan saat ini, tapi rasa bersalah terhadap orang tua nya sangat besar, jadi pantas ia mendapatkan amarah dari sang papa pun ia terimah.


Pak roy gak jawab ia mau memaafkan sang istri dan anak nya apa gak, tapi pak roy tersentu dengan kata-kata jhovan barusan, biar bagaimana pun jhovan putra satu-satu nya.

__ADS_1


Kembali lagi ya ke gedung, masih ada saras dan ratna, karena sekarang tamu sudah pada pulang jadi tinggal pelayan yang membersihkan gedung, sekarang saras dan bu ratna berisaha semampuh untuk bagun dari lantai.


Masih dengan tubuh yang lemas, dengan langkah gontai, mereka berdua berusaha menopang satu sama lain mereka, berjalan masuk kedalan kamar mereka walaupun tanpa pak donal malam ini mereka nginap disitu dulu pikir nya.


Setalah usaha ekstra mereka berjalan tertati-tati akhirnya meraka sampai juga di kamar, namun belum ada obralan di antara mereka berdua saras dan bu ratna, karena di satu sisi bu ratna memang masih marah kali sama putry nya.


Namun bu ratna masih egan untuk buka suara karena ia masih syok dengan semua yang terjadi. Apa lagi dengan pengakuan alin secara tidak langsung alin mengatakan kalau saras memang bukan anak pak donal.


"Anak kurang ajar itu tahu dari mana ya, kalau saras memang bukan anak kandung papa, seperti memang saya harus hati-hati dengan nya."


"Aduh saras... Saras kamu memang bikin malu keluarga aja, apa lagi tamu undangan yang hadir rata-rata teman bisnis papa dan teman mama, kenapa kamu harus melakukan hal buruk itu saras" Ujar bu ratna gak habis pikir


Sedangkan dalan kamar saras meringis kesakitan, karena tamparan dari alin tadi gak main-main, di tambah lagi sang papa tangan seorang laki-laki sangat berat.


"Awas kamu mbak alin saya akan membalas semua yang kamu perbuat ke aku malam ini, lihat aja nanti aku akan merebut devan dari kamu seperti aku merebut jhovan". ujar saras


Kenapa cobak kamu selalu dapat yang terbaik dan banyak yang sayang sama kamu mbak, sedangkan aku, papa aja kadang gak peduli sama aku".


"Padahal aku sengaja melakukan itu semua agar aku dapat kasih sayang sepenuh nya dari papa. Namun sayang nya setelah kepergian mbak alin, bukan nya aku di perhatian sama papa tapi malam menjauh".

__ADS_1


__ADS_2