Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
49 :49 Penyesalan Jhovan


__ADS_3

POV JHOVAN


Ternyata pepata itu benar ada nya, yang mengatakan penyesalan itu selalu datang terlambat, sperti yang aku alami saat ini. Penyesalan terbesar aku saat ini, ketika aku baru menyadari kalau keputusan yang aku ambil enam tahun yang lalu, adalah yang salah dan itu adalah penyesalan terbesar aku.


Bagaimana tidak, setelah alin terusir dari rumah, karena entah benar atau gak yang kata nya alin yang membuat eyang nya meninggal.


Dan waktu itu aku juga ada sana, tapi bod*h nya bukan membelah alin tapi mala aku juga ikut memojokan dia, menghina dan paling parah lagi aku mala lebih memilih di jodohkan dengan saras dari pada mempertahankan hubungan kami.


Setelah kepergian alin hubungan aku dengan saras makin baik dan semakin dekat ke timbang sebelum nya dan juga bahkan kami sudah merencanakan pernikah, namun karena waktu itu saras masih belum selesai kulia nya jadi kami menundah.


Selama bertahun-tahun aku melupakan alin setelah kepergian nya, kabar nya seoalah hilang di telan bumi, gak tahu kemana dia pergi, aku yakin dia pasti menderita di luar sana, karena aku tahu gimana kondisi nya waktu dia keluar dari rumah itu, dia sama sekali gak bawa apa-apa.


Hidup ku rasa nya bahagia dengan saras, tahun demi tahun berlalu sekarang sudah enam tahu aku dengan saras pacaran dan rencana tiga bulan lagi kami menikah.


Jadi hari itu aku jemput saras rencana mau fiting baju untuk tunangan dulu setelah itu baru untuk nikah, namun karena dari rumah belum sarapan jadi aku ajak saras makan di kafe hoya.


"Setelah selesai makan kebetulan ada klien aku juga di sana jadi aku sempat samperin, setelah itu aku mau ke toilet dan saras aku suruh duluan aja keluar nanti tunggu di mobil.


"Sayang kamu duluan aja ke depan, nanti aku nyusul ini tiba-tiba kebelet."


"Mau aku antar gak sayang, gapapa nunggu di luar aja"


"Gak usah sayang kamu tunggu aja ya di luar aku gak lama kok".


"Ok deh, sayang kalau gitu" daras berlalu pergi dan aku bergegas ke toilet, setelah selesai aku keluar mau nyusul saras.


Namun pas aku balik saras mala berdebat dengan seoarang gadis aku hanya lihat dari samping aja kelihat cantik banget, lebih cantik dari pada saras, tapi femiliarpikirku.

__ADS_1


Aku melangkah mendekat namun, alangkah terkejut aku melihat gadis itu ternyata alin, waow makin cantik dan mempesona, aku mengagumi nya dalam hati, apa lagi penampilannya sangat berwibawa sekali.


Aku lihat awalnya saras juga gak kalah terkejut, tapi sedetik kemudian saras melontarkan kata-kata hinaan dan cacian, aku juga gak mau kalah dan aku lakukan hal yang sama.


"Mbak alin, ternyata setelah di usir, aku pikir Mbak gak bakal hidup lagi karena melarat, namun ternyata masih hidup juga ya".


"Iya ya, sayang dari mana ya dia dapat uang cobak kalau bukan jual diri." Aku mala mengimpor saras. namun sayang diam masih diam aja


Padahal dalam hati kecilku sangat mengangumi alin dan sebenarnya pas aku lihat pengen aku peluk dia, karena dulu setahu aku alin itu gadis yang polos dan lemah lembut, tapi kali ini aku lihat aura nya sangat berbedah.


Pas aku dengan saras menghina nya bukannya takut mala membuat dia menantang kami berdu dan mengancam kami kalau suatu saat dia akan membuat perhitungan sama kami.


Awalnya aku gak takut karena pikir ku dari mana kekuasaan nya sampai bisa mengancam aku, akhirnya aku dan saras pergi untuk fiting baju, itu hanya alasan Karena aku gak kuat lama-lama lihat alin.


Tapi aneh nya mulai dari hari itu aku sering ingat alin, mala rasa respek ku sama saras sudah mulai berkurang. Padahal itu pertemuan pertama.


Tiba-tiba hati ku panas melihat alin bersama laki-laki itu rasa nya gak rela pengen aku rebut kembali alin, tapi karena aku sudah terlanjur emosi, aku langsung menghina dan mencibir alin di depan laki-laki itu sampai, aku di tampar sama alin.


pakkkkk pakkkkkk!!!


"Jaga mulut kotor mu itu kalau gak mau aku hancurkan".ujar nya membuat aku tertegun, karena selama aku kenal dia baru kali ini aku melihat dia sejarah itu.


"Ciuhhh kan benar ada nya seperti yang aku bilang, kalau kamu gak jual diri dari mana dapat uang untuk biaya hidup mu." aku masih berusaha memikirkan dia


"Hahaha.... Memanahnya kamu siapa? mau saya jual diri ke, mau saya apa dengan laki-laki , apa hubungan nya sama kamu dan apa urusan kamu gak kan, mendingan goni ya kamu pulang dan urus hidup kamu dan bersiaplah untuk menerima sesuatu yang gak bakal kami lupa seumur hidup".


Tamparan nya gak sesakit hati ku yang sekarang, pas laki-laki itu mau memukul ku alin langsung mencegah nya dan berkata " sayang jangan mengotori tangan kamu yang bersih itu hanya dengan sampah.

__ADS_1


"mendengar itu hati ku makin sakit, dan itu memancing ku lagi, "Dasar perempuan Mura**an, jaual diri hanya untuk memenuhi kebutuhan".


Aku tahu kata-kata ku itu menyakitkan tapi alin nyantai, dan sebelum mereka pergi laki-laki maju mendekat ke aku baru dia berkata" urusan kita belum selesai lihat lah nanti apa yang akan saya lakukan untuk mu, ingat nama saya DEVAN ALIANDO WIJAWA".


Setelah Aku mendengar nama itu kok seperti nya gak asing nama itu ya, tapi aku kembali cuek bod**h amat pikir ku siapa pun dia aku gak peduli yang penting aku sudah mempermalukan alin.


Waktu kejadian itu aku dengar kalau perusahaan Wijawa grup ulang tahun, itu adalah perusahaan terbesar di kota ini bahkan anak cabang dimana-mana, aku sempat memikirkan nama terakhir laki-laki itu tapi mungkin hanya kebetulan aja sama pikirku.


Sebelum malam mau acara rencana aku pergi dengan orang tua aja satu mobil tapi tiba-tiba sara telvon


"Hallo sayang".


"Iy sayang ada apa tumben telpon"


"Memang gak boleh."


"Boleh dong sayang apa yang gak boleh untuk mu",Gak apa sedikit gombal


"Ini sayang nanti jam enam jemput aku Ya biar kita sama aja"


"Ok deh"


Akhirnya aku jemput saras dan kami berdua ke acara.


Dan puncak penyesalan ku dan itu juga puncak ketakutan ketika menghadiri acara ulang tahun perusahaan Wijawa grup, betapa kaget nya aku pas tuan davin perkenalkan laki-laki itu sebagai pewaris tunggal.


Deg dig dug

__ADS_1


Jantung aku asli gak nyaman"Mampus aku semoga ancaman nya itu hanya gertakan aja." belum juga hilang ketakutan muncul lagi penyesalan terbesar, setelah aku dengar kalau malam ini bukan hanya acara ulang tahun perusahaan dan juga perkenalkan putra nya tuan davin tapi juga pertunangan.


__ADS_2